Darling harbour adalah salah satu pusat entertainment dan pusat turism di Sydney. Bentuknya semacam dermaga yang di kelilingi bangunan-bangunan mewah, megah dan unik. Pokoknya tempatnya ini kinclong dan bersih banget, kuman aja kepleset kali kalo lewat situ.
Di Darling Harbour ini ada Shopping Mall, Bioskop IMAX, Convention Center, Hotel-hotel bintang banyak, Restaurant dan Cafe yang stylish-stylish dan asik buat nongkrong sore-sore. Kalau tempat wisata untuk turisnya ada semacam kebun binatang yang isinya hewan-hewan asli Australia seperti Koala dan Kangguru, bernama Sydney Wildlife World. Disebelahnya ada Sydney Aquarium, akuarium besar semacam Seaworld. Sebelahnya lagi ada Museum patung lilin Madame Tussauds.
Tapi karena buat masuk tempat-tempat wisata tersebut bayarnya lumayan mahal untuk ukuran turis kere macam saya, jadi saya tidak masuk ke dalam kebun binatang, akuarium dan museum Madame Tussaud nya. ada sih tiket terusan untuk masuk ke dalam semua tempat wisata di Darling Harbour yang harganya lebih murah daripada kalau beli satuan, tapi tetap saja mahal untuk saya.
Satu-satu nya tujuan di sana yang mau saya masuki adalah National Maritime Museum, karena masuknya gratis. Tapi sayangnya saya tiba di Darling Harbour kesorean dan museumnya sudah keburu tutup. Tapi lumayanlah bisa foto di depannya.
 |
| Gedung yang atapnya bulet di pojok kiri itu Sydney Convention Center |
 |
| Nyengir nya takut kepleset |
 |
| Anak-anak muda Sydney |
 |
| Itu di seberang Hotel bintang banyak |
 |
| Telat mau masuk, jadi foto aja di depannya |
 |
| Sydney Aquarium & Sydney Wildlife World |
 |
| Numpang foto aja di lantai Madame Tussauds |
Masuk ke Tourist Center disana saya terpikat dengan brosur Blue Mountain. Sebelumnya Blue Mountain tidak ada di dalam rencana itinerary saya, tapi melihat gambar-gambar di brosurnya yang bagus banget saya jadi tergoda. Apalagi kebetulan keesokan harinya saya belum ada rencana yang pasti. Di itinerary saya sih tulisannya cuman keliling-keliling kota Sydney aja naik bus.
Di sebuah coffee shop yang terletak di Darling Harbour, sembari menyesap segelas coffee mocha hangat yang lezat saya yang sedang bimbang dipanas-panasin Cipu untuk pergi ke Blue Mountain.
"Bagus, mil. Lo harus kesana," seru Cipu.
"Memang nya lo udah pernah," tanya saya
"Pernah. Bagus disana."
Mba Andri yang sedang menikmati coffee latte - susu kedelai nya, mengangguk memberi approval atas perkataan cipu.
"Ada apa disana?" tanya saya ragu.
"Pokoknya bagus," Cipu tetap keukeuh dengan pernyataannya.
"Itu biru nya karena daun eucalyptus gitu kan? gw soalnya pernah baca di Lonely Planet," saya mulai terpengaruh buat pergi kesana.
"hah? emang biru gitu? gw juga kurang tau sih. Pokoknya bagus."
Percakapan absurd di Darling Harbour itulah yang menjerumuskan saya ke Blue Mountain di esok harinya.
Jalan kaki tidak jauh dari Darling harbour ada Paddy's Market yang jualan souvenir-souvenir buat oleh-oleh. Tapi sebenarnya gak hanya jualan souvenir sih, segala macam dijual disini mulai dari sayur-sayur, buah-buahan, baju-baju, sepatu, dan keperluan sehari-hari lainnya. Diseberang Paddy's Market ada China Town juga, kata Mba Andri banyak makanan enak disana, tapi sayangnya saya tidak sempat mencicipi.
Ach memang waktu saya buat jalan-jalan kurang banget yah.. dan uang sangu nya juga kurang...
 |
| Paddy's market |
 |
| China Town di Sydney |