Senin, 07 Desember 2015

Kembali ke Tanjung Lesung

Setelah survei singkat ke Tanjung Lesung tahun lalu akhirnya beberapa bulan lalu saya kembali ke pantai yang terletak di Banten itu. Kali ini saya menginap dua malam di Kalicaa Villa yang terletak di kawasan wisata Tanjung Lesung bersama keluarga dan ukulele biru.

Di hari keberangkatan ke Tanjung Lesung saya ada janji sama orang urusan pekerjaan di suatu pameran di JCC. Selesai urusan lagi jalan-jalan tanpa arah di pameran tiba-tiba saya lihat sosok yang familiar. Rupanya Cipu lagi jaga stand pameran.

Woow, saya tidak mengira akan bertemu Cipu.

Cipu
Saya janjian sama adik saya di kantor, target mau makan siang di Serang, tapi karena macet sedikit di jalan toll makan siang jadi agak terlambat. Kami berhasil tiba di Tanjung Lesung sebelum sunset, jadi masih sempat menyaksikan matahari terbenam di teluk yang terletak di bagian barat pulau Jawa itu. Langit cerah, laut disana tampak biru jernih dan pasir putih bersih. 

Villa yang kami tempati terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dua kamar mandi yang satu berukuran lebih kecil ada di kamar tidur utama yang ukurannya lebih luas, gazeboo untuk santai-santai dan kolam renang kecil. Ternyata kalau malam anginnya dingin. Saya, adik bungsu dan sepupu yang punya rencana mau berenang malam di kolam renang itu terpaksa mengurungkan niat. Kamar mandi utama yang terletak di luar shower di bawah langit alias tidak pakai atap, tren kamar mandi resort terkini yang diadaptasi dari gaya hidup tradisional di pedesaan. Waktu menyalakan shower saya langsung sadar kalau saya tidak sendiri, ada seekor kodok dipojokan yang lagi memperhatikan saya.

Woow, saya tidak mengira akan ketemu kodok di kamar mandi.

Dini hari, masih gelap, saya keluar dari villa menuju dermaga diikuti oleh adik dan sepupu. Sampai di dermaga masih gelap dan banyak bintang, saya tiduran sambil memandang bintang dan mendengarkan bunyi gemericik ombak di bawah dermaga. Angin bertiup kencang dan dingin. Tak lama semburat warna jingga mulai tampak di bagian timur. Semakin lama semakin terang, saya melihat kebawah dermaga ternyata penuh dengan terumbu karang bagus-bagus dan tampak jelas karena airnya bening sekali.

Koralnya terlihat dari atas dermaga
Ketika mulai terang kami pun beranjak dari dermaga dan mejelajahi area sekitar. Dermaga itu tempat saya foto sama ukulele tahun lalu, ada di kompleks Green Coral beach camp. Jaraknya sekitar satu kilometer dari kompleks Kalicaa Villa tempat saya menginap. Disitu ada tenda-tenda camping yang disewakan, ada paketnya per pax termasuk makan dan minum. Kalau mau snorkelling di situ ada tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan ada paket trip juga kalau mau snorkelling yang agak jauh pakai boat. Tempat penyewaan alat snorkelling baru buka jam 10 pagi, jadi rencana berikutnya kami akan balik ke villa untuk sarapan kemudian balik ke situ untuk snorkelling.

Di jalan balik menuju villa saya lihat ada tanda panah ke kebun binatang mini, ada jalan setapaknya. Sebidang tanah tidak begitu luas yang di dalamnya ada kandang-kandang kecil. Isi kandang itu ada beberapa jenis ayam, kelinci, kambing dan beberapa macam burung diantaranya ada burung merak. Favorit saya adalah ayam yang suara berkokoknya aneh, kayak lagi ketawa.

Woow, saya tidak mengira akan ketemu ayam yang bisa tertawa ngakak.

Diantara kompleks Green Coral Beach dan Kalicaa Villa ada Tanjung Lesung Beach Hotel. Hotel & Resortnya beda kompleks dan beda konsep sama Villanya, tapi sepertinya pengelolanya sama karena waktu saya check in di lobby hotel Tanjung Lesung juga. Karena waktu check in di lobby hotel, maka kami pikir breakfast nya di restorant hotel itu juga. Jadi kami ke villa, ambil kupon, kemudian jalan ke hotel lagi. Sampai di restoran baru diberitahu kalau untuk villa sarapannya di restoran berbeda yang ada di kompleks Kalicaa Villa. Yah jadi kami berbondong-bondong balik lagi ke kompleks villa. 

Ternyata memang benar ada restoran juga di kompleks villa. Sarapan ada dua macam, menu Indonesia yaitu nasi goreng dan menu western yang terdiri dari roti, omelet dan sosis. Setelah menunggu sekian lama sampai lemas karena lapar akhirnya datang juga sarapannya. View dari restorannya yang langsung ke pantai sih bagus, tapi karena udah kelaparan dan lemas akibat banyak jalan dari sebelum matahari terbit jadinya sudah tidak nafsu sama pemandangan pantai yang bagus. 

Setelah sarapan dan energi sudah kembali full saya memprovokasi adik-adik dan sepupu untuk jalan lagi ke Pantai Bodur. Saya sebelumnya belum pernah kesana, cuma pernah lihat di suatu blog dan lihat tanda panah penunjuk arah yang terlihat dari jalan masuk ke kompleks villa. Saya tidak tahu seberapa jauh ke dalam, ternyata jauh juga kalau jalan kaki. Apalagi di tengah perjalanan matahari mulai terik. Sebelum sampai ke pantai ada bidang tanah luas yang mirip savana-savana-an kalau di foto. Pantainya bagus, pasir putih, ada ombak dan sepi banget, jadi berasa pantai milik berempat. 

Saya menggelar kain pantai di bawah pohon kelapa dan mengeluarkan camilan yang dibawa, sambil main-main ukulele, foto-foto dan ngobrol-ngobrol. Kalau kondisi begini sih betah banget, sampai gak berasa udah siang lagi. Waktu itu Eyang saya ikut sama Papa Said dan Mama Said, mereka udah telpon nyari-nyari untuk makan siang. Kami pun di jemput pakai mobil ke Pantai Bodur dan makan siang di restoran yang ada di Green Coral beach camp. Tahun lalu waktu juga kami makan siang di restoran itu.

Sayangnya kami tidak bawa baju berenang, padahal bisa tuh habis makan langsung snorkeling. Kembali ke villa malahan asik berenang-renang di kolam villa dan leyeh-leyeh di gazebo, ternyata sadar-sadar sudah sore. Tempat penyewaan snorkeling tutup jam 4 sore. Yasudah kami terusin berenang di kolam kecil sambil ngemil kentang goreng, menjelang sunset kami baru beranjak ke pantai di depan villa. 

Anissa, adik bungsu

Hari terakhir di Tanjung Lesung, saya bangun pagi dan melaksanakan ritual morning run. Berangkatnya menyusuri pinggir pantai, kali ini sudah terang. Saya terus berlari sampai pintu gerbang kawasan Tanjung Lesung, dibawah barisan pohon yang membentuk kanopi. Disisi jalan masih ada hutan, saya mendengar bunyi monyet-monyet dan ketika saya menengok keatas mereka lagi gelantungan nonton saya lari pagi. Tapi ketika saya berhenti dan mengeluarkan handphone untuk memotret, mereka kabur.

Woow saya tidak mengira akan ketemu monyet.

Sampai di gerbang saya putar balik, di pinggir jalan ternyata ada tanda-tanda lalu lintas gambar hewan. Ada gambar monyet. Ada gambar Babi hutan. Ada gambar komodo atau buaya atau kadal.

Woow saya tidak mengira akan ketemu babi hutan dan komodo. Untungnya sih gak ketemu.

Pemandangan Lari Pagi di Tanjung Lesung

Sampai di kompleks villa saya lihat adik dan sepupu saya lagi main di pinggir pantai, saya bikin kopi dan ambil buku kemudian menyusul mereka. Tapi lihat air jernih jadi pengen nyemplung, akhirnya ganti baju renang dan nyebur ke laut. Airnya dingin. Ketika air mulai menghangat kena sinar matahari pagi, ikan-ikan mulai bermunculan berenang-renang dibawah saya.

Woow, saya tidak mengira akan ketemu ikan. 



14 komentar:

  1. Jadi mupeng pengen ke sana deh *latah.
    Tapi inget-inget perjalanan ke sananya itu udah bikin galau. Huehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jalannya bagus kog, kalau sama keluarga santai-santai aja sambil berenti makan, ngopi, makan duren hmmm hehehee

      Hapus
  2. Kami menyediakan informasi tentang Air Minum Sehat . Air minum tersebut sering kali disebut sebagai Air Minum Alkali , dan disini kita juga memberitahukan tentang Manfaat Air Alkali .

    BalasHapus
  3. Mil, klo mau nginep di TL perlu buking onlen atau bisa go show ya?
    gw meragu, soalnya ada temen yg baru dari sana, datang langsung lebih murah dibanding buking onlen #ngirit #perhitungan #bodoaah :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalo mau sih boleh aja. tapi kalo pergi sama anak kecil kasian kalo ga booking dulu, udah jauh2 kesana taunya penuh. Tapi di sekitar situ juga banyak homestay dan hotel sih, tapi diluar kawasan tanjung lesungnya ya

      Hapus
  4. mupeng deh pingin kesana :))

    BalasHapus
  5. Tanjung Lesung will be the favorite kak. Walaupun jauh dan PR kalau dari Jakarta. :D

    BalasHapus
  6. Nice story
    'Antara anyer dan jakarta'

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini mah udah jauuuuuh dari anyer hahahaaa

      Hapus
  7. Kamu nginepnya di villa apa kak? Aku di Fuji 1. Endang banget sih dengan kolam renang privat dan kamar mandi semi outdoor gitu. Bisa bebas telanjang begitu gerbang villa dikunci :P #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fiji kali? sama, aku jg di fiji :p

      Hapus
  8. Aku Dulu ke tanjung lesung jaman masih dibangun, ga boleh masuk katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang udah boleh mba hehee

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...