Senin, 26 Maret 2012

Karena Visa, Aku Galaaaaauuuu

Ada yang masih ingat si A ? Cowok Thai ganteng yang duduk disamping saya waktu perjalanan dari krabi ke Phuket di dalam bus romantis bernuansa merah jambu. Mungkin karena memang saya dan dia sehati *cieeeeee* waktu itu kita sama-sama iri sama orang Amerika. Enak banget punya paspor negara Paman Sam itu, soalnya kalau mau kemana-mana ga usah repot-repot apply visa di negara nya dan melalui segala prosedur yang melelahkan secara mental dan spiritual.

Selama ini saya hanya denger-denger saja sih, betapa sulitnya orang Indonesia mengurus visa ke Amrik, Australia dan Eropa. Kalau browsing mengenai mengurus visa kayaknya kog lebih banyak cerita ditolak nya daripada dapet visa nya. Ada juga yang harus apply beberapa kali hingga akhirnya dapat visa. Saya sendiri baru punya pengalaman 4 kali sama visa perjalanan gitu.

Visa pertama saya adalah Visa On Arrival waktu melintas perbatasan dari Vietnam ke Kamboja. Tapi itu mah gampang, tinggal bayar $25 (resminya $20) dan menyerahkan paspor ke kondektur bus, dia yang mengurus semuanya. Tau-tau ketika paspor saya balik, sudah ada stiker hijau berlambang negara Cambodia yang menyatakan bahwa saya boleh bertandang ke negaranya.

Pengalaman kedua dan ketiga, saya juga tidak terlibat secara langsung. Yang kedua di urus oleh kantor saya sewaktu saya dapat undangan kunjungan bisnis ke Australia, walaupun hingga visa tersebut expired saya  belum juga di berangkatkan kesana karena waktu itu kantor saya sedang mengalami perubahan manajemen. Bahkan hingga akhirnya saya pindah kerja, belum juga saya melaksanakan kunjungan  balik ke Carly di Perth sana. Visa ketiga saya adalah Visa China, kalau itu anak buahnya Papa Said yang urus. Saya sih tinggal tanda tangan selembar formulir aplikasi.

Nah, Visa ke4 ini yang sukses bikin saya galau. Selama satu minggu menunggu keputusan keluarnya Visa, saya tidak bisa tidur nyenyak, makan saya tambah banyak dan mandi pun jadi jarang. Rasa nya mirip seperti menunggu pengumuman UMPTN, saya hanya bisa pasrah dan berdoa.

Menunggu SMS yang menyatakan bahwa pengajuan Visa saya sudah selesai dan bisa di ambil, rasanya hampir mirip seperti menunggu sms atau telpon dari cowok ganteng yang saya taksir. 

Itu momen-momen pas PDKT dimana si cewek ga boleh - demi apa pun - menelpon ato meng-sms duluan supaya kesannya lebih sophisticated dan ga keliatan ngebet nya gitu. Nah, di  momen tersebut sang cewek hanya bisa menunggu si cowok menyapa duluan, sambil setiap menit melirik ke layar henpon. Setiap ada telpon atau sms masuk selalu berharap kalau itu dari "si dia" dan harus merasa kecewa ketika ternyata isi sms nya hanya tawaran promosi dari kartu kredit dan ramuan pelangsing tubuh tanpa diet.

Penderitaan saya pun bukan hanya selama seminggu itu, tapi selama 6 bulan sejak saya membulatkan tekad untuk menginjakan kaki di Benua Australia. Demi rapi nya catatan keuangan (buku tabungan), saya menahan diri untuk tidak banyak shopping, memangkas pengeluaran untuk mencoba makanan enak di restoran dan kafe-kafe baru, saya bahkan mengurangi secara drastis ketergantungan saya terhadap Starbucks dan beralih ke kopi Kapal Api *bukan iklan*.

Awalnya saya dapat informasi bahwa untuk mengajukan visa ke australia harus punya uang 100 juta di tabungan. Buset deh, duit segitu mah saya mau nabung sampe peyot juga ga akan bisa terkumpul. Kemudian saya pun browsing-browsing, ternyata untuk visa turis (walaupun tidak ada patokan yang jelas) para travel agen mematok minimal ada 50 juta di rekening tabungan aktif. Maksudnya tabungan yang aktif masuk gaji dan keluar untuk kebutuhan sehari-hari. 

Enam bulan mengencangkan ikat pinggang, sampai makan di warteg aja saya bela-belain cuman nasi + sayur + tempe. Sementara itu saya hanya bisa ngiler melihat orang di sebelah saya makan pakai sop iga dan ayam goreng. Kemudian untuk menghemat BBM, saya berangkat lebih subuh dari biasanya untuk menghindari macet. Tapi apa daya, tabungan saya tetap saja tidak bisa mencapai angka tersebut. 

Celakanya dengan kenekatan maksimal, tiket sudah saya beli. Maklum tiket murah, jadi jauh-jauh bulan sudah saya beli. Dan dengan penuh kenekatan pula saya terpaksa mengajukan aplikasi visa dengan jumlah uang di rekening yang hanya setengah dari target tersebut. Tanpa sponsor.

Sponsor itu adalah kalau ada yang mau bayarin kita ke sana dan orang/perusahaan tersebut harus membuat Invitation Letter yang menyatakan kalau ybs akan menanggung segala pengeluaran kita dan menyertakan catatan keuangan nya serta segala dokumen pendukung lain, seperti fotokopi paspor etc etc.

Karena tabungan saya yang tidak sampai 50 juta itu, menurut hasil browsing saya di internet, agen tidak akan mau membantu mengurus paspor saya. Dan lagi karena keterbatasan dana yang saya punya seperti nya kog sayang ya dipakai buat bayar agen. Akhirnya saya memutuskan mengurus sendiri aplikasi visa turis saya.

Dokumen yang saya siapkan minimal banget: formulir aplikasi yang sudah diisi dan di tanda tangan, fotokopi KTP + KK, rekening tabungan 3 bulan terakhir, bookingan tiket pesawat pulang-pergi, surat keterangan kerja dari kantor dan selembar pas foto terbaru. Supaya lebih pede saya tambahkan itinerary dan billing kartu kredit saya 3 bulan terakhir.

Mungkin karena terlalu grogi, saya jadi salah fokus. Saya sudah mempersiapkan foto ukuran 4x6, tapi yang saya bawa malah ukuran 3x4. Tapi saya  sudah terlanjur disana ketika saya sadar bawa foto dengan ukuran yang salah, ternyata kata Mbak manis VFS yang menerima dokumen aplikasi saya tidak ada syarat yang mengharuskan ukuran foto 4x6. Ya bener juga sih, di website malah bilang foto ukuran pasport, jadi ga 4x6 dan 3x4 juga sih sebenernya.

Oh iya, VFS Global itu adalah perusahaan yang ditunjuk sebagai wakilnya kedutaan untuk aplikasi visa. Kantornya di Plaza Abda, Sudirman Lantai 22. Kalau mau mengurus visa ke Kanada, U.K dan Dubai disitu juga deh kayaknya, soalnya saya lihat ada papan namanya gitu. 

Proses penyerahan dokumen nya tidak lama, ambil nomor antrian - duduk - tunggu dipanggil, ga sampai sejam udah beres. Saya menyerahkan semua dokumen saya yang minimal itu ke mba manis yang men-check list kelengkapan saya. Di tunggu-tunggu dengan jantung berdebar, tapi si mba nya kog ga ada nanya kekurangan dokumen, dia malah langsung menjelaskan mengenai proses pengambilan dokumen dengan ramah dan pembayaran. Setelah membayar 1,2 juta langsung keluar keringat dingin. Ini uang yang akan hangus kalau visa saya di tolak, bersama dengan uang yang saya gunakan untuk beli tiket.

Rasanya kog saya masih kurang yakin sama kelengkapan dokumen saya sendiri, soalnya ibu-ibu yang duduk di sebelah saya cerita katanya dia sampai bawa fotokopi akta kelahiran, surat nikah, semua bukti deposito dan akta surat tanah segala. Sedangkan saya, mana ada saya punya deposito, boro-boro surat tanah. Surat nikah aja saya ga punya *galau sambil garuk-garuk tanah gara-gara surat nikah* 

Gimana saya mau ke ostrali kalo buat bikin visa nya aja harus bawa surat nikah? pacar aja ga punyaaaa.... huhuhuuu... *nangisdarah*

Ada juga saran dari teman saya, bahwa kalau mau visa nya di approved kita sebaiknya membeli asuransi perjalanan yang harganya ratusan ribu untuk 2 minggu. Teman saya itu malah beli asuransi kesehatan AUD 70 (700rebuan) untuk seminggu. Rasanya saya sudah tidak sanggup menambah nominal "taruhan saya di meja judi" tersebut, jadi saya tidak mengikuti anjuran teman saya itu.

Saya mengajukan dokumen selengkap mungkin saya mampu tapi tetap seadanya. Kalau misalkan di approved ya sukur, klo enggak ya saya sudah siap kalau harus merelakan sejumlah uang tersebut hangus. Semoga Tuhan mengganti nya, dengan segera mendekatkan jodoh saya *amin*

Lagipula kalau saya ga bisa liat kangguru di ostrali, kan saya bisa pergi ke sekolah terdekat. Disana juga banyak kang guru, teteh guru, mas guru dan mba guru. 

Setelah seminggu, sms yang di tunggu pun datang:

" Permohonan visa yang diproses dengan no. ref AJAK/xxxxx/xxxxx siap untuk diambil di Pusat Aplikasi Visa Australia."

Keesokan harinya saya sudah siap untuk menghadapi kenyataan apa pun yang terjadi. Jadwal pengambilan visa mulai jam 2, dan dari pagi hingga jam 2 itu saya mules-mules. Pasalnya, gara-gara si Slamet (emang dia selalu memperkeruh suasana) cerita kalau permohonan visa nya ke Myanmar baru saja ditolak.

Saya kan jadi panik, ke Myanmar aja bisa ditolak. Saya saja baru tahu kalau ke Myanmar itu harus apply visa, saya pikir karena ASEAN jadi kita bisa bebas mondar-mandir kesana atau paling ga pakai Visa On Arrival. Lah ini dia bisa di tolak ke Myanmar, gimana saya yang antar benua ???? Saya pun semacam salah makan broklat - bolak-balik ke toilet, mencret-mencret.
  
Jam 2 pas saya tiba di Plaza Abda. Untungnya sepi banget waktu itu, saya langsung menuju counter pengambilan tanpa harus menunggu antrian. Dengan tangan gemetar saya menerima sepucuk amplop coklat tertutup bertuliskan nama saya. Kepastian yang saya nanti-nanti, yang mempengaruhi hidup saya ada di dalam amplop ini.

Amplop coklat yang lebih penting dari surat cinta

"Silahkan di buka di belakang, nanti kalau ada pertanyaan bisa kembali lagi ke saya." kata mba-mba di belakang meja counter nomor 8 dengan manis nya.

Muka saya pucat pasi.

Saya beranjak ke bangku antrian paling belakang, agak kepojok. Jadi misalkan saya pengen nangis gara-gara ditolak tidak ada yang memperhatikan.

Saya menghela nafas, berusaha menguasai diri. Tapi jari jemari saya tidak bisa diajak kompromi, mereka bergetar dengan hebat nya. Sampai-sampai mau merobek amplop itu saja berkali-kali missed.

Setelah berjuang beberapa saat merobek ujung amplop dan memungut amplop yang terjatuh ke lantai dua kali, saya berhasil membuka nya. Dengan penuh kecemasan saya melongok ke dalam amplop itu dan mendapati paspor hijau kepunyaan saya. Tidak ada surat lain lagi disitu. Jantung saya pun semakin berdebar, seakan meronta mau keluar dari rongga nya.

Masih dengan gemetar hebat, saya raih paspor hijau di sudut amplop tersebut. Saya buka lembar demi lebar..... Saya pun kecewa....

Ternyata jodoh saya masih jauh !

Tapi di lain pihak, gembira rasanya hati ini luar biasa. Yess!!!!

Australiaaaaaa, ayem komiiiiiiiing..........

Lompat Kangguru

102 komentar:

  1. Selamat atas keberhasilan mendapatkan visa Australia-nya. Kami di sini pun sempat harap-harap cemas.

    Kapan berangkatnya, Mils?

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaallah 3 minggu lagi, pagit hehee...

      Hapus
  2. setdaah, perjuangannya mbak, dari menunggu sms, menghemat, sampe galau gara2 surat nikaaahhh ....

    wuihh, selameett y,, pulang bw jodoh donk, mbak ....hehhehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti jodoh ku kangguru donk klo ketemu nya disana hahahaa...

      Hapus
  3. buset deh baca postingan lo gw ikut2an deg2an.. bisa jadi referensi buat bikin visa. gw pengen jg tu ke aussie.. secara tiket airasia banyak bgt yg murah.. tunggu aku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tiket nya murah dan ngurus visa nya juga teryata ga sehoror isu yang simpang siur.. kayaknya klo menurut gw mah yg penting dokumen kita masuk akal gitu, ga di karang2 dan ga berlebihan hehee

      Hapus
  4. Wuiiihhh.....berakhir juga kegalauan lo, Mil..
    Gw jadi ikut2an mules :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh kok gw jadi anonim (~.~")

      Hapus
    2. yaelaaah.. lupa tulis nama yak hahaha..
      pst gara2 mules itu -____-"

      Hapus
  5. Selamat ya Mil, akhirnya bisa liburan ke Australia. Langsung liburan bareng Cipu di sana. Senangnya...Gak sabar menunggu cerita selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ma kasih rofiq, ayoo kapan kita mulai planning ke jepang. bareng yuuuuk... jd gw aman soalnya ada lu yg bisa bhs jepang.

      Hapus
    2. Ikutan dunk kalo mau jalan ke Jepang bareng...Yukkkssss.... :)

      Hapus
    3. ayuuuuuk... neng ocha juga pengen tuh katanya :p

      Hapus
  6. Gara-gara visa, postingan mila serasa di film horror deh hahaha...

    Oh ya, perjalanan ini biasanya pas libur kantor atau memang sengaja minta cuti say?
    Penasaran soalnya ^_^ hihihi

    Selamat atas keluarnya visa Aussie-mu ya say...ditunggu loh cerita perjalanannya kesana ^^ Have a nice trip, sweety!

    BalasHapus
  7. Wuidih ikutan keringat dingin bacanya mbak, asyiiiik jadi ke ostrali....
    ditunggu ceritanya ya mbak (>o<)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. asiiiiik... tungguin yah cerita nya, mudah2an kali ini enggak dodol lagi cerita jalan2 nya hahhaaa

      Hapus
  8. Gara-gara visa, baca postingan mila serasa nonton film horror!

    Oh ya aku penasaran, perjalanannya sengaja ambil cuti dari kantor, say?

    Selamat atas keluarnya visa Aussie-mu, have a nice trip, darling!

    Ditunggu cerita seru perjalananmu kesana ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. beuh ini aku yg ngalamin nya serasa lagi di dalam film horor pocong keramas -____-"

      ma kasih, mba mayya :D

      Hapus
  9. apapun yg terjadi, selama kaw pergi lilin ini akan tetap kujaga :d.

    -Lili-

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini gw pergi jalan2, bukan nya ngepet, lili -____-"

      Hapus
  10. horeeeeeee *minta oleh oleeeeeh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. oleh-oleh nya postingan gw aja yeeeee....

      Hapus
  11. Balasan
    1. Makan - makan masing2 di rumah masing2 yoooooooww.....

      Hapus
  12. Salam kenal mbak Mila..

    Gila, bacanya jadi ikutan tegang. Pengen berburu tiket ke Aussie juga, cuman ya gitu, takut masalah visanya.. Ternyata gak telalu horor ya ..

    Siap-siap berburu juga ah.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga Mas Surya. Tadi nya juga saya sempet ngeri karena isu yang simpang siur di internet dan dari denger2 gitu, tapi ternyata ga begitu serem kog. Walopun ga tidur seminggu :D

      Hapus
  13. Mil, kata temen gua kalo ke kamboja pun sebenarnya ga perlu Visa, itu kata temen gua yang anak Deplu. Mungkin karena kenek bus itu bego dan ga tau ASEAN makanya kita kena charge sekian dollar
    *masih ga rela*

    BalasHapus
    Balasan
    1. jyahahaa... tnyt lu masih aja dendam ama si kondektur itu gara2 salah nulis nama lu di form visa on arrival nya yak hahahahaa....

      Hapus
  14. Walah... ternyata rumit juga. Aku belum pengalaman dalam pengurusan Visa soalnya hehehe

    BalasHapus
  15. Yeaaaayyyy..... Congrats ya Miilll :)

    Tapi nunggu visa itu emang mirip sama nunggu pengunguman kelulusan sekolah ya, tegang dan deg-degan banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa... setara sama nunggu hasil UMPTN, klo pas lu namanya SPMB yak hahahaa.... *ketauan tuanya*

      Hapus
  16. asyik bisa jalan2 keman mana....
    sayangnya paspor ku di ambil ma pihak imigrasi malaysia alias kena deportasi hehehehe...
    salam persahatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah seru tuh gimana ceritanya bisa di tahan malaysia...
      pasti mas dedy keren nih, makanya mau di klaim sama Malaysia hahahaha....

      salam persahabatan juga ^___^v

      Hapus
  17. Hai, salam kenal...

    Huaaaa.. aku sampe baca berulang kali bagian terakhirnya, karena takut salah nangkep.. hihi.. Selamaaaat dapet visa Australia-nya.. ^___^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihii... salam kenal...

      ya aku rada kecewa siy gara2 uang nya ga jd hangus, jd nya ga jd deh diganti sama jodoh.. tp ga pa pa lah, jodoh kan bisa menunggu aku pulang dari ostraliiii hahahaa....

      Hapus
  18. Darling...kau ini...secara passportmu capnya banyak... pasti dapatlah.... gue aja dulu gitu ... selamat ya.... abis ini CANADA...yes?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oooh.. jd banyaknya cap di paspor itu pengaruh juga ya? soalnya temen aku juga ada yang bilang gitu :p

      pengeeeen ke canada, aku nabung dulu yah. Udah tau kog bikin visa nya dimana hehehe....

      Hapus
  19. milaaaaaaaaa.... tambah gokil aja ya.
    itu crta ttg nungguin pengumuman UMPTN sm menggalau waktu pedekate so true gitu, mwahaha...
    jadi ingat jaman2 ituhhh.... *coret2 tanah*

    selamat ya mila. ditunggu poto2, cerita2, n gebetan baru dari australi ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... aku hanya meyuarakan isi hati para perempuan wkwkkwkk....

      Hapus
  20. Wah, selamat ya Mila!!! Tanggal berapa ke Australia? Mau ke kota apa aja? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku mau ke melbourne, nanti kita ketemuan yaaaah.. kopdar heheee...

      Hapus
    2. tanggal brp Mila? aku tgl 3 ke Sydney soalnya ... ketemu di Sydney?

      Hapus
    3. Mba Winnie, apabila membaca ini...
      aku brangkat ke melbourne tgl 15 april.

      e-mail aku no hp dunks
      ke djamila.said@gmail.com
      hehehee..

      Hapus
  21. huaaaaaa,....milaaaaaa *peluk*
    ikuttt seneng, jgn lupa ceritanya nanti harus komplit-plit ya...
    futu-futu sm kang guru ya,... gak usah ikut loncat-loncat ahhh xixixi...:p

    selamatttt ya sist ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. *peyuuuukkk* ma kasih Mba Irma :*

      aku ga loncat2 kog ntar pas ketemu kangguru, paling ngumpet di kantong nya heheeee

      Hapus
  22. kaka mila ceritanya galau banget yah.. galaunya melebihi.. ehhmm.. ehmm.. *ganti topik*..
    ok.. congrats yah kak mila atas keberhasilannya mendapatkan visa ke aussie.. klo nafe masih menunggu untuk UAN tpi klo ga salah tanggalnya sama dengan keberangkatan kak mila.. jdi.. selamat liburan.. eh.. oleh2 nyanda usah yg mahal2.. cuma kang guru jo so boleh *eh* hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kang guru mah ke bandung aja.. banyak disana hehee

      Hapus
  23. gayaaa bener yang mau ke aussiee.. cieeehh cieeeehhh.. hebat yaaa meskipun tabungan nggak nyampe 50 jeti, tetep bisa berangkat. hahaha have fun deeeh #siriktingkatdewa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dooonk...
      dengan ini gw membuktikan bahwa traveler kere juga bisa sampe ke ausie.. hahahaa....

      Hapus
  24. Wah, congratz ya, ikut seneng km bs kesana, titip culikin & bungkus koala donk buat sy :p

    BalasHapus
  25. Waahhhh...selamat...akhirnya....Gw ikut2xan terhanyut membaca perjuangan Mila....

    BTW, ke Myanmar emang perlu visa yak?.... Kirain nggak perlu karena anggota ASEAN gitu....(yep...pertanyaan sama dengan dirimu)....Trus si Slamet bilang apa lagi Mil tentang ke Myanmar ini?..diriku berencana ke sana....baru rencana aja....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku juga baru tau. mungkin karena di Myanmar situasi politiknya lagi memanas hehee..
      aku juga pengen kesana, tapi ntar aja kalo sudah tenang lagi :D

      Hapus
  26. mbaaa... tabungan hrs berapa ya kira2?? serem nihh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia yang masih jadi misteri hingga saat ini hahaha..
      kalo aku waktu itu ada 20 jutaan di tabungan untuk 10 hari, tapi ada yang bilang 10 juta buat 10 hari juga cukup, ga tau yang mana yang bener. ada yang bilang juga sebenarnya yang diliat bukan jumlah total tabungan tapi aliran uang masuk keluar gitu. Tapi kalo menurut aku sih, ajuin aja dokumen yang jujur, klo niat bener insyaallah pasti di lancarkan hehehe...

      Hapus
  27. Bisa ikut merasakan suka duka dan gregetnya apply visa, udah sering bolak/i ke kedutaan2 asing macem2. Padahal udah bawa nama perusahaan krn kebanyakan buat business meeting (walo hari2 terakhir atau di sela-selanya pasti buat tourism siy), masih pula tetep ribet. Nelangsanya tuh rata2 temen2 punya passport yg ajaib itu, jadi ga pernah ngerti kalo diriku harus jauh2 hari ngelamar visa. Hhhh...pernah dapet visanya satu hari sebelum keberangkatan...hari2 terasa kelam karena bete..
    Kalo visit Canada, bilang2 yah...inep di rumahku Mil...
    -riri-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti doooonk.. nanti klo gw ke kanada lu yg pinjemin gw electric blanket yah hahahaa.... disana dingin bgt kan ya? *gadistropiskatrok*:p

      Hapus
    2. slam kenal mba riri n Mila, rencana mau ke canada vancouver, mau tanya dicanada ada penginapan semacam hostel yang seperti di ausie ga, posisi mba riri di kota apa...
      -dede-

      Hapus
    3. @dede: coba aja liat di hostelworld.com, harusnya sih ada ya.

      Hapus
  28. waaaah berarti keberuntungan banget ya dapet visa ostrali dengan "bekal" yang minimal tadi.

    jadi maju mundur nih mau ke ostrali

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya siy kalo baca kisah2 kegagalan orang2 kog aku malah ngerasa kemaren itu beruntung banget yak? hehehee

      Hapus
  29. mba milla mau share dong, aku juga mau ajuin visa ke aussie nih, tapi yg diminta itu rekening koran 3bln terakhir yah atau bisa buku tabungan sih? kan aku pakai uang pribadi gak punya rekening koran. itu gimana ya mba? mohon infonya tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa boleeeeh..

      itu maksudnya rekening tabungan biasa, tapi minta print out nya ke bank, istilahnya rekening koran itu catetan transaksi2 selama sebulan. Minta nya 3 bulan, gitu...

      klo yg mba maksud pst rekening koran giro yak wkwkwkwk...

      Hapus
  30. hahaha, jadi malu ane. sebenernya urus sendiri sama urus di travel agen sama aja gak sih mba, atau kalau di travel agen lebih gampang utk lolosnya, karena takut gagal jadi gak berani urus sendiri... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalo menurut survei saya sih sbnrnya pakai agen atau urus sendiri ga ada korelasinya sama diterima atau ditolaknya visa, soalnya baru2 ini sepupu aku urus visa ke jepang pke agen ditolak.

      bedanya ngurus pake agen itu ya karena kita ga perlu bolak-balik sendiri ke kantor kedutaannya gitu hehehe...

      Hapus
  31. Mila..gimana jalan2nya di Melb..April kan? Visanya kelar berapa lama Mil? aku juga lagi nunggu nih..alias lagi galau pisaann..tiap hari nge-klik track your visa website..tp blm ada update-an..menunggunya itu loh..sementara aku belum beli tiket takut kehabisan karna mau berangkat tgl 10 agustus..muless deh..anyway..kasih tau yaaa kira2 berapa lama musti galau and muless (Ria)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo aku kemarin pas 5 hari kerja sesuai sama keterangan di web nya, utk visa tourist 5 hari kerja. visa business 3 hari kerja. kalo buat study lebih lama waktunya. kemarin siy pas aku baca di web nya begitu.

      Hapus
  32. mba milaaa, numpang curhat, sedih banget euy visa turis aku ditolak, katanya sih alasannya karena arus uang, padahal rekening aku sampe lebih dari 50jt loh ditabungan aku, terus anehnya dia bilang juga karena gak ada pengalaman keluar negeri, padahal di passportnya udah ada stempel ke malaysia 2 kali dan ke singapura loh.... waduh jadi patah semangat nih, semua dokumen juga lengkap. gimana nih mba mila, kasih saran dong, krn aku mau coba ajuin lagi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin maksudnya arus uang itu dia mau lihat berapa jumlah uang yang masuk ke rekening rutin setiap bulannya (penghasilannya) dan berapa yang keluar setiap bulannya (pengeluaran), makanya kan syaratnya itu rekening tabungan yang aktif ada aktifitas masuk keluar uangnya.

      Jangan-jangan kamu masukin nya tabungan rekening kamu yang dipke buat khusus nabung, jadi ga ada pengeluaran rutin tiap bulannya ya?

      Waktu aku apply, jumlah uang di tabunganku ga sampe 50 juta, tapi itu rekening yang masuk gaji dan aku pake kebutuhan sehari-hari.

      Terus aku lampirin itinerary yang ada perkiraan budget nya, jd dia bisa tau kalo kita biasa traveling dan ga akan terlunta-lunta di sana. Dan di budget itinerary aku itu cuman perlu 20-an juta selama disana, jd kayaknya itu yg bikin aku lolos walopun uang ku ga ada 50 juta...hehehee...

      Coba aja lagi, kalau merasa dokumennya sudah komplit sih PeDe aja. tapi sayang juga ya uang nya sejuta hangus *hiks* *pukpuk*

      Hapus
  33. iya aku karena pertama kali bikin visa tadinya aku optimis karena dokumen yang aku lampirin sudah lengkap semua kok. pas gak di approve waduh kecewa banget deh... rencana bln depan mau jalan2nya, kalau mau ajuin lagi pastikan arus uangnya sama aja, rekeningnya memang yang rutinitas aku kok keluar masuk, dan aktivitas uang juga selalu pakai itu, malah aku bayar tiket bolak balik medan, dan kalimantan transfernya dari situ... bingung.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm... iya bener bingung juga ya, pdhal jumlahnya sih cukup tuh kalo buat satu bulan disana. Kalo tiket udah ada buat bulan depan ya sayang juga sih klo ga dicoba apply lagi.
      kmrn lampirin booking-an hotel ga?
      lampirin aja itinerary nya, di sana mau ngapain aja. Aku dapet tips itu dari temen aku.

      Hapus
  34. mba mila, aku mau backpacker sama temen2 ke melbourne, tapi bingung mau kemana2 aja krn blm pernah kesana sebelumnya, boleh minta schedule mba waktu ke sana, tempat2 yang menarik mana2 aja gak mba? buat rekomendasi. kalo boleh email aku ya mba, gabriela058179@yahoo.com
    tq

    BalasHapus
  35. dear mila,

    plisss siapa yg pernah apply visa ke canada? apakah caranya sama dgn mila..? dateng ke abda nya langsung aja or daftar online dulu mil?
    visa canada berapa lama ya prosesnya?
    apa bedanya visa turis single and double>>> hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya sama, mba. donlod formulir atau ambil formulirnya di Abda, trus di kumpulin di sana deh.
      aku blum pernah apply visa canada, tp di web nya harusnya sih ada tuh mba info2nya

      Hapus
  36. waaahhh.. ini bikin bulu kuduk gue terbaaang
    girang banget nih bacanya,, gue juga baca2 di postingan orang2 kalau minimal saldo rekening 50 jutrong buat bikin visa sebiji, sampe gue mau nangis darah itu tiket gue sama nyokap bisa jadi lumut di daerah pegunungan....

    doakann yaa penerbangan gue ke syd februari thn depan bisa diterima ! gue akan ngikutin jejak suhu satu ini.. abis galau terbitlah bahagia...

    amiiin!

    BalasHapus
  37. mba......lucu abisss hahahahah saya jg lg galau ni mau ngurus visa korea, bnyk mitos yg lbh serem dari pelem setan, dan bikin saya pede, trus ga pede lg, pede trus ancur lg,gara2 postingan mba, jadi pgn apply sendiri, ntr keberhasilanny saya ceritain lg ya disini. wish me luck mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin. semoga lancar ya mba honeyz

      Hapus
  38. Wah pengalaman yang luar biasa dari mba Mila. Sejauh ini saya belum benar benar berkunjung ke negara bule. Paling banter cuma sampai ke Kuala Lumpur saja. Hmmmm. saya banyak belajar nih dari pengalaman mba Mila. Saya ingin seperti mba. Bisa traveling gitu deh

    Eh ngomongin soal Thailand ya. Waktu di Kuala Lumpur ikutan Youth Conference Tahun 2009, saya ketemu orang Thailand. Saat di kantin saya berkenalan dengan mereka. Mereka kagum karena saya bisa menyanyikan lagu mereka. Judulnya LOi KratOng. Hiehiehiee. Seru mereka dengar suara cempreng saya nyanyi lagu itu. Tepuk tangan membahana. Hiheiheie jadi malu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah hebat Kang Guru bisa nyanyi lagu thailand, aku cuman bisa Sawatde kaa

      Hapus
  39. salam kenal mba mila,
    jadi ikutan mules dan gregetan ngebacanya. belom pernah keluar negri sama sekali nih, baru berencana taon ini ke thailand. itu juga mau pake tour, kayaknya deg-deg seerrr juga yah kalo pergi ndiri tanpa travel. takut di jahati orang asing hehehe. anyways selamat yah atas keberhasilan visa nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalo kita ga jahat sama orang sih mudah2an ga akan dijahatin orang asing juga ya mba hehee...
      selamat jalan2 ke thailand :D

      Hapus
  40. salam kenal mba mila,
    jadi ikutan mules dan gregetan ngebacanya. belom pernah keluar negri sama sekali nih, baru berencana taon ini ke thailand. itu juga mau pake tour, kayaknya deg-deg seerrr juga yah kalo pergi ndiri tanpa travel. takut di jahati orang asing hehehe. anyways selamat yah atas keberhasilan visa nya.

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. halo mba milaaa.
    muka saya jadi pasif pas baca postingan ini. heart beat fast pokonya haha
    btw aku punya rencana pngn ke korea taun besok(insyaallah amin), tapi masih ragu karna takut ribet ngurusnya :/ soalnya blm ada pngalaman juga

    BalasHapus
  43. mba mila, jadi intinya jadi berangkat kan ke aussi ??? .. aku mau mendatangkan kekasih aku ke prancis (karena skarang aku di prancis) nah yang bikin aku deg2an, itu rekening koran :( waktu mba mila nominalnya berapa yaaa?? .. hmmmmm aku galau juga nih.. kira2 di kedubes prancis di JKT berapa yaa ? ada referensi ga mba ?

    BalasHapus
  44. wah berarti jangan sering2 keluar negri lagi deh, nanti galau lagi sama visa nya :P

    BalasHapus
  45. Browsing tentang pengurusan visa ke myanmar, nyasar ke sini deh saya, jadi ingin kenalan dengan Mbak Mila. Skrg udah pulang donk dari Ostrali ya Mbak? :)
    Salam kenal.

    Alaika

    BalasHapus
  46. Sepertinya saya gak bakal bisa menginjakan kaki di australia dan mewujudkan mimpi kerja disana tanpa sponsor ato penjamin... Dana sendiri/kluarga ga bakal bisa. #needsponsordesperately T^T

    BalasHapus
  47. Wah bener bgt mbak soal penderitaan sbg orang indo dlm ngurus visa. Aq kira cm aq doank yg ngrasa gitu. Dan kadang ngrasa ga adil dan merasa terdiskriminasi :p. Dan betapa enak n beruntungnya jd warga eropa atau US yg dg enaknya nglancong ke sana sini, dan volunteer atau kerja kesana kemari. Sementara orang indo slalu berat di visa :(

    BalasHapus
  48. Jangan galau donk...

    BalasHapus
  49. Hi...
    Alhamdulilah tak terkira..
    Visa pertama aku cuma butuh 4 hari ( jan 2013 ) dan uang tabungan gak lebigh dari 20 juta, tp memang ada surat sakti dari temen disana yang menjamin untuk mengakomodir tempat tinggal dan lain lain..

    Trus.. visa ke 2 yaitu bulan Oct 2013 , nah ini yang bikin deg degan.. butuh waktu 12 hari kerja cuy.. ngeri khan..
    tp alhamdulilah lancar jaya tuh.

    Good luck untuk visanya yaa..

    BalasHapus
  50. Hi...
    Alhamdulilah tak terkira..
    Visa pertama aku cuma butuh 4 hari ( jan 2013 ) dan uang tabungan gak lebigh dari 20 juta, tp memang ada surat sakti dari temen disana yang menjamin untuk mengakomodir tempat tinggal dan lain lain..

    Trus.. visa ke 2 yaitu bulan Oct 2013 , nah ini yang bikin deg degan.. butuh waktu 12 hari kerja cuy.. ngeri khan..
    tp alhamdulilah lancar jaya tuh.

    Good luck untuk visanya yaa..

    BalasHapus
  51. Waduh Mbak...! aku baca blog ini pas besok paginya aku mau apply visa ke OZ jd tambah merinding...
    Documen seh di dukung penuh ma Sponsor dr WN Australia sono,tp tetep ja masih gebyar gebyur nih jantung. kalo iya diterima,gw sujud sungkem bersyukur,teriak kalao perlu :D.
    nah kalo ditolak....wedeeewwww....bisa nangis dijalan neh....sebodo amat ma yg ngliatin <---nangis dgn PDnya...

    tp blog nya oke punya neh,mohon doa nya ja biar diterima...Amiin ya rabbal alamin

    BalasHapus
  52. ihh seru bacanyaaa.memang yaaa, visa negara2 bule ini slalu aja bkin dag dig dug mw apply ;p Sukurnya sih, slama ini aku jg blm prnh ditolak even utk schengen, pdhl rek tabungan jg ga nyampe nominal yg ditetapin agen2 itu ;p Gimana ga, lah sistem nabungku slama ini, 11 bln nabung, 2 minggu diabisin utk traveling ;p.. Ampe lebaran kuda juga g bakal banayk2 hihihi...

    tetep semangat apply visa2 yg lain yaaaa ^o^

    BalasHapus
  53. gw rasa ada faktor keberuntungan dan juga doa. visa Oz gw baru aja kelar minggu ini. gw belum pernah ke luar negeri sama sekali. dapet viza Oz untuk 3 tahun. sampai sekarang gw masih terbengong-2 hehehehee......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mb July,

      Ko bisa kereeennn dah... bisa share syaratnya mb ^^

      Thx be4
      Sari

      Hapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  55. akuuuu pun sedang galau sangat! baru submit visa australia 2 hari yg lalau , gak kebayang harus menggalalu sampai 13 hari kedepan .....

    BalasHapus
  56. Hi Mb,

    Lam kenal ^^
    Visa turis bisa buat 3 bulan gak sih?
    msh galau mau apply visa turis

    Thx Be4
    Sari ^^

    BalasHapus
  57. Mb Mila,

    Boleh share itin yg ke OZ gak hehe..

    Thx
    Sari

    BalasHapus
  58. Bantu buat Kartu Kredit BANK BNI dengan beragam fasilitas dan diskon, free iuran tahun pertama di manapun anda berada di seluruh pelosok nusantara Kartu Kredit BNI, adalah Kartu Kredit BNI MasterCard dan BNI VISA, baik Kartu Biru, Emas
    maupun Platinum berikut Kartu Tambahannya.
    100% berkas aman cukup fc ktp.slip
    gaji/skp kartu kredit npwp
    khusus karyawan gaji min 3 jt perbulan.owner lampirkan fc ktp siup dan npwp bila memiliki kartu kredit bisa dilampirkan
    proses maks 10 hari kerja.Diskon 15% untuk makanan dan minuman dengan minimum transaksi Rp 150.000,- dan maksimum transaksi Rp 2.000.000,-.
    Diskon 20% untuk menu makanan Hot Kitchen (tidak termasuk Toast/Honey Toast/Beverage) dengan minimum transaksi Rp 150.000.- dan maksimum transaksi Rp 2.000.000,- (sebelum diskon, pajak dan servis).
    Garuda Indonesia Travel Fair 2014, kerjasama Bank Negara Indonesia dengan Garuda Indonesia, one stop shopping untuk paket wisata Anda dengan harga spesial menggunakan Kartu Kredit dan Kartu Debit BNI.
    Diskon cicilan 0% selama 3 & 6 bulan atau cicilan bunga ringan 0,8% selama 9 & 12 bulan dengan transaksi minimum Rp 1.000.000,-
    Hemat hingga 50% atau maksimum Rp 1.000.000,- dengan BNI Reward Points.
    Informasi lebih lanjut hubungi BNI Call 500046 atau 021-500046/68888 dari ponsel.atau dengan marketing kami cabang BNI SEMARANG
    chairul sarto utomo via sms telp
    085229348635, 085600125176 pin bb 3166854C. TELP KANTOR ( 024 ) 33051946 FAK 024 86455931

    BalasHapus

Share it

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...