Jumat, 08 Januari 2016

Flashback tahun 2015

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya semenjak saya memulai blog ini di tahun 2008 saya selalu membuat catatan akhir/awal tahun. Di tahun 2016 ini postingannya memang agak telat karena sudah satu minggu berlalu sejak pergantian tahun saya baru ada kesempatan update blog lagi.

Awal tahun 2015 saya lewatkan di Unit Gawat Darurat RS Persahabatan karena ada insiden yang terjadi menjelang detik-detik pergantian tahun di rumah saya yang cukup memacu adrenalin. Saat itu saya hanya mengantar tapi harus menunggu sampai pagi di dalam ruang itu. Sangat berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya lewatkan dengan tidur nyenyak, malam tahun baru 2015 saya sama sekali tidak tidur, malahan menyaksikan korban-korban kecelakaan motor, korban tawuran dan korban petasan hilir mudik di ruang UGD. 

Momen memacu adrenalin diawal tahun itu ternyata merupakan awal dari sulitnya tahun 2015 bagi saya. Perlambatan ekonomi dan pergantian posisi politik yang mengakibatkan banyaknya kebijakan-kebijakan yang berubah atau tidak jelas ditambah dengan perekonomian dunia yang secara umum memang lagi susah membuat usaha saya juga jadi susah. Prestasi terbesar di tahun 2015 kemarin untuk saya adalah bertahan atau survive

Walaupun tahun kemarin mungkin adalah tahun yang paling sedikit travelling untuk saya dalam 8 tahun terakhir tapi saya sempat mendaki puncak Merbabu. Sisa waktu luang yang ada saya pergunakan untuk berkebun dan lari. 

Tahun 2015 di bulan agustus bertepatan dengan tanggal ulang tahun, saya berhasil mencapai jarak 10km pertama saya. Saya dan kawan-kawan yang hobi lari juga mencari track-track lari baru di tempat-tempat yang seru. Besok-besok saya akan share rute dan track lari seru yang pernah saya coba. 

Semakin banyak aktifitas fisik di tahun kemarin, walaupun sedikit travelling, saya merasa semakin fit. Selain itu karena sejak beberapa tahun lalu saya bertekad membatasi bahan-bahan kimia yang masuk ke tubuh, jadi saya tidak lagi mengkonsumsi obat kalau sakit, tidak lagi menambahkan gula di kopi atau teh saya dan mengurangi drastis makan atau minum produk kemasan. Awalnya saya sempat kena flu tapi tetap tidak minum obat, saya hanya banyak konsumsi buah dan tidur lebih cepat, tidak perlu waktu lama saya merasa daya tahan tubuh saya menguat dan hingga sekarang sudah tiga tahun saya tidak pernah sakit, Alhamdulillah yah.

Sejak mulai menanam tomat di pertengahan tahun 2014, saya jadi suka banget bercocok tanam. Dari hanya tanaman tomat saya mulai merambah menanam sayur-sayuran lain seperti terong ungu, sawi, kangkung, bayam, kacang panjang, okra, ubi dan bunga marigold. Di akhir tahun 2015 kemarin saya sempat posting rencana kebun saya untuk tahun 2016, awal tahun ini pun diawali dengan baik karena setelah beberapa kali mencoba menanam benih bunga matahari dan gagal, kemarin salah satu benih bunga matahari yang saya tanam di awal tahun berkecambah.

Menghadapi masa-masa sulit sepanjang tahun, ada hal yang saya sadari. Saya banyak berubah. Saya mulai menabung bukan untuk jalan-jalan. Walaupun saya sempat hampir kehilangan semuanya, tapi sepertinya saya sudah sangat terbiasa kehilangan apa yang saya punya, jadi di momen-momen saya harus melepaskan tabungan saya itu tanpa ada kepastian akan kembali saya ikhlas kalau memang harus kehilangan. Untungnya sih balik. Seperti yang pernah saya posting di tahun 2014 bahwa hidup ini kayak traveling, semakin banyak barang/beban yang harus dibawa maka travelingnya jadi ribet dan berat. Tapi kalau kita bisa memilih untuk membawa apa saya yang benar-benar kita butuhkan sehingga bawaan kita ga banyak, perjalanan akan jadi lebih simpel dan ringan. Apalagi kalau bisa benar-benar jalan dengan hanya bawa diri sendiri - maybe that's what true freedom is, kita gak takut kehilangan apa pun lagi kalau kita ga punya apa-apa.






20 komentar:

  1. Wah hobinya nda sama donk. Saya nda suka Lari. Wahahhaha Khusus yang satu ini kita tidak sama. Tidak something in common lah kira kira. Nyhihihihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ga pa pa kalo nda sama :)

      Hapus
  2. semoga 2016 lebih baik yah Mil

    BalasHapus
  3. Sudah lama pengen hidup sehat, tapi susah banget memulainya...padahal perut udah membuncit... T,T

    BalasHapus
    Balasan
    1. mulai nya memang berat tapi lama2 jadi enteng karena udah jadi kebiasaan kog

      Hapus
  4. Awal tahun 2015, sbenarnya aku juga maum muncsk Merbabu. Eee...malah Mas Pacar ngelamar. Hahaha Yaudah, sampai skrg blm kesampaian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ajak aja mantan pacarnya hehee

      Hapus
  5. setuju bgt sama kata-kata terakhir,, orang paling kaya adalah orang yang nggak punya apa-apa,, karena nggak bakal kehilangan apa-apa

    BalasHapus
  6. Nice inspiring story. Saya sukanya sepedaan but sudah lama jg nggak rutin olahraga. Yuk terus berbagi dengan ngeblog, semoga semakin lebih baik dari hari ke hari... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin :)

      saya juga ada rencana mau beli sepeda

      Hapus
  7. totally agree with your quote :"kita gak takut kehilangan apa pun lagi kalau kita ga punya apa-apa".

    setelah berbagai tempaan hidup atau bisa dibilang "pengalaman" (?), manusia akan survive, klo sudah begini, kehilangan harta? kita bisa bilang, bisa kok dicari lagi. eehh kita? gw aja kaleee.. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, karena sejatinya pa yang kita punya di dunia ini cuma titipan hehee

      Hapus
  8. semoga 2016 ini lebih baik lagi

    BalasHapus
  9. Ah mil, aku ketinggalan banyak cerita.
    Ya apapun kehilangan itu, kalo emang masih rejeki, ga akan kemana.
    Ya dibalik semua peristiwa yg indah atau agak menyesakkan, pasti ada hikmahnya. *sok bijak
    Btw, aku suka sama cerita princess garden, ditunggu sequelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. soal kebon pasti aku posting terus, mudah2an tiap sebulan ada satu yang ttg berkebun. :p

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...