Jumat, 07 Februari 2014

Blue Mountains yang (ternyata) tidak biru

Setiap pergi ke tempat baru, saya selalu bernafas lega kalau menemukan suatu logo yang familiar, misalnya kayak KFC, McD, Burger King, Starbucks. Rasanya seperti menemukan teman yang saya kenal di tempat asing. Paling tidak mengurangi perasaan ngeri saya terhadap uncertainty suatu tempat asing. 

Ya. Saya selalu ngeri kalau mau pergi ke tempat yang  baru. Biasanya semakin mendekati lokasi saya makin deg-deg-an, adrenalin rush gitu kayaknya, perasaan ngeri yang bercampur dengan excitement. Itulah yang saya rasakan di dalam kereta dari Sydney menuju Blue Mountain, pandangan saya memang terlempar ke luar jendela tapi pikiran saya berkecamuk di dalam. Kayak apa disana? Mau ngapain disana? Apa disana ada peta turis? Apakah saya bakal nyasar? Apakah uang yang saya bawa cukup? Apakah orang disana galak-galak terus saya bakal dijutekin? 

Keluar dari Stasiun Katoomba saya mengamati kondisi sekitar. Tampaknya stasiun itu terletak di pusat pertokoan dan rumah makan yang mungil-mungil dan rapi. Di antara kios-kios itu saya melihat logo yang familiar, tulisan merah Hop On - Hop Off. Logo sebuah perusahaan bus pariwisata yang punya cabang dimana-dimana, saya pernah coba naik sekali waktu ke Kuala Lumpur. Setelah bernafas lega karena menemukan satu hal yang familiar, saya langsung menghampiri dan masuk ke dalam nya.

Di depan pintu masuk terbentang meja panjang yang lebih tinggi sedikit dari dada saya, seperti meja teller di bank. Mba-mba di belakang meja itu menyapa saya dengan ramah, saya menghampirinya dan langsung dijelaskan tentang rute tur yang ditempuh sama bus hop on hop off itu. Rute bus itu mengelilingi daerah pegunungan "biru", berhenti di sekitar 20-an spot yang tertera di peta. Spot itu macam-macam, ada titik tempat treking (ada petanya, jarak dan ada level kesulitannya juga), rumah makan, atraksi utamanya yang bernama echo point dimana ada 3 batu berjajar yang disebut Three Sisters, dan tempat wahana seru.

Kita gak harus turun disemua point yang tertera di peta itu, lagian gak akan cukup buat satu hari. Kita boleh pilih mau turun di tempat mana yang buat kita menarik dan kalau mau naik bus lagi kita tinggal cari point pemberhetian bus hop on hop off yang terdekat, bus akan lewat di jadwal-jadwal yang sudah di tentukan dan tertulis di buku panduannya. Di buku panduannya juga komplit, objek wisata apa aja yang bisa kita lihat seperti air terjun dan tempat lookout dengan pemandangan memukau ada di situ, lengkap dengan peta dan foto juga. Dari gak tau apa-apa dan nekat pergi ke Blue Mountain, melihat buku panduannya itu langsung tau semua. Komplit. 

Saya langsung beli tiket terusan  buat naik hop on hop off seharian keliling Blue Mountain dan tiket masuk wahana. Komplit. 

Ketika saya lagi transaksi muncul dua orang turis amerika yang bareng sama saya di kereta, yang perempuan langsung ngomong, "eh disini juga," pake bahasa inggris tentunya. Saya nyengir sebentar dan langsung ngacir ke bus tingkat warna merah yang parkir di seberang jalan. 

Pas saya naik, sopir bus nya -bapak gendut yang ramah, langsung menyapa dan nanya saya dari mana. Saya jawab dari Indonesia. Semua penumpang yang naik di tanya sama bapak sopir itu asalnya dari mana. Dua turis amerika masuk, ditanya. Sepasang turis yang sudah tua masuk, ditanya, mereka bilang dari Itali. Satu turis laki-laki masuk, ditanya, dia jawab dari India. Ketika bus mau berangkat pak supir menyapa seluruh penumpang dalam bus dengan cara mengucapkan "Howdy" dalam bahasa negaranya masing-masing - Indonesia, Amerika, Italia, India. Untuk Indonesia, pak supir bilang : "Apa Kabar? Selamat datang."

Mendekati point pemberhentian yang ada air terjun nya saya memutuskan turun. Sebelum saya turun Pak Supir sempat memberi petunjuk arah ke air terjunnya, katanya sih gak jauh tapi jalannya menurun tajam dan agak licin jadi dia bilang, "hati-hati," dalam bahasa Indonesia.   

Udara semakin dingin menusuk waktu saya turun bus, saya mengeluarkan jaket dari daypack padahal saat itu saya sudah mengenakan sweater. Pakai baju lapis-lapis gitu juga masih terasa dingin banget buat saya. Tapi segera setelah saya melihat sekeliling saya yang indah banget, langsung lupa sama dingin. Jadi ada bangku kayu di bawah pohon yang menguning karena musim gugur, terus di bawahnya itu berserakan daun-daun kering yang berguguran - cantik bangeeetttt. Saya pun langsung foto-foto sendiri. Saat itu saya sendirian, bener-bener cuman saya dan alam ostrali musim gugur, bahagia.


Puas foto-foto kaki di antara daun-daun berserakan saya mengikuti tanda penunjuk arah menuju air terjun. Jalan setapaknya menurun dan berakhir mengecewakan karena ternyata air terjun nya jauh dan jalannya udah buntu. Jadi air terjun nya itu adanya di tebing seberang. Lagi iseng-iseng cobain fitur foto panorama di kamera saya, datanglah sepasang bule. Yang cewe pake baju dress terusan warna hitam yang lengannya pendek, sementara saya bajunya berlapis-lapis dan masih kedinginan tu cewe nyantai aja. Mereka senyum ke saya, dan saya ga mau membuang kesempatan itu untuk minta tolong salah satu dari mereka fotoin saya di depan air terjun. Ya beginilah nasib nya kalo pergi jalan-jalan sendiri, kalau mau foto musti tongsis - tolong sis.

Mba-mba bule tahan dingin itu menghitung, " one, two, cheese!" Tiba-tiba saya merasakan perih di bibir yang kering ketika saya berusaha menariknya untuk membentuk suatu lengkung di wajah yang bernama senyum. Senyuman pun berubah menjadi ringisan. Bibir kering saya pecah karena hawa dingin.

Meringis

Setelah mengucapkan terima kasih saya kembali ke tempat pemberhetian bus untuk menunggu bus berikutnya. Tujuan selanjutnya adalah ke suatu tempat bernama Scenic World. Tiket terusan bus hop on hop off yang saya beli termasuk paket naik 3 macam wahana di Scenic World itu. Ada Scenic Cableway, Scenic Skyway dan Scenic Railway yang diantaranya ada Scenic Walkway.


Scenic Cableway, semacam gondola besar yang nyebrangin lembah

Lantai nya kaca, view langsung ke jurang bikin merinding

Scenic Railway, semacam roller coaster yang menukik 

Scenic View

Keretanya Scenic Railway

Scenic Walkway

Scenic Skyway

Dalemannya Scenic Skyway
Saya dapat dua orang kawan baru di Scenic World ini. Kita  kenalan di wahana pertama, Scenic Cableway, sejak itu kita jalan bertiga. Dua orang kawan baru saya itu adalah dua perempuan filipina sebaya saya yang bekerja di Singapura. Mereka orangnya asik, jadi kita langsung nyambung, belom ada 5 menit kenal udah cekikikan bareng. Dari Scenic World kita bareng lagi naik bus untuk makan siang, lanjut ke Echo Point untuk melihat Three Sisters.

Bersama dua orang kawan baru di depan batu Three Sisters (3 batu di kiri belakang)
Dua kawan baru saya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan mereka di Three Sisters, sementara saya masih betah di Blue Mountain, jadi kita berpisah di bus - saya turun di salah satu tempat untuk trekking menghabiskan waktu hingga sore, mereka lanjut ke stasiun katoomba lagi. 

Udara semakin dingin dan berkabut, saya merasakan rambut saya mulai lembab karena uap kabut yang mengandung air, tapi saya tetap bersemangat menyusuri jalan setapak yang sepi. Saya terus jalan sendiri melewati pohon-pohon yang daun-daunnya rimbun di kanan kiri saya, terus mendaki bukit yang di kiri kanan saya hanya ada batang-batang pohon gundul tanpa daun, meniti seruas jalan di pinggir tebing yang langsung berbatasan dengan jurang, duduk sebentar di bangku memandang ke lembah Blue Mountain yang ternyata ga biru-biru amat kalau dilihat dari dekat.

Selfie jalan2 sendirian di hutan


Jalan setapaknya

jalan di tepian tebing

Disini tempat duduk sambil berkontemplas dengan alam *tsah

Akhir jalur treking

Model rumah di Blue Mountain

Ujung jalur treking ini berakhir di komplek perumahan yang rumahnya dari kayu-kayu. Saya duduk di bangku shelter pemberhentian bus sambil mengkhayal gimana rasanya kalo tinggal di komplek rumah model kayak gitu. Tidak lama bus hop on hop off merah muncul, ketika pintu dibuka ternyata sopirnya pak gendut yang di bus pertama, dia langsung menyapa ramah sambil nanya mau kemana lagi. Saya jawab, mau ke stasiun. Di perjalanan pak sopir itu sempat cerita kalau dia dan istrinya baru saja pulang liburan dari Bali dan Jakarta, sempat pamer juga beberapa kalimat bahasa Indonesia yang dia bisa dengan aksen aussie  nya. Lumayan bikin saya ngakak.






53 komentar:

  1. sopirnya ga kalah sama tukang becak malioboro. enak bener ngomong was wes wos kalo ada penumpang bule. giliran aku yang mau naik malah disapa, "maap ga ngerti bahasa afrika, om..." *maksutloh...

    gunung biru mah bawaanku kalo jepret landscape. mau gimna caranya tetap aja gunungnya keliatan biru... *katrok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh gunung kl dari jauh emang jd biru yak. Bener juga tuh om brarti blue mountains ya?

      Hapus
  2. uwaaa seru banget mbk,berasni juga ya jalan2 sendiri,kalo saya ampunnn hehe....apalagi naik kereta yang pijakannya kaca,uuwwhhh....balik arah ajalah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seruuuuu ituuu... Awalnya kita ga tau kalo kaca transparan, pas udah ditengah baru di buka tutupannya trus disuruh liat kebawah hahahaa

      Hapus
  3. arrghh saia sebel klo berkunjung kesini, isinya jala-jalan terus kan bikin mupenggg mbaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaaah namanya juga blog jalan2 hihihihi

      Hapus
  4. bisa pas gitu yah Mil, dapet 2 kawan baru di three sisters... passs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bule yang motoin juga komennya three sisters at the three sisters

      Hapus
  5. Sopirnya keren Mba. Ga ada foto bareng? Its like really only you and ostralian nature. Keren. Penasaran pengen banget jalan sendiri gitu Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya beneeerr... Kenapa ga ajak foto bareng tu sopir yak? Ah suka telat mikir gw hahahaa

      Hapus
  6. wow, ada ya yang namanya scenic skyway? Gondola aja belum pernah nyoba, padahal ngebet. Treking di hutannya seberapa jauh tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga tau berap kilo nya sih, tapi se jam gitu deh jalan santai

      Hapus
  7. gag takut ya mil jalan2 sendiri di hutan gitu? aman ya? ga ada 'orang' liar yang jahat? *parno tingkat tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, jangan sampe ketemu yang kayak gitu lah

      Hapus
  8. wah, hebat sopirnya nyapa pakai bahasa indonesia, hihihi. indah banget ya pemandangannya. dan kayanya lantai kacanya emang bikin merinding :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kaget sopir nya bisa banyak bhs indonesia wkwkwkwk

      Hapus
  9. Ih, benar banget tuh. Aku kalau pergi ke suatu tempat, pasti banyak pertanyaan yang berkecamuk di kepalaku. Bagaimana keadaan disana? Uangnya cukup atau tidak? Gimana Transportasi dan blablaba lainnya. Kalau sudah begitu, rasanya antara ingin pergi atau mengurungkan niat.

    Dari yang kubaca, kok berani banget ya menyusuri hutan sendirian. Apa nggak ada sesuatu yang membahayakan tuh? Secara kalau di Indonesia sendirian menyusuri hutan, horor banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hutannya gak hutan beneran kayak disini, udah dibikin jalur2 khusus buat wisata gitu

      Hapus
  10. Wah, supirnya banyak duit juga ya sampai ke bali segala?
    Ngeri banget lihat Scenic Railway,ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di bali tu pak sopir jadi orang kaya hihihihi

      Hapus
  11. Super keren, backpaker sejati tuh.. bikin ngilerrrrr pengen kesana

    BalasHapus
  12. aku naksir rumah di blue mountainnya mila, so cuteeee dan terlihat sgt nyaman.
    I wish I have one >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa... Manis banget ya, aku juga pengen. Kayak di film2 kartun disney gitu ya

      Hapus
  13. Vey: beh... mbak mila gak takut tuh treking di hutan sendirian? cewek backpacker apa gak bahaya tuh sis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak bahaya kalo ga terjunin diri dari jurang sih hahahahaaa

      Hapus
  14. Are you feelong blue my dear? If yes, I will fly into your heart

    BalasHapus
  15. kereeeennn.....
    itu kok sepiii banget ya, gak ada pengunjung lain
    jadi enak, bisa menikmati pemandangan secara leluasa

    kapaaaaaan aku bisa ke aussie yaa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kesana pas lagi ga musim liburan, jadi emang sepi. Kalo musim liburan rame katanya

      Hapus
  16. keren mbak keren,.. hanya bisa menikmati keindahan nya lewat tulisan,, sambil ngiler,.. *pengen :D

    BalasHapus
  17. ngeri kalau melihat ke bawah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jantungnya kayak mau jatoh gitu

      Hapus
  18. Itu Pak sopirnya brarti udah biasa yah ketemu turis Indonesia?

    BalasHapus
  19. Keren yah sopirnya :D Berasa gimana gitu yah dinegara org ketemu bule yg nyapa pake bahasa kita.

    Btw, kereen banget dirimu Mil berani jalan2 sendiri begitu.. Sayang gw penakut..huhu.. Bukan takut orang sih, takut syaiton masak..haha :p *cupuu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya pasti kayak org bule kalo ke sini ketemu orang indonesia ngomong bahasa inggris :))

      Hapus
  20. tuhh kan Mbak, gak ada teman narsis jadi harus tongsis, gak ajakin saya siih Mbak, xixiix.

    anyway itu view kursi dibawah pohon dan bertabur daun2 yg berguguran kereeenn bannget, kayak di cerita2 ajah yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah kamu kalo diajakin ga pernah mau

      Hapus
  21. seram juga ya mba lantainya kaca

    BalasHapus
  22. Keren, mbak :D. Jadi ingin ke blue mountain. Etapi, itu kaca yang bisa lihat ke jurang langsung, bikin merinding ya -__-"
    Salam hangat dari Surabaya, Mbak :)

    BalasHapus
  23. meringisnya ttp manis kok.. :D
    itu lantai kacanya pasti bikin kaki gemeteran.. hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin dengkul lemes mba hahahaa

      Hapus
  24. OOo... jadi blue mountains itu adanya di Ostrali to?
    BTW itu pak supir canggih bener... berapa bahasa dia kuasai ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya ada contekannya mba hahahaa

      Hapus
  25. Aku paling suka foto yang tentang daun2 berguguran itu...
    Cantik sekali. Aku ijin save ya? Boleh kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget mba, kalo mau yg ukuran file nya besar aku e-mail deh

      Hapus
  26. Tongsis - tolong sis. Bener juga sih, hihihi..
    Ah Mila, besok-besok kantongin lipbalm ya, kesian kalo bibirnya sampe pecah gitu.. -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bawa sih, tapi ditaro di koper ihiks

      Hapus
  27. itu efek distorsi atau apa ya?? apa gw baru sadar kalo hidung lu emang gede?

    so, mana foto lu pas guling-gulingan di daun?

    BalasHapus
  28. wah asik ni gan jln2nya

    lbih asik lgi klu visit dblog ku heheh :p

    BalasHapus
  29. Ternyata warna nya beda dari namanya hahaha, btw nice view :)

    Download film free

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...