Senin, 17 Agustus 2015

Talas and bakso and everything nice

Ingat Pagit? Salah satu kawan jalan-jalan saya yang sering banget muncul di blog ini. Pagit sendiri juga punya blog dengan alamat sugarandspiceandeverythingnice , which is kalau kenal Pagit pasti sepakat kalau judul blognya itu merepresentasikan karakternya. Akhir tahun lalu kami mencari innerpeace di Lombok. Tahun sebelumnya kami jalan lebih jauh lagi ke timur, ke Flores. Dimana Pagit yang hampir pingsan karena masuk hutan demi air terjun terselamatkan di tengah jalan oleh rombongan bapak-bapak peneliti dari Bandung yang ternyata adalah kawan dari bibinya Pagit. 

Nah, libur setelah lebaran kemarin Pagit mengajak untuk berkunjung ke kota tempat tinggalnya di Bogor. Kebetulan waktu itu Lili - teman kami yang sama-sama pernah barengan di satu kantor, mau berkunjung ke Bogor. Saya langsung bilang iyess. Segampang itu karena saya memang gampangan. 

Saya mengajak Chacha yang sebelumnya belum pernah naik kereta commuter line sampai ke Bogor. Semakin ramai karena saya dan Chacha mengajak Tince a. k. a. Kartini, salah satu kawan jalan-jalan saya yang asik juga. Saya dan Chacha janjian ketemu dengan Pagit dan Tince di stasiun Bogor. 

Meeting point di KFC seberang stasiun. Tepat setelah Chacha menghabiskan cemilan spagetti nya, datang Pagit, Lili dan Susi. Tince datang setelah Pagit selesai menceritakan pengalaman terbarunya dijambret motor di dekat komplek rumahnya. Beberapa lama kenal sama Pagit kayaknya kehidupannya seru banget. 

Waktu itu ketika Pagit baru pulang dari jalan-jalan ke Philipina, dia sempat ikut menolong ibu-ibu mau melahirkan tengah malem. Jadi waktu itu dia sampai di Bogor tengah malah, lagi naik angkot menuju rumahnya ketika di tengah jalan ada sepasang suami istri dipinggir jalan, istrinya tampak pucat. Ternyata istrinya mau melahirkan. Pagit, satu-satunya penumpang di angkot itu langsung turun dan membantu mengangkat ibu-ibu itu. 

Sampai di bidan terdekat Pagit turun mengetuk pintu klinik tapi tak ada jawaban, sehingga dia harus memutari bangunan tersebut dan menggedor pintu belakangnya. Bidan langsung terbangun dan membuka kliniknya, Pagit secara heroik kembali membantu si ibu turun dari angkot sampai ke tangan bidan. 

Waktu dijambret pun Pagit dengan heroik nya sempat adu tarik tas dengan pencuri yang ada di atas motor hingga terjerembab dengan tali tas yang putus masih digenggamannya. Peristiwanya terjadi tidak jauh dari rumah Pagit, di komplek sebelah. Pagi itu, seperti pagi-pagi biasanya dia lagi jalan menuju stasiun kereta mau berangkat ke kantornya. Di jalan yang sepi tiba-tiba ada pengendara motor dari belakang yang meraih tasnya. Sempat terpikir oleh Pagit kalau itu tetangganya yang lagi iseng pura-pura menarik tasnya, tapi ketika dia menarik kembali tas itu si pengendara motor malah menariknya lebih kuat, Disitulah terjadi adegan tarik menarik seperti lomba tarik tambang 17 agustusan.

Ketika Tince tiba, kami semua langsung bergegas meninggalkan KFC. Tince sempat nyasar ketika keluar dari stasiun Bogor karena memang sedikit membingungkan dan jalannya berputar-putar. Kami semua naik mobil Pagit menuju pusat jajanan yang terletak di sebelah Bogor Permai. Saya langsung tertarik sama gerobak yang jual Laksa Bogor. Baru kali itu saya makan Laksa Bogor, isinya lontong, tauge, telor rebus, tahu, suwiran ayam, kuah nya mirip soto tapi ada wangi-wangi yang beda. Dessertnya Es Sekoteng yang isinya kelapa muda, alpukat dan biji merah delima, seger banget.

Tujuan berikutnya ke Jalan Surya Kencana. Susi yang baru pulang dari urusan kerjaan di Los Palos secara masif, sistematis dan agresif membeli jajanan-jajanan di sepanjang jalan itu. Oia, Los Palos itu salah satu distrik yang ada di Timor Leste. Pertama-tama tujuannya adalah Lumpia Basah yang dijual di seberang toko jual alat tulis tempat Pagit belanja keperluan sekolah waktu SD. Ini jenis lumpia basah yang kayak saya suka beli di depan kampus di bandung dulu tapi unik karena ternyata masaknya masih pakai arang. Yang lebih unik lagi sih karena biasanya kan kalau beli lumpia basah kayak gitu dikasih sumpit kayu buat makan, tapi ini gak dikasih.

Susi tanya ke abangnya, "ga ada sumpit nya?"

"Gak pake sumpit, neng. Makan aja kayak burger," jawab abangnya acuh tak acuh.

Setelah itu kami berjalan menyusuri trotoar sepanjang Surken, beberapa meter dan beberapa gerobak sate babi kemudian kami tiba di penjual Talas Kukus. Ini enak banget, saya suka. Talasnya bukan sate babinya, kalo sate babi saya belum pernah coba. Talas bogor di kukus, dikasih parutan kelapa terus makannya pake gula merah. The best lah. Favorit pisan.

Rencana awal, kami semua mau mengantar Pagit potong rambut di Botani Square layaknya rombongan mengantar orang naik haji. Yang berangkat satu orang, rombongan pengantarnya satu metromini. Tapi akhirnya kami malahan duduk-duduk di IPB samping Botani Square sambil makan jajanan talas kukus, combro dan lumpia basah yang makannya kayak burger.

Dulu saya, pagit, lili dan susi juga pernah piknik di Bogor. Waktu itu ada Tante Debi yang lagi pulang dari Kanada. Susi menyewakan angkot dan memasak untuk kami - ikan goreng, tempe, tahu, lalapan, sambal dan pete bakar. Bekal itu kami gelar di teras rumah orang. Numpang piknik. 

Setelah jajanan surken habis kami lahap dan Pagit mengurungkan niat untuk potong rambut, tujuan selanjutnya adalah ke suatu kedai kopi yang pemiliknya kenal dekat sama Tince, Ranin Coffee. Lokasinya dekat dengan tempat makan bakso favorit - baso seuseupan. Bakso nya enak banget, kuahnya segar ditambah lemak tetelan yang digoreng. Kami tidak mungkin hanya melewatkannya tanpa mampir. Akhirnya setelah ngopi-ngopi lucu sambil duduk santai di Ranin, kami makan bakso. 



14 komentar:

  1. Sip....jalan terus yah mbak mil.....,kapan istirahatnya ya?

    BalasHapus
  2. jajanan surken kay agimana mbak?

    BalasHapus
  3. makan baksonya jd tambah enak krn brg temen :) Salam kenal ya ^_^

    BalasHapus
  4. jadi pengen bakso -___-

    BalasHapus
  5. bogor sih emang destinasi favorit buat liburan sambil kulineran kalau stay di jakarta :D apalagi kalau emang sedang nggak bisa liburan keluar kota~

    BalasHapus
  6. Bogor memang kota Bakso hahahaha

    BalasHapus
  7. lumpia basah... kok jadi inget lagunya P-Project ya? hehehe.... sorry...

    BalasHapus
  8. sekeliling Surken ini banyak kuliner yang bakalan kalap kalau bawa duit banyak hahaha

    BalasHapus
  9. Super hero sekali ya bisa membantu ibu-ibu melahirkan dan melawan jambret! :)

    BalasHapus
  10. Mau dong sesekali diajak piknik :D

    BalasHapus
  11. ini kok jadi mengerikan ceritanya dengan penjambret tas :(

    BalasHapus
  12. Jadi potong rambut aja mesti diantar orang1 kelurahan yaaaa #PerluDicontoh

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...