Senin, 08 September 2014

Pertanyaan Besar Dalam Hidup

Apa kamu punya satu pertanyaan besar yang terus menghantui sepanjang hidup? Saya punya beberapa, salah satunya sudah menghantui saya selama sekitar 20 tahun:

Kenapa ikan matanya di samping tapi jalannya kedepan, tapi kepiting matanya ke depan jalannya ke samping?

Puluhan tahun saya terus mencari jawaban dari pertanyaan itu tapi hingga sekarang saya belum menemukan jawaban yang memuaskan. Dalam perjalanan-perjalanan pencarian innerpeace pun saya tetap berusaha mencari jawaban atas pertanyaan krusial dan mendasar dalam hidup saya itu. 

Di tengah pencarian, saya menemukan suatu fakta yang tidak saya ketahui sebelumnya ketika saya membuat pertanyaan "kenapa ikan matanya di samping". Bahwa ternyata tidak semua ikan matanya disamping, ada juga ikan yang matanya di depan, misalnya ikan hiu. Ikan yang matanya di samping adalah ikan-ikan yang posisinya di rantai makanan berada di tingkat bawah, sementara ikan predator yang posisi nya ada di atas rantai makanan punya mata di depan. 

Hubungan posisi mata dan posisi mahluk hidup di rantai makanan tidak hanya berlaku untuk ikan. Hal tersebut berlaku juga untuk hewan yang hidup di darat. Contohnya, hewan yang selalu diintai predator seperti ayam, kambing, kelinci, rusa, punya mata di samping. Sementara hewan yang berada di top of the food chain seperti singa, buaya, macan, punya mata di depan. Kalau mau fair bisa dimasukan juga spesies kita, manusia yang punya mata di depan.

Mahluk hidup yang selalu merasa terancam oleh predator punya mata di samping agar mereka lebih leluasa melihat sekeliling mereka. Tentu saja untuk lebih cepat melihat apakah ada ancaman dari sekitar mereka supaya bisa cepat-cepat kabur - ke arah depan - sementara mata mereka masih bisa mengawasi sekitar. Posisi mata mereka yang disamping itu lah yang membantu mereka untuk survive.

Tapi fakta yang saya temui itu tidak bisa menjawab kenapa kepiting malah sebaliknya, matanya ke arah depan tapi jalannya ke samping. Di rantai makanan pun kepiting tidak berada di posisi atas, hewan laut crustacea bercangkang ini merupakan santapan bagi hewan laut besar seperti gurita, anjing laut, singa laut, lobster laut yang ukurannya lebih besar dari kepiting. 

Ikan-ikan sepertinya jarang yang bisa makan kepiting karena cangkang nya yang keras. Palingan kalo ada yang makan langsung di lepeh lagi gara-gara keras. Kulitnya yang keras itu lah yang membantu kepiting survive dari ikan-ikan lapar. Tapi cangkangnya yang keras tidak sepenuhnya membantu kalau pemangsanya adalah gurita yang punya sulur-sulur kuat yang bisa meremukan cangkang kepiting. Atau oleh lobster besar yang cangkang nya jauh lebih keras dari cangkang kepiting dan punya capit besar yang bisa meremukan cangkang oranyenya seperti tang penjepit kulit kepiting di rumah makan sea food.

Punya kulit yang keras saja tidak cukup untuk kepiting agar bisa survive. Tapi mungkin karena kepiting ga punya mata di samping untuk selalu memantau sekeliling, karena itu kepiting harus selalu tiarap seperti seorang tentara yang lagi mengendap-ngendap di tanah supaya ga ketauan musuh. Tiarapnya kepiting bisa maksimal karena kaki-kakinya disamping, trade off nya adalah dia jadi tidak bisa jalan kedepan, konstruksi kaki-kakinya membuat kepiting hanya bisa jalan kesamping. Dengan menyamping juga lebih memudahkan kepiting menyusup ke lubang dalam pasir atau ke sela-sela batu. Jadi jalan menyamping membantunya survive.

Terus setelah sekian tahun, apa yang membuat saya tiba-tiba jadi kepikiran menghubungkan pertanyaan "Kenapa ikan matanya di samping tapi jalannya kedepan, tapi kepiting matanya ke depan jalannya ke samping?" dengan teori survival.

Pemikiran itu dipicu dari film  Hercules yang saya tonton kemarin, waktu Hercules ngomong ke tentara yang dilatihnya sebelum perang kalau yang terpenting dalam perang adalah bukan berapa banyak musuh yang dibunuh, tapi yang penting adalah bagaimana caranya supaya diri sendiri bertahan hidup - survive. 

Dari sebaris kalimat Hercules itu dan rangkuman dari beberapa tahun perjalanan mencari innerpeace, saya teringat pertanyaan besar dari kehidupan saya itu. 

Mungkin selama ini jawaban yang saya cari tidak rumit. Malahan mungkin jawaban yang saya cari sangat simpel. 

Kenapa ikan matanya di samping tapi jalannya kedepan, tapi kepiting matanya ke depan jalannya ke samping?

Supaya mereka bisa bertahan hidup.






.....tapi kemudian timbul lagi satu pertanyaan:

Kenapa udang jalannya mundur?


34 komentar:

  1. Terimakasih Mba Mila. Saya sudah menyerah mencari jawaban pertanyaan iu lamaaa sekali. Sekarang jadi tahu dan keinget lagi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... jangan pernah menyerah, setiap pertanyaan pasti berpasangan sama jawaban, cuma waktu aja yang menentukan kapan pertanyaan dan jawaban pasangannya akan bertemu

      Hapus
  2. hahhaaa,...iya sih, untuk bertahan hidup itu alasan setiap sesuatunya menurut mba ir. Udang ??? errrrrr.... enak digoreng :p

    BalasHapus
  3. gila. cuma merhatiin ikan ama kepiting aja ampe mikir dalem banget. btw, emang udang jalannya mundur?

    BalasHapus
  4. hiyaaaa.... enggg ... mungkin karena kakinya lumayan banyak jadi bingung kalau maju :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo maju kaki2nya kusut soalnya model engsel2nya beda sama kaki hewan yang jalannya maju

      Hapus
  5. Bokk.. Dalemm banget yee Mil :D Ehh tapi bener lho, gw ga kepikiran ini lho.. Nah, kalo dah ketemua jawaban kenapa udang jalannya mundur kasih tahu yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa... ini hasil kontemplasi beberapa tahun gitu, py.
      nanti kalo yg udang udah ketemu jawabnya gw posting lagi

      Hapus
  6. seriusan lo mil mikirin hal begituan? hihihi. dulu pas SD gw punya buku, "menjawab 1001 pertanyaan sederhana anak2." termasuk pertanyaan lo itu mil. tp untuk si udang, gw ga inget lg jawabannya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kecuali buku 1001 pertanyaan anak2 itu yang ngarang Darwin sih kayaknya ga akan menjawab pertanyaan gw, mut :))

      Hapus
  7. yg jelas ikan,kepiting dan udang enak dimakan... hahaaa... jd pengen makan di warung seafood

    BalasHapus
  8. aku gak mnyerah hanya menunda biasanya untuk menjawab :) cari jawaban

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa... asalkan nunda jawabannya ga sampe pertanyaannya lupa aja mba

      Hapus
  9. Aku juga kadang bertanya-tanya sama hal seperti itu. Tapi kalau sudah dicari jawabannya masih gak ketemu ya dibiarkan jadi misteri, hehehe. Hmm, iya ya, kenapa udang jalannya mundur? :p :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang pertanyaan yang dibuat oleh seseorang, bisa dijawab sama orang lain dan bisa baru terjawab beberapa tahun bahkan beberapa abad stlhnya loh hehee

      Hapus
  10. haha pertanyaan memang selalu ada,tapi kalau untuk pertanyaan ini "kenapa udang jalannya mundur ?" saya juga gak tau dan sulit menjawabnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehee.. kalo udah tau jawabnya kasih tau aku ya

      Hapus
  11. baru kali ini postingan kak mila bukan tentang jalan2 atau makan2.. hhaa...
    saya jg pernah berpikir tentang ikan... kapan ikan itu bisa tertidur? apakah ikan itu diciptakan tidak pernah tidur yah?? hhaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah pertanyaan bagus. kelinci aku di rumah juga ga tau kapan tidurnya, kadang kalo malem aku ngendap2 ngintip tp dia ga tidur, siangnya seharian juga ga tidur. :))

      Hapus
  12. gara-gara makan kepiting kenari di balikpapan, gw dimaki-maki orang di instagram. kabarnya kepiting ini dilindungi undang-undang karena termasuk hewan langka. ahhh siyal gw gak pernah tau sebelumnya.

    #BENAR-BENAR-SALAH-FOKUS

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa sih? kalo gitu mah salahin warung yg jualan donk

      Hapus
  13. aku

    spechless......

    BalasHapus
  14. Kita, manusia, memang trgolong predator ganas. .. hahaha

    Jeli juga kamu, Mba. Kasihan di Udang, udah jalannya mundur, banyak yang suka lagih. :D

    BalasHapus
  15. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu hanya dapat dipecahkan apabila kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang sia-sia diciptakan di muka bumi ini.

    BalasHapus
  16. hahaha, ijin share di Facebook

    BalasHapus
  17. dalem banget
    saya belum pernah kepikiran ke sana :D

    BalasHapus
  18. Dalem banget pemikiranmu, Mil. Pertanyaan gue dari dulu masih selalu sama, kenapa ada kemiskinan di dunia ini. Dan belum dapet jawaban yang memuaskan :D
    Ditunggu postingannya kalo udah ketemu jawaban si udang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh.. itu pertanyaan kelas dunia. klo aku pertanyaannya kelas pencarian jati diri :))

      Hapus
  19. Gimana tuh caranya, agar blog lebih banyak komentar ?
    obat kista sehat

    BalasHapus
  20. Tanya kenapa..bisa buat risetanku nih..
    Tau gak siiih??haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. bisa di riset lebih mendalam

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...