Minggu, 07 Desember 2014

Malioboro

Entah berapa kali saya mondar-mandir di seruas jalan yang merupakan lokasi wisata terkenal di Kota Jogja. Jalan kaki, naik becak, naik delman, dengan rombongan, bersama Chacha, berdua 'kamu' bergandengan tangan menyebrang jalan yang padat ditengah rintik hujan dan tak terhitung berapa banyak saya ayunkan langkah sendirian menyusuri jalan yang senantiasa ramai itu. Nyaris setiap kalinya punya kenangan tersendiri.

Kali ini saya pergi bersama kawan SMA saya bernama Dayu Ary, yang baru menikah dengan warga negara amerika, Lexis. Buat Lexis mungkin ini pertama kalinya mengalami liburan ala turis lokal di Malioboro. Buat saya ini pertama kalinya jalan di Malioboro bersama orang yang baru pertama kali mengalami liburan ala turis lokal Indonesia.

Malam itu malam Sabtu, udara cerah cenderung gerah. Saya, Dayu Ary dan Lexis naik becak dari depan hotel kami dengan tujuan Malioboro. Saya satu becak berdua dengan Dayu, sementara suaminya Lexis di satu becak sendiri, kegirangan karena jarang (atau mungkin baru pertama) naik becak. 

Kami di turunkan tak jauh di depan Benteng Vredeburg. Lokasi yang sama ketika setahun sebelumnya saya dan Chacha duduk termangu di pagi hari yang lengang, baru tiba di Jogja dengan Kereta Api, jalan kaki dari Stasiun Tugu menyanding backpack, sementara sepanjang perjalanan kaki kami beraneka mas/bapak/abang menawarkan becak dan penginapan. Kami menunggu para penjual pecel di depan Pasar Beringharjo bersiap-siap, sarapan kami waktu itu.

Tapi malam itu saya, Dayu dan Lexis tidak mampir ke Pasar Beringharjo. Dayu sempat jajan kacamata hitam di pinggir jalan depan Benteng Vrederburg karena punyanya jatuh, hanyut dan menghilang di Goa Pindul siang harinya. Lexis dan Dayu sempat berfoto dengan sekelompok anak muda yang berdandan seperti kunti, zombie, mumi, pocong, sadako dan nenek gayung. 

Lexis sedang belajar bahasa Indonesia menggunakan media DVD film hantu Indonesia dan lagu-lagu Dangdut. Jadi ketika dia melihat ada Pocong, langsung deh minta foto bareng. 

Di depan Pasar Beringharjo kami bertiga menyebrang ke Toko Mirota. Tujuan kami sebenarnya mau nonton pertunjukan yang ada di lantai atas Mirota, tapi ternyata sudah full. Akhirnya saya mengajak mereka ke angkringan kopi joss yang pernah saya datangi bersama Tince, Rio, Anno dan Chacha beberapa bulan sebelumnya. 

Saya duduk menunggu di tikar yang tersedia di depan angkringan itu sementara Lexis memvideokan pembuatan kopi Joss, ketika arang membara di cemplungkan ke dalam kopi hitam - yang beberapa hari setelahnya langsung di unggah ke facebook. 

Kami makan malam di warung lesehan, Lexis mencoba makan gudeg sambil menganalisa dan bertanya kepada Dayu satu-satu komponen dari Gudeg di piringnya itu. Tragedi terjadi ketika saya sedang menawar delman untuk kembali ke hotel, tiba-tiba dengan wajah panik Dayu menghampiri saya,"Laki gw ilang.."

Saya dan Pak Kusir saat itu sudah mencapai kesepakatan harga, saya pun sudah nyaris duduk disamping pak Kusir yang sedang bekerja. Beberapa saat saya menunggu Dayu yang bergegas mengejar bayang-bayang Lexis ke tengah kerumunan, tapi kemudian Dayu kembali hanya sendiri. Akhirnya saya memutuskan membatalkan kesepakatan saya dengan Pak Kusir dan mengikuti Dayu menyusuri jalan Malioboro.

Ada beberapa poin yang menjadi inti masalah hilangnya Lexis di Malioboro:
1. Lexis tidak bawa henpon
2. Tidak tahu jalan kembali ke hotel 
3. Tidak tahu nama hotel nya

Jadi satu-satunya cara kita menemukannya adalah dengan cara mencari jarum dalam jerami. 

"Laki gw pendek lagi, jadi susah nih," keluh Dayu. Suaminya memang tingginya standard tinggi laki-laki Asia, buat saya ga bisa dibilang pendek, tapi buat ukuran orang amerika bisa dibilang agak imut-imut. Tapi tentu saja, akan jauh lebih mudah mencari laki-laki pirang bertinggi 190 cm di tengah kerumunan manusia dengan tinggi rata-rata 160-170 cm.

Peluh sudah mulai membasahi ubun-ubun saya karena berjalan tergesa. Lexis belum juga ditemukan. Saya sempat masuk ke circle K, ngantri ATM sementara Dayu tetap memantau arus pengunjung di luarnya. 

Tidak jauh dari penampilan penari di tepi jalan malioboro yang ramai di kerumuni penonton muncul sosok Lexis dengan wajah tak berdosa, tersenyum seperti kawan lama yang baru ketemu di jalan.


35 komentar:

  1. maklum aja mbak, namanya juga baru pertama liat penari di Indonesia, jadi asyik sendiri dia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi ya, terpana sama yang nari hehe

      Hapus
    2. bisa jadi ya, terpana sama yang nari hehe

      Hapus
  2. Wah tidak ada foto atau gambarnya ya mba
    hihihi padahal saat saya liat di reading list judul nya sudah sangat memikat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fotonya cari di google aja hehe

      Hapus
  3. Haha jadi kangen ke malioboro :)

    Dengan wajah ga berdosa ya, Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, polos bgt mukanya hahahaaa

      Hapus
  4. Nah, gue juga waktu baca kalo dia warga negara Amrik, kirain bule, hihihi..
    Untung ketemu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang bule, tp gak yg tinggi menjulang gitu

      Hapus
  5. pingin lihat muka nya lexis yang tersenyum tanpa rasa bersalah itu
    pasti lucu

    BalasHapus
    Balasan
    1. liat mukanya dayu ary lbh lucu, percampuran antara pengen marah & lega

      Hapus
  6. Ah kangen angkringan joss nich :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg udah bnyk angkringan joss, yg kopi joss awalnya malah sepi pas aku kesana wkt itu

      Hapus
  7. haduwh Lexis.. mana fotonya? hihihi. Paling ngga kalo Lexis ilang lagi, lo bisa nanya ke orang2 dgn menunjukkan fotonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu itu blm sampe nunjukin foto buat ditanyain ke org2 sih hahahaa

      Hapus
  8. phewww..ikutan lega pas Lexisnya "ketemu"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalg aku loh yg ada di tkp hahahaa

      Hapus
  9. Jadi kangen keliling jogja dengan itinerary non turis deh jadinya. Kebayang paniknya (panik gak sih?) Nyariin Lexis. Soalnya kemaren sempet ngalamin kejadian serupa pas jalan bareng ortu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itinerary non turis itu kayak apa? Bertamu ke rumah sodara? Hahaha

      Hapus
  10. Lah dia ngilang kemana? =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menghilang di tengah kerumunan hahahaa

      Hapus
  11. "Malam itu malam Sabtu, udara cerah cenderung gerah."

    entah kenapa gw suka kalimat ini, berima seperti puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ya, berima wkwkwkwkwk

      Hapus
  12. Ada pertunjukan reguler apa di atas Mirota?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cabaret show, kyk yg di thailand

      Hapus
  13. Yahhh mil, endingnya kurang greget. Dibumbuin kaya di pilm2 dong, mereka sailing menatap Dari kejauhan lalu berlarian kemudian berpelukan. Ahahaha

    BalasHapus
  14. Yahhh mil, endingnya kurang greget. Dibumbuin kaya di pilm2 dong, mereka sailing menatap Dari kejauhan lalu berlarian kemudian berpelukan. Ahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bwahahahaa... Aku klo cerita mah selalu jujur, ga pernah di bumbu2i hahahaa

      Hapus
  15. Owhh di Mirota ada pertunjukan? Alasan buat balik nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi beli tiketnya hari sebelumnya spy ga keabisan

      Hapus
  16. Pengen Sih Kesana...Tapi Lom Sempet....

    BalasHapus
  17. asyik banget jalan - jalan di malioboro, tapi kudu kontrol belanja biar duit tidak cepat abis. hehehhehe

    BalasHapus
  18. Halo,

    Nama saya Mia Aris.S. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800.000.000 (800 JUTA ) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena aku berjanji padanya bahwa aku akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apapun, silahkan hubungi dia melalui emailnya: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com.
    Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk bertemu dengan pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...