Selasa, 20 Maret 2012

My name is Bond.... James Bond

Kalimat di judul itu bisa membuat hati cewek-cewek sexy meleleh, termasuk saya tentunya. Sudah beberapa kali saya dapat tawaran jadi salah satu Bond's girl gitu, tapi ya karena syuting nya jauh dan saya tidak bisa meninggalkan segala kewajiban saya di Indonesia, dengan berat hati saya terpaksa menolak semua tawaran itu.

Nah, sebagai salah satu kandidat dari Bond's girl kayaknya kurang lazim  kalau melewatkan kesempatan ikut tur James Bond Island di Phuket. 

James Bond Island disebut James Bond Island karena tempat ini pernah jadi lokasi syuting salah satu film James Bond, The Man With Golden Gun. Tempat ini nama asli nya Phang Nga Bay. Film nya sendiri keluar pada tahun 1970-an, jadi saya sejujurnya belum nonton juga film nya. Tapi sedikit cuplikan dari youtube cukup membuat saya mengerti kira-kira apa yang dilakukan Mr. Bond yang ganteng di pulau tersebut. *klik aja link birunya*

Di kantor travel kita di tawarkan dua pilihan untuk tur James Bond. Paket ekonomis, ga pake acara kayaking dan pakai boat kecil - tapi kita mampir di Fishing Village, perkampungan nelayan terapung yang konon merupakan keturunan dari Sea Gypsy. Saya pengeeennn bangeettt ke perkampungan terapung yang ada Seven Eleven terapung itu... pengen liat alay-alay terapung lagi nyeruput Slurpee dan melahap Big Bite.

Paket kedua lebih mahal, ada acara kayaking dan boat nya besar luar binasa - tapi ga ada acara mampir ke Fishing Village. 

By the way, paket ekonomis itu bisa lebih murah karena pas pulang nya kita di mampirin ke toko-toko souvenir gitu, jadi ini sebenarnya pake prinsip Tuk-Tuk yang nawarin harga murah tapi bawa kita ke toko-toko cinderamata yang ngasih mereka komisi.

Tapi saya pengen banget ikut ngapung bareng alay-alay terapung. Saya pun galau dan bimbang... kayak .....alay-ngapung..... kayak.... alay-ngapung.....kayak...... alay ngapung.......

Hingga akhirnya kita ditawarin potongan harga sebesar 500 bath sehingga selisih paket mahal dan paket ekonomis nya cuman 100 bath saja. Ya dengan sangat menyesal saya harus menunda kesempatan eksis sambil mengapung dan mengambil paket dengan kapal besar tersebut.

***
Para 3 alays dijemput tepat jam 8 di hotel, langsung menuju dermaga dan dipersilahkan mengambil sarapan yang tersedia berupa teh/kopi dan biskuit sembari menunggu peserta tur yang lain komplit. Setelah komplit, para peserta tur dipanggil dan digiring menuju kapal yang beneran bueessarrr... dua tingkat, men. 

Dengan norak nya ketiga alay langsung jejingkrakan di atas kapal, foto-fotoan segala gaya. Sementara ada mbak-mbak yang lagi nyiapin minuman, mba itu pun ngomong ke Chacha pakai bahasa Thailand. Sementara si Chacha nyengir-nyengir sambil manggut-manggut seolah-olah ngerti dan si mba terus nyerocos. Melihat keganjilan ini saya langsung menyela, "sorry, we're no Thai." 

Si mba itu langsung kaget dan speechless sampe-sampe nyamperin kita dan bilang, "oooooh.. I thought you were Thai." Masih tidak melepaskan pandangan dari si Chacha seolah-olah ga percaya kalo dia bukan orang Thai.

Menunggu peserta lain di Ao Por

Dikira turis lokal

3 alay bergaya

Tur ini termasuk minuman free-flow, sampe kita kembung. Ada softdrink, teh, kopi dan air mineral - dingin juga ada. Buah-buahan juga tersedia terus di meja nya. Sayang nya cuaca hari itu tidak mendukung, hujan nyaris seharian. Itu membuat kegiatan foto-foto juga jadi kurang maksimal.


Waktu itu pas lagi hujan dan saya bersiap-siap turun dari kapal untuk main kayaking. Para peserta tur yang lain udah siap sama jas ujan, Saya berinisiatif mengambil kantong plastik yang memang di sediakan untuk menyimpan barang-barang kita kalau takut basah, kemudian saya pakai di kepala. Ada bapak-bapak bule yang ngeliatin saya pake kantong plastik di kepala, terus saya jelasin aja kalo di Indonesia orang-orang biasa begini kalo hujan dan ga bawa payung. TAU APAH??? Si  bapak itu langsung motret-motretin saya dengan kantong plastik di kepala.

Saya sudah tidak kuasa menolak nya, hanya satu permintaan saya sama si bapak itu, "Please sir, don't put this on internet."

***

Akhirnya sampai juga di Phang Nga Bay, atau James Bond Island. Kita dipindahkan dari boat besar ke Long Tail Boat supaya bisa mendekati pulau kecil tersebut. Dengan lincah nya ketiga alay berlompatan di Long Tail Boat yang kecil tanpa menggunakan life-jacket. Kelihatan banget bedanya penduduk dari negara kepulauan sama penduduk negara daratan. 

Ya tapi ga selalu siy, cewek New Zealand yang baru saya kenal di boat itu mengaku, " I can't swim, if I fall into the water the only thing that float is my ass." 

Begitu pula waktu turun, dengan gesit dan penuh kesigapan - saya, chacha dan joko menyusuri tepian long tail boat dan langsung melompat ke daratan. Banyak kios-kios cinderamata di pulau itu, saya sempat berbincang dengan salah satu ibu pemilik kios. 

Si ibu itu duduk di sebelah saya waktu saya lagi istirahat nungguin si Joko motret-motretin batu. Katanya kebanyakan yang usaha di pulau-pulau ini adalah orang-orang Thailand pesisir yang mayoritas beragama muslim. Pas tau saya dari Indonesia dan muslim juga, si ibu itu langsung bilang kalau kita bersaudara - karena itu dia akan memberi saya harga murah untuk magnet kulkas James Bond Island. Teteup ya bu, dagang nya hahahaa......
Ceritanya ini Roger Moore dan Christopher Lee di film James Bond

Poin of Interest dari pulau ini adalah sebiji batu yang berdiri tegak dengan posisi gaib. Soalnya atasnya itu lebih besar dan bawahnya mengecil akibat terkikis air laut, tapi bisa berdiri tegak gitu. Nah di film James Bond, The Man With Golden Gun, ceritanya di batu itu ada Solar Panel rahasia dan ada adegan duel pistol dan kejar-kejaran dengan bekgron batu itu.

***

Karst adalah daerah batu-batuan yang terbentuk jutaan tahun melalui proses kimia yang ruwet antara H2O (air), CO2 dan CaCO3 (kalsium karbonat). Di tur ini kita diajak melintas lautan menyusuri deretan karst, kemudian diajak mengamati fenomena alam tersebut dari dekat menggunakan kayak. 

Mengunakan perahu karet tersebut, kita bisa lebih dekat mengamati tekstur permukaannya yang berlapis-lapis bahkan bisa menyentuh nya. Kita juga masuk ke dalam gua-gua yang tersembunyi di dalam rongga batu raksasa, merasakan dingin nya udara di dalam gua kapur dan merasakan rintik air yang merembes dari permukaan nya.

Perhatikan itu bawahnya bolong karena erosi air laut

Gunung kapur yang indah
Diantara peserta tur adalah 3 orang cewe-cewe cantik asal New Zealand, mereka kelihatan kurang antusias sehingga saya pikir mereka mabuk laut. Iseng-iseng saya ajak ngobrol, "oooh.. you're from New Zealand.. so what's it looks like?"

Salah satu dari mereka menjawab,"like this.."

Oalaaah.. makanya mereka kurang antusias karena di kampung halamannya pemandangan nya sama persis, batu-batuan begonoan juga.

Sebenarnya di negara kita juga banyak sih. Banyak banget wilayah Karst tersebar di seluruh Indonesia. Banyak juga yang di tambang secara ga terkontrol untuk dijadikan bahan campuran semen. Saya pernah baca, salah satu lokasi penambangan kapur yang kontroversial adalah di kawasan Citatah. Cuman sebagai salah satu contoh saja karena sebenarnya masih ada beberapa kawasan eksploitasi kapur yang tidak kalah kontroversial.

Konon dengan adanya penambangan kapur tersebut tambahan pendapatan daerah mencapai ratusan juta dan ekonomi rakyat di sekitar kawasan tersebut juga terangkat. Ya karena tambang kapur tersebut membuka lahan pekerjaan dan membuat kawasan tersebut jadi hidup.

Tapi ada dampak-dampak negatif yang tidak disadari, yang di sebut dengan cost of illness. Dengan adanya penambangan kapur tersebut terjadi lah pencemaran lingkungan. Banyak anak-anak dan balita terkena penyakit sesak napas akibat menghirup debu-debu kapur yang di tambang. Belum lagi asap dari pabrik pengolahan kapur yang terletak tidak jauh dari situ. Pencemaran air pun semakin parah dan warga kini sudah tidak bisa minum air dari sumur tanah, sehingga mereka terpaksa harus membeli air galon atau isi ulang. 

Sebenarnya gunung kapur sendiri salah satu fungsinya yang utama adalah untuk  kawasan resapan air dan penyedia air yang layak diminum. Air hujan yang jatuh ke atas permukaan nya akan terserap dengan cepat karena struktur batuan ini berpori. Kemudian air yang merembes di permukaan tersebut akan mengalami semacam proses filtrasi alam, menghilangkan kadar acid nya dan segala macam kotoran sehingga keluar air bersih. Beberapa kawasan karst memiliki sungai atau danau atau sumber air lainnya di dalam nya yang bisa digunakan sebagai sumber air bersih. Tapi ironi nya karena sekarang di garuk-garuk begitu yang tadinya sebagai sumber air bersih malahan jadi mencemari.

Dengan semakin berkurangnya gunung kapur karena ditambang berarti berkurang juga daerah resapan air. Bisa dibayangkan apa dampak nya: Banjir Besar Karena Arus Air Sudah  Tidak Terbendung.

Saya rasa ada hal yang harus kita ingat sebagai generasi muda (cieeee yang muda.. *kibas poni*) supaya lebih aware terhadap sustainability lingkungan, bencana juga bisa terjadi karena manusia menganggu kestabilan yang terbentuk secara alamiah.

Ini ada bahan bacaan bagus yang lebih bermutu daripada postingan saya, judul nya bosenin  kayak pidato tingkat kecamatan tapi isi nya keren banget hehee...
Pengelolaan Kawasan Karst dan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

38 komentar:

  1. emang keren banget yah Thailand...ntar suatu saat sy pasti kesana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin yah masbrow...
      ayoo semangaaat pergi ke thailand ^___^ q

      Hapus
  2. *membayangkan mila pakai kantong plastik di kepala* hmmmmmm... :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. plisss jangan di google -_____-"

      Hapus
  3. nabung... nabung... nabung... hahahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa.. nabung yang banyak supaya bisa sering jalan2 heheee

      Hapus
  4. Mils, katanya mau posting tentang cara berkembang biak bintang laut? Tapi, tulisan mengenai pengelolaan kawasan karst ini juga keren (applause)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang soal reproduksi bintang lautnya minggu depan, soalnya blm selsei gw tulis hahaha....

      coba baca advance reading juga deh Pagit. Itu keren!

      Hapus
  5. wah sayang banget ya mbak kalo tercemari gitu-itu yang bolong di mananya sih mbak Mila? saya kok ga liat -.-"

    kios2 cinderamatanya ga difoto mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu fotonya emang ga jelas, soalnya mendung. trus kamera aku jg ga bagus hahaha..... coba di zoom, di pinggirannya. itu ciri khas Karst yang lokasi nya di laut, lama2 bolong karena erosi nya itu bisa aja jadi berbentuk goa, tapi jutaan taun gitu prosesnya

      Kios2 cinderamatanya ada sih fotonya, tapi ga dipasang di sini.

      Hapus
  6. diawal ketawa-ketiwi, diakhir postingan gue cuma bisa manggut2 (baca= ternyata girl bond gak hanya menang body doang...haha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooh iya doonk.. kan syaratnya terpilih jd Bond's girl itu rada mirip Miss Universe, ga cuman Body aja, tapi Brain dan Behavior juga penting *kibasponisambilmelambaigayaputriindonesia*

      Hapus
  7. Eh lu jadi kan mau jalan ama gua ke Thailand? *wink wink* kali aja kalo lu jalan ama gua ke sono lagi, cuacanya bisa jadi cerah Mil.

    Eh btw, kalo gua gabung bukan tiga alay lagi dong namanya, bisa jadi grup band Tangga. Gua nyanyi si Radit ngerap iya kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cipuuuuy.. klo visa gw di tolak kita pergi ke thailand aja, ga usah jalan-jalan di ostrali huhuhuu...

      Setress banget nungguin kepastian iniiiii, tabungan gw ga cukup banyak kayaknya.. bakal ditolaaaaak... huhuhuuuu....

      gw jd gelisah,cipu... makan gw tambah banyak, mandi juga makin jarang, ga tenang sampe tau hasilnya T,T

      Hapus
  8. Ceile...bener nih di tolak tawaran Bond's Girl? Kayaknya lebih milih ke Lady Gaga nya nih.

    Mana foto-foto kamu yang backgroundnya karst? Sumpah keren banget tuh. Kepingin ke pantai gue.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu, jadwal pemotretan & syuting gw di jakarta aja udah padat banget, manager gw jd ga bisa menemukan wkt yang cocok buat syuting James Bond.. yah terpaksa deh di tolak semua tawaran nya. *kibasponi

      yang pas di Phang Nga aku ga foto2 pas lagi main kayak soalnya hujan, takut kamera basah. tapi sama kog bentuk karst nya kayak yang di Krabi. Liat aja yang disitu heheee

      Hapus
  9. Kakak Mila, cerita liburannya kok gak abis2 sih ? :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya klo ceritanya udah abis liburan lagi dooonk dik Fenty hihihiii

      Hapus
  10. Gak ada foto kapalnya dari samping ya mil?Pengen liat kapalnya sebesar apa gitu.. ^^

    Magnet pintu kulkasnya jadi beli tuh Mil?

    Baru tau soal tambang kapur yang seenaknya itu aja deh baca ini, ternyata seperti itu tingkah laku manusia mengambil SDA dengan sesuka hati, tanpa mempedulikan lingkungan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada sih, mba... di foto2 pesbuk aku ada. Add aku aja, search Mila Said gitu heheee

      hahaa.. aku ga beli magnet kulkas nya, lagian katanya klo beli pas disitunya lebih mahal harganya.

      Hapus
  11. kasihan banget si bond karena tak bisa mempersunting girl bond cadas macam loe mil, wakakkakakakakkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaww... aku memang cadas seperti batu apung.. Yeeeaaaaahhh Rocks meeeennn.... *pasang 3 jari metal*

      Hapus
  12. Jadi pengen ke laut, tapi di dekat-dekat Medan air lautnya nggak jernih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh yah? ke Nias ajaaaaa heheheee

      Hapus
  13. asalamualaikum
    seru dan menyenangkan tournya
    Gunung Kapur indah banget
    jadi pingin kesana kapan-kapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam, Mba.

      iya, memang seru. recommended :D

      Hapus
  14. kereeeen bangeeeeddd, mbaaakkk :D
    kpn y sy bisa kesanaaa????

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo nabung..nabung.. pasti bisa heheheee

      Hapus
  15. Andai di sana ada daun pisang ya Mil, kan lebih keren daripada pake plastik, hihihihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti aku disangka semacam pepes ayam gitu klo pke daon pisang hahahaa....

      Hapus
  16. Yiaaah...padahal gw nungguin foto mba mila pake kresek ;p

    Keren, keren...aku mau ksana ah !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. jyaaaaah.. pdhal biasa kali pke kresek di kepala klo ujan, tu org bule aja yg norak, ga kreatip kyk org indonesia wkwkwk...

      Hapus
  17. Saya pikir itu di Raja Ampat! :D

    BalasHapus
  18. emang turis lokal nih kak mila :D hehehe....

    BalasHapus
  19. beuh.. salah satu dreamland yang pengen aku kunjungin.. cuman belom sempet aja. hahah kemarin dari pineng mau ke phuket tapi udah nggak cukuuup waktunyaa.. maklum kerja kantoran.
    tapi emang koq muka kita mirip ama turis lokal.. jadi sering disangkain juga orang thai

    ealaah.. itu si joko perutnyaa -_-.. beda ma mas yang disebelahnya #plaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas guide nya itu, ngaku nya namanya Jack.. perutnya kotak2 sexy ya boooo'

      Hapus

Share it

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...