Senin, 25 November 2013

My Cousin's Wedding dan Jalan-Jalan yang Menyertainya

Beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri, saya sekeluarga cuss ke Manado untuk menghadiri pernikahan sepupu saya. Berawal dari perkenalan melalui dunia maya via jejaring sosial Facebook, berakhir di pelaminan, begitulah kisah singkat percintaan sepupu saya itu. 

Sayangnya kisah percintaan penjahit yang membuat kebaya seragam saya dan Chacha untuk acara pernikahan itu tidak berakhir selayaknya kisah cinta sepupu saya. Saya dan Chacha menjahit kebaya di ITC Ambasador, nama penjahitnya Lulu. Seperti namanya, Lulu adalah seorang yang manis dan penyabar, dengan telaten dia mengukur dan dengan cekatan menyelesaikan jahitan tepat waktu dan memuaskan. Sayangnya ketika kita kembali lagi ke sana setelah acara di Manado selesai, tokonya Lulu sudah tutup. Isu yang beredar dari toko sebelah kalau Lulu patah hati karena dikhianati lelaki yang merupakan kekasihnya dan mengalami keguguran. Sampai sekarang saya masih ga ngerti gimana si Lulu bisa keguguran kalau dia itu sekong semata yang tak berahim.

Di sela-sela sibuknya acara pernikahan yang berlangsung 2 hari 2 malam, kita masih sempat jalan-jalan ke tempat yang kita belum pernah datangi sebelumnya. Sebenarnya rencananya kalau sempat mau snorkeling di Bunaken setelah pesta selesai, ternyata jadwal silaturahmi usai acara masih padat jadi tidak sempat melipir sampai ke pulau sana. 

Tahun ini saya sudah punya satu lokasi tujuan yang unik dan belum pernah saya datangi, kubur batu tua khas suku asli sana yang di banned oleh Belanda pas jaman kolonial, Waruga namanya. Tidak banyak info tentang peninggalan jaman kuno ini, lokasi nya juga gak jelas dimana. Tinggal cari kesempatannya aja untuk melipir sejenak dari kisruhnya persiapan pesta pernikahan sepupu saya.

Hari pertama di Manado, saya mengenakan legging kebanggaan saya yang selalu dicerca oleh Chacha, legging bermotif tengkorak warna-warni neon. Kita mencoba naik pesawat maskapai Batik Air dari Jakarta, baru pertama kali itu kita menjajal maskapai baru yang maish satu manajemen sama Lion Air itu. Ceritanya untuk berkompetisi head to head dengan Maskapai Garuda. Jarak tiap bangku lebih lega, ada tivi dan dapat makanan. Lucunya kita tidak dipinjamkan earphone secara cuma-cuma, harus beli dengan harga 20 ribu. Untungnya colokan earphonenya sama seperti colokan pada umumnya, jadi saya bisa pakai earphone sendiri. Malahan karena saya bawa dua earphone di tas, sempat kepikiran mau nyewain satu set earphone saya ke penumpang lain. 

Turun di bandara kita disambut oleh slogan Si Tou Timou Tumou Tou, yang merupakan semboyan hidup suku Minahasa. Secara random Papa Said mencari mobil sewaan, akhirnya dapat dengan si Om yang lincah dan gaul, de pe nama Om Berti. Kita langsung meluncur ke kampung arab, rumah keluarga besar Papa Said. Di muka rumah sudah tampak panggung untuk pengantin dan tenda sepanjang jalan untuk persiapan pesta keesokan harinya. 

Sore harinya keluarga besar Papa Said bersama-sama berangkat makan pisang goreng di pinggir pantai malalayang dan dilanjutkan melihat sunset di suatu tempat yang sebenarnya jualan somay tapi view nya keren banget. 

Salah satu sudut Kampung Arab Manado

Biar baku gepe asal naik otto
Pantai Siomay Kalasey






Pantai Siomay Kalasey adalah suatu tempat yang too good to be true sebagai tempat untuk jajan siomay. Di pelataran belakang rumah makannya ada secuil pantai yang warnanya indah sekali dikala matahari terbenam. Duduk di batu-batu besar yang berbatasan dengan laut, kita bisa melihat jelas perubahan warna horizon dari biru menjadi violet yang romantis hingga jingga yang menawan. Matahari seperti bola emas yang bulat sempurna, terbenam di balik kawanan sapi yang masih asik merumput. Sepiring Siomay dengan pemandangan paling indah. 

Naas. Tak jauh dari lokasi jajan somay itu mobil sepupu saya pecah ban. Karetnya terkoyak oleh paku tajam hingga gembos sampai ke peleknya dalam waktu sekejab. Anehnya di tempat kita terdampar, tiba-tiba muncul tukang tambal ban sampai-sampai saya langsung curiga kita sebenarnya terkena paku ranjau yang disebar oleh tukang tambal ban itu sendiri. Apalagi ketika membayar jasa tambal bannya harganya 4 kali lipat harga normal.

Ban gembos

beriringan menuju tukang tambal ban

Hari kedua mulai disibukan dengan persiapan acara malam badaka, kalau di adat jawa itu semacam malam widodareni gitu. Dari pagi saya ikut sibuk gotong royong memasukan kue-kue ke dus-dus untuk penganan tamu-tamu. Acara malam itu sukses diikuti dengan acara joget-jogetan semalem suntuk. Yang paling heboh justru ibu-ibunya, gak ngerti juga. Keesokan hari nya pagi-pagi diadakan acara Akad Nikah di rumah, malamnya baru acara resepsi di gedung di Hotel Novotel. Karena sepupu saya (yang perempuan) menikah dengan seorang pelaut, jadi di acara resepsinya ada upacara baris-baris pake pedang terus pengantinnya lewat dibawah pedang itu. Entah apa namanya. 

Saya dan Chacha di resepsi dengan kebaya hasil rancangan Lulu
Keesokan harinya disaat orang-orang masih lelah akibat pesta semaleman, saya bersama Chacha dan adik saya satu lagi Anissa, berhasil melipir jalan-jalan keliling kota. Tujuan pertama kita adalah ke Waruga. Beruntung Om Berti yang gaul tahu persis letak kuburan batu itu, tempatnya masuk ke dalam perkampungan menelusuri jalan-jalan sempit diantara deretan rumah penduduk yang padat. Tidak ada petunjuk arah panah yang jelas yang menandakan ada objek bersejarah di lokasi itu. Sunyi senyap. Padahal menurut saya sih tempatnya bagus dan artistik. 

Dari kubur batu waruga, kita menuju Patung Yesus raksasa yang ada di dekat perumahan mewah di Manado. Patung yang konon katanya mirip Patung Yesus di Rio De Jainero ini sebenarnya sudah lumayan lama ada di Manado, tapi karena lokasi nya lumayan jauh dari tempat peredaran kita kalau lagi di manado jadi baru pertama kali saya lihat langsung Patung yang pose nya sedang memberkati kota itu.

Waruga

Patung Yesus Memberkati

narsis sendiri spt biasa






 
 

27 komentar:

  1. wow... jadi pengen pulang kampung.... hehehe....

    -salam kenal-

    BalasHapus
  2. Kalau dengar nama Manado, saya jadi ingat skandal "BUBUR MANADO" yang pernah booming di pemberitaan di Tanah Air yang melibat anak mantan Presiden. Alm Soeharto

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pasti belum lahir ya? hahaaa

      Hapus
  3. foto sunsetnya mateeeeb abiiisss, dapet momennya! kereeeennnn...
    sayang gak jadi ke bunaken ya...
    tapi pantainya itu oke. kok dulu pas ke manado, aku gak diajak ke situ yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, udah lama banget ga ke bunaken

      Hapus
  4. Mila kalau nulis suka bikin orang lain ngiri. Hih...
    Kamu kapan kawinan? #Lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahaa.... kawinan gw masih ga jelas nih kapan

      Hapus
  5. mbak foto yang bertiga itu mirip banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang tengah adikku, yang paling kanan sepupu aku mba hehehee

      Hapus
  6. Legging neon trngkoraknya manaaa kok ga keliataan?? Haha..
    Wah sunsetnya cakep!

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu yang aku pake, itu gambar tengkorak warna warni norak hahahaa

      Hapus
  7. foto yang berlatar belakang gunung persis yang saya punya.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. hello mila! nyasar kesini.
    haha, what a hilarious trip! pengen sih ke manado. tapi belum kesampaian sampe sekarang..
    anyway, turut berduka buat mbak lulu tukang jahit dan ban gembosnya.

    -hans

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa kacian si Lulu, eh tapi agak ragu juga ya klo disebut pake "mbak"

      Hapus
  10. Penasaran pen liat legging nya dehh Mil..hhahaha.. Ya ampunnn. Musti harus nih ke Waruga pulang nanti.. huhuhu.. Belum pernah kesana. Bekeng maloo..haha :D

    BalasHapus
  11. Banyak banget yg akhir nya ketemu jodoh di dunia maya, eh abang gw ketemu ama bini nya gara2 sms nyasar dan berlanjut sampai nikah :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sms nyasarnya minta pulsa ato minta transfer duit? hahahaaa

      Hapus
  12. enak juga punya sodara yg jauh gitu ya..kumpul kluarga skalian jalan2..
    btw kpn nih mba kopdar??? hehehe..

    BalasHapus
  13. Tebar paku pun ternyata nyampe sana ya, Mil :D
    Semoga Lulu menemukan kebahagiaannya dengan lelaki laen, aamiin..

    BalasHapus
  14. serunyaaa yang mudik, kapan mampir Kendari Mbak?? kan so dekat itu, xixiix

    anyway selamat untuk sepupunya, semoga langgeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. kliatannya deket, tapi dr manado ke kendari mahaaalll hahahaa

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...