Sabtu, 11 Desember 2021

Mulai sekarang jangan tunda apa yang bisa dilakukan saat ini

Ketika ada sesuatu yang ingin banget kita lakukan dan bisa dilakukan saat ini juga, lebih baik cepetan lakuin. Ga usah menunda-nunda dengan berpikir kalau bisa dilakukan kapan-kapan. Karena kita gak akan pernah tahu apa yang terjadi besok.

Akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020, tepat sebelum pandemi saya berhasil finish race Full Marathon. Sebelum memutuskan daftar Full Marathon pertama di Bali Marathon 2019 saya sebenarnya ragu. Half Marathon saya saja waktunya tuh pas-pas-an sama COT, apa sudah saatnya saya naik kelas ke Full Marathon yang jaraknya dua kali lipat? Tapi waktu itu saya pikir yaudah coba saja, toh kalau nanti gak berhasil finish waktu race saya tetap jalan-jalan kan di Bali. 

Latihan saya waktu itu hanya mengikuti Jadwal Garmin Training, semaksimal mungkin saya coba ikutin semua jadwalnya dan jarak yang ditentukan. Goal saya waktu itu hanya untuk bisa finish di bawah COT, jadi kalau rata-rata pace 9 sebenarnya saya masih bisa lolos, jadi bisa mix antara lari dan jalan. Susah sih untuk bisa mengikuti jadwal latihan tanpa bolong. Lebih susah lagi cari rute long run diatas 10 km, apalagi maksimalnya kan latihan FM ada yang long runnya sampai 40 km. 

Long story short akhirnya saya berhasil menamatkan race FM Bali Marathon itu. 

Setelah race memang badan kaku-kaku tapi saya gak kapok. Beberapa hari kemudian ada pendaftaran Tahura Trail Race, tanpa pikir panjang saya langsung daftar Full Marathon! Iya, bukan main-main, Full Marathon Trail Running dengan total elevasi diatas 1000m. Jarak waktunya hanya sekitar 4 bulan dari Full Marahon Race pertama saya. 

Saya pun berhasil menamatkan Full Marathon Tahura Trail Race dengan tertatih-tatih dan lewat COT, tapi panitianya baik saya tetap dikasi medali dan kaos finisher. 

Secara fisik saya ga pernah merasa lebih fit dari saat itu seumur hidup saya. Bahkan saya merasa jauh lebih fit dan kuat dari saat saya umur 20an. Saat weekend saya sering latihan trail run nanjak, ke kantor naik sepeda alias bike to work, saya juga bisa melakukan pose-pose yoga yang sulit seperti Bakasana dan Sirsana atau headstand. 

Setelah Tahura saya sempat daftar Trail Run di Bromo tapi gak ada yang pernah menyangka tiba-tiba dunia dilanda pandemi, our world turned upside down. The rest of the story yaaah... ga perlu lagi ya saya curhat disini.

Selain FM itu banyak banget hal yang sekarang baru saya sesali, kenapa gak dilakukan saat saya bisa lakukan itu. Kenapa harus menunda dan menunggu padahal kesempatannya sudah sering muncul? Karena itu sekarang kalau ada hal yang mau saya lakukan dan bisa dilakukan saat ini juga, i'll take that chance. 

Time flies hingga sekarang hampir 2 tahun kita hidup dibawah bayang-bayang virus yang terus-terusan ada version update kayak OS handphone. Saya bersyukur setidaknya ada hal yang saya lakukan tanpa menunda dan bisa dibilang itu adalah achievement terakhir yang saya capai sebelum my life went spiralling down karena pandemi. 

Mungkin memang hidup itu kayak lari trail, ada tanjakan dan ada turunan, ketika sampai diatas kita merasa senang, menikmati hasil dari kesusahan kita pas mendaki, pemandangannya indah banget, tapi kita gak bisa selamanya ada di atas. Bisa aja tiba-tiba ada badai yang memaksa kita untuk turun dan terus turun yang rasanya kayak bottomless pit. Tapi saya yakin masih akan ada momen dimana kita akan bisa ada di puncak lagi, pokoknya kalau liat ada tanjakan ya didaki aja. 

Oh iya, selama gabut di rumah aja saya mulai bikin vlog loh. Ada tutorial-tutorial dan DIY, mungkin kalau sudah bisa traveling saya akan coba untuk bikin travel vlog meneruskan travel blog ini. Klik ini dan Subscribe saya yaaa..
 

2 komentar:

  1. Lu malah udah FM Mil, gw belum pernah bisa FM hahahah susah nyari waktu latihannya. Skrg gw rutin lari 5K aja 2-3 kali seminggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. gw malah udah FM trail run, ini mau OTW ultra belagu gak sih hahahaa

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...