Jumat, 28 September 2012

Maduma, masuk duduk mabok

Ini bukan cerita mabok minuman keras, mabok harta apalagi mabok janda. Ini lebih kepada mabok naik kendaraan. Saya juga baru tahu akhir-akhir ini kalau istilah bahasa inggris buat mabok semacam ini adalah motion sickness, mungkin karena kemabukan ini diakibatkan oleh goyangan yang lama-lama bikin pusing sehingga menyebabkan mual. 

Adik saya, pernah melakukan kesalahan fatal waktu di Phuket yang menyebabkan dia terserang mabuk laut. Di hari terakhir kita di Phuket, diputuskanlah untuk mengambil paket tur half-day snorkeling ke 3 pulau. Hari sebelumnya juga kita naik kapal seharian, tapi adik saya ga mabok. Hanya saja di hari sebelumnya itu kapalnya besar, jadi guncangan ombak tidak begitu terasa. Sedangkan di paket tur snorkeling ini kita naik boat kecil sehingga lumayan berasa kalau diombang-ambing ombak.

Di pulau pertama adik saya - Chacha, masih baik-baik saja, bahkan sempat mencoba belajar snorkeling. Kesalahannya adalah ketika mau berangkat ke spot snorkeling kedua, kita buru-buru naik duluan dan masuk ke dalam ruangan gitu. Lumayan lama kita menunggu peserta tur lain masuk semua ke dalam kapal dan selama itu kapal diguncang-guncang ombak sehingga motion nya menimbulkan sickness buat si Chacha.

Jadi, sementara saya dan peserta lain berenang-renang di laut, Chacha dengan muka pucat berjemur di atas geladak kapal mengenggam lembaran-lembaran kantong plastik untuk muntah di kelilingi kru-kru kapal yang prihatin. "Jangan  khawatir, plastiknya masih banyak," ujar sang nahkoda kapal yang berbadan besar dan berkulit legam. Sementara itu tour guide kita, yang awalnya mengaku bernama Simon tapi setelah ngobrol lebih banyak ternyata nama aslinya Sulaiman, berusaha keras menghibur dan menemani adik saya yang mabok berat itu dengan bercerita macam-macam ikan yang ada disana.

Kalau ditilik dari historikal nya sebenarnya si Chacha itu ga pernah mabok laut, beberapa kali kita naik kapal di Indonesia menyebrang ke pulau-pulau kecil tidak pernah dia mabok laut sekalipun. Mungkin karena kapal yang biasa dia naikin itu kapal kayu jelek punya nelayan gitu, sedangkan ini naik boat bagus. Waktu masih kecil juga dia suka mabok kalau naik pesawat, tapi ga pernah loh dia ngerasa pusing kalo naik angkot. Ya mungkin dia cuman mabok kalau naik kendaraan yang bagus-bagus gitu.

Tiba di pulau ketiga, adik saya yang mabok itu hanya bisa terkapar di kursi warna-warni di pinggir pantai. Tak peduli dengan putihnya pasir yang terhampar dihadapannya. Tak peduli dengan beningnya air di pinggir pantai yang ombaknya menyapu lembut di depannya. Tak peduli dengan seorang cewek korea dengan bikini kombinasi pink-putih dan topi selebar setengah meter sedang berpose jungkir balik di bawah payung warna-warni. Mata nya hanya memandang kosong ke horizon biru muda, sementara Sulaiman yang iba dengan sukarela memberi pijatan refleksi di kepalanya.

Tour Guide pun jadi merangkap tukang pijit

Mabok laut yang tersisa menjelang perjalanan udara
Boat belum sepenuhnya berhenti dan merapat ke daratan ketika Chacha duluan melompat dari dalamnya, seolah-olah ingin cepat-cepat mengakhiri penderitaannya. Di dalam mobil jemputan tur yang mengantar kita kembali ke hotel, seorang bapak-bapak bule rusia yang ikut prihatin berkata,"istri saya juga sama kayak kamu (mabok laut), makanya saya ikut paket tur ini sendirian." 

Jadi begini rencana awal nya, pagi-pagi kita check-out dari hotel dan menitipkan barang kita. Pulang dari paket tur half-day itu kita akan menghabiskan waktu di Spa sambil menunggu sore dan berangkat ke bandara. Tapi karena adik saya mabok laut itu rencana ke Spa terpaksa dibatalkan. Atas permintaan si mabok kita pun terpaksa extend sehari di kamar hotel yang hanya kita pakai 3 jam lebih. Dia yang mabok, saya yang ikut-ikutan tekor.

Waktu trip ke Belitung, salah satu kawan saya juga ada yang mabuk laut. Nah, kalau yang ini dia mengaku memang mudah mabuk, mabuk di kendaraan maupun mabuk minuman. Minum wine segelas saja sudah bisa membuat wajahnya memerah dan mabuk, katanya. Sudah tau mabuk-an, dengan nekadnya dia memutuskan ikut trip yang sudah pasti seharian terayun-ayun di atas kapal.

Setiap kali duduk diatas kapal yang  bergoyang-goyang, wajahnya akan pucat dan lemas. Lucunya ketika waktunya kita disuruh terjun ke laut untuk snorkeling dia langsung bersemangat dan duluan melompat ke dalam air dan berenang-renang dengan riang gembira. Tapi ketika tiba waktunya naik ke atas kapal, wajahnya kembali pucat pasi, tangannya senantiasa mengenggam sebuah kantong plastik hitam. Maduma banget deh, Masuk Duduk Mabok. Pas.

Waktu kapal berlabuh ke pantai, dia juga duluan yang turun dari kapal dan berlarian di sepanjang garis pantai dan minta di foto-foto bergaya a la baywatch. Tidak ada tersirat sedikit pun pucat dan pias yang beberapa menit sebelumnya terlukis di wajahnya. Tidak terlihat ada tanda-tanda sedikit pun bahwa perempuan ini yang meringkuk karena pusing dan mual di atas kapal, bahkan ketika sedang snorkeling di tengah laut pun minta dilemparin kantong plastik sama bapak yang diatas kapal.

Si bapak nya cuman ketawa-tawa sambil teriak, "muntah aja di laut situ, kasih makan ikan-ikan."

Perempuan yang satu ini emang saya curiga keturunan dewa atau urat nekat nya sudah putus. Setelah perjalanan hopping island seharian di kapal yang membuat hidupnya semacam sengsara karena mabok laut, sejak trip Belitung itu dia sekarang lagi semangat-semangatnya mengajak trip ke kepulauan komodo yang sudah pasti bakal seharian di kapal juga. Saya curiga orang itu lupa kalau dia itu mabok laut.

Kalau pulang ke kampung Papa Said di Kotamobagu, dari Manado itu jalanannya lumayan ekstrim tikungan-tikungannya. Kalau tidak biasa dengan gaya nge-drift gitu sudah bisa dipastikan bakal mabok darat. Om saya pernah cerita, ada nih tante nya Papa Said yang maduma kalo masuk mobil, masuk duduk mabok. Suatu ketika ada undangan pernikahan di Kotamobagu, sementara dia di Manado. Nah, untuk perjalanan naik mobil sekitar kota saja sudah bisa membuat dia pusing, apalagi perjalanan dengan medan berat seperti ke Kotamobagu, perjalanannya 4 - 5 jam pulak.

Karena takut mabok darat, tantenya Papa Said membeli 3 strip Antimo. Om saya curiga itu diminum semua sekaligus, karena tante nya Papa Said sukses ga mabok darat sama sekali. Jadi pas perjalanan dari Manado ke Kotamobagu dia tidur, sampai tiba kembali di Manado dia tidur. Ketika terbangun, tante nya Papa Said berkata, "sudah sampai kita di pesta?"


53 komentar:

  1. kirain mabuk apa? ternyata mabuk kendaraan! antimo donk! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. promosi bgt yak sama obat itu hahahaaa

      Hapus
  2. Wah kamu termasuk cewek tangguh Mil. Hebat gak pernah mabuk laut atau semacamnya. Lain kali kalau pergi lagi naik kapal dan ngajak si chacha, bawa minyak kayu putih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo aku mabok sih ga pernah, tp klo di mobil baca buku ato main henpon gitu ga bisa, pst lgs pusing

      Hapus
  3. ga nyimak jurnalku sih...
    coba pegang pisang biar ga mabok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaaa udah baca kmrn, tp msh ga ngerti apa hubungannya

      Hapus
  4. Ahahaha....asli ngakak bacanya mbak Mil!
    Kemarin baca tips dari mbak Chi klo mabuk itu, pake salonpas yang ditengahnya dikasih tembakau rokok Dji Sam Soe, trus tempelin ke pusar. Mdh2an berhasil deh! Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah aku ga ngerti juga ini apa hubungannya bodong sama mabok laut, pke dji sam soe segala hahahaahaa

      Hapus
  5. Sama gua juga pernah mabok laut pas di Fiji, mabok nya karena kebanyakan nyium bau bensin plus diombang ambing ombak gede

    BalasHapus
    Balasan
    1. kyknya si cha2 kmrn juga gara2 menghirup bau solar nya, jd mabok. soalnya duduknya dkt mesin, klo gw mah ga ngefek hihihi

      Hapus
  6. dulu waktu kecil aku juga tukang mabok perjalanan... gak ngerti tau tau sembuh sendiri

    BalasHapus
  7. Pestaanya so selesai :D hhehee

    ngomong2 mabok kndraan, sy prnah diceritain tante tmn sy, klo dia pernah se-mobil dgn cewek yg mabok darat ampe (maaf) muntah darah.

    tp mbk mila jagooo daah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa iya, bener. pestanya udahan wkwkwk

      buset, klo sampe muntah darah mah bukan mabok darat itu, tp di pelet dukun bwahahahaaa

      Hapus
  8. Hihihi istilah baru tuh mbak, nenekku juga suka maduma kalo perjalanan darat, sacara di Takengon itu kan perjalannya banyak tikungannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... ini istilah lama yang diperbaharui

      Hapus
  9. pusernya tutup pake salonpas, manjur deh.. hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. weh, sama nih ilmu nya sama mba mayya, pat guru nya sama hahahaaa

      Hapus
  10. untung gua ga pernah mabok laut kak heuehehehee.

    BalasHapus
  11. maduma. kirain saudaranya madona.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya msh ada hubungannya kog om hihihi

      Hapus
  12. Dulu aku juga pernah tuh mabuk pas mancing naik boat di San diego. Pdhal udah makan antimo dan boatnya guede. Anakku yg paling gede mabuk udara, makanya kemaren kita mudik, tiap mo naik pesawat dia aku kasih obat pemberian mertua. Tokcer deh. 2 thn yg lalu, dia mabuk dalam perjalanan dari Toronto ke Chicago, ampun deh, gw neh yg jadi emak sibuk megangin 2 cups berisi air minum saat pesawat mendarat. Dasar pramugari American Airlines gga setelaten pramugari maskapai lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya pramugari disana bnyk yg udah oma2 ya? heheheee

      Hapus
  13. mabok laut, rasanya ga enak banget deh ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu mabokan juga? cupcupcup...

      Hapus
  14. hahah saya juga pernah mbak mabok laut aduh rasa nya pusing banget ,,,,,,,,dan kepala nyut nyutan ,,,,,,,

    BalasHapus
  15. dulu saya juga biasa mabok dalam perjalanan...dan semakin parah saat membayangkan bahwa saya akan "muntah" dalam perjalanan,
    dan saya mencoba rileks..mencoba mengalihkan dari pikiran "muntah" kepikiran yang lain...dan hasilnya tokcer :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bagus tuh kayaknya bisa dicoba :p

      Hapus
  16. Siyal, ud ngetik panjang2 malah eror.. -____-
    Aku juga dulu mabokan kalo naek kapal, Mil. Trus sama Mama, perutku dibalurin minyak kayu putih banyak-banyak, trus udelnya ditutup tensoplas. Entah sugesti entah emang mujarab, nggak mabok lagi lho. Abis itu, nggak ditutup tensoplas pun perjalanan laut lancar jaya. Mungkin nanti bisa dicoba ke Chacha ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuidih, itu kenapa semua org berhasil ya pke cara udel ditutup tensoplas.. jgn2 emang manjur hahahaa

      Hapus
  17. waktu usia sd kalu naik kendaraan mabuk, tapi sekarang gak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. brarti semakin tua, smakin kebal mabuk darat laut dan udara yah

      Hapus
  18. Biasanya rasa mabuk itu hadir karena tidak terbiasa, namun bila kita sudah terbiasa maka dengan sendirinya raa mabuk itu tahu diri dan pergi sendiri tanpa di stop. he...x9

    Sukses selalu

    Salam Wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa.. iya, mabuknya tahu diri :p

      salam wisata yeaaaah

      Hapus
  19. Itu mas-mas tukang pijitnya menginagtkan gue sama aktor-aktor film Baywatch :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas2 tukang pijit merangkap tour guide hahahaa.. emang keren yah dia. David Hasselhoff aja ga bisa mijit loooh

      Hapus
  20. pasti capek bgt ya klo mabokan gt. Ga bisa konsen menikmati pemandangan.. ga sempet ngelirik yg bening2.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. boro2 ngelirik yang bening, mikirin diri sendiri aja hahahaa

      Hapus
  21. sama.. aku juga mabok laut banget.. huh.

    BalasHapus
  22. tour guide serabutan yah? hahaha. becanda..

    BalasHapus
  23. Gw kalo sailing selalu milih duduk di luar...nggak berani masuk ke dalam buritan karena goyangan ombak langsung terasa banget dan bisa bikin pusing.

    BTW, waktu kecil gw langganan mabok kendaraan tiap pergi.... ngga bisa naik bis ato taxi pake AC, maunya pake jendela biasa n udara segara aja (low maintained kid banget gw kan?)... pernah dalam perjalanan 4 jam ke Anyer stok baju gw n kakak gw habis karena kena muntahan termasuk baju cadangan buat ganti... Gw sempet 'diprediksi memiliki masa depan suram dalam dunia per-travelling-an paling jauh sampe Puncak di Bandung udah sukur kali... ehhh...ternyata malahan gw yang justeru sekarang pas gede kesana-kesini kayak setrikaan.... jadi moral of this sharing is: buat anak yang suka mabok, masih ada harapan buat jalan2x pas gede....jangan kuatir deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba feli emang tobh deh, komentar aja ada pesan moralnya juga hahahaa....

      ga pke tensoplas di bodong kan, mba?

      Hapus
  24. Wah si Chacha itu sama kayak istriku, gampang mabuk. Sebenarnya ketika kapal berjalan normal sih dia gak mabuk, tapi begitu kapal terombang ambingkan di tengah laut, barulah mabuknya kumat, karena kapalnya bergoyang-goyang gak jelas....

    Sulaiman jadi Simon, ha ha ha... Jauh banget... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama juga dengan aku palink takut mabok laut saol nya ,itu loh pusing nya suka lama ,,,,,,,,,

      Hapus
  25. wah namanya maduma itu tidak mengenakkan y o A..

    BalasHapus
  26. hemm mabuk air laut, gak mau dua kali sayaa..
    kapok saya juga mbakk.. hemm, pusingnya minta ampun.

    BalasHapus
  27. alhamdulillah saya blm pernah mabuk laut ,, :D

    BalasHapus
  28. pasti gak nyaman dan bebas ya kyaknya , hbis klo mabok itu suka bad mood .. :D

    BalasHapus
  29. wah... saya waktu kecil sebenernya pernah maduma juga. naik angkot dari rumah ke pasar aja kadang mabok. bahkan dulu waktu kecil banget saya pernah ngelemparin sekantong penuh muntahan ke mobil yang lagi jalan di belakang. :p akhirnya, ya, waktu juga yang bikin saya ga maduma lagi. :)

    BalasHapus
  30. hahahahaha
    istilah yg keren (MADUMA)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...