Lagi-lagi saya melancong ke negara yang sebelahan sama negara saya sendiri dan berpikir, "kapan ya negara saya bisa belajar dari tetangga nya?". Disaat negara-negara yang sebelahan sama negara saya ini sudah punya MRT (kereta bawah tanah) dan BTS (Sky Train), kita masih berkutat ngutak-ngatik Busway yang ternyata juga tidak efisien dalam menghindari kemacetan.
Thailand ini terkenal banget dengan pariwisata nya di seluruh dunia. Bahkan sudah beberapa kali di jadikan lokasi syuting film-film Hollywood. Kali ini saya memang belum sempat mengunjungi tempat syuting The beach & James Bond di Phuket, karena dalam waktu 3 hari saya fokus keliling-keliling di ibukota negara Thailand, Bangkok. Nama kota ini kalau di sebut dalam bahasa Thai puanjang nya kayak cerpen, tapi kalo disingkat dan di bahasa Inggris kan jadi City of Angels. Mungkin karena disini banyak kuil-kuil (Wat) dan patung-patung Budha dari jaman baheula yang merupakan simbol religius rakyat Thai.
Jaman dahulu kala sewaktu masih dikenal dengan nama Siam, ibukota Thailand bukan di Bangkok. King Rama I yang memindahkan pusat pemerintahan ke "kota malaikat" ini. Lokasinya di pinggiran sungai Chao Praya, bersebrangan dengan ibukota yang lama. Daerah ini namanya Ko Rattanakosin, disinilah dibangun pusat pemerintahan dan pusat ke-agama-an yang baru.
Hingga sekarang bangunan-bangunan jaman dahulu kala ini masih berdiri megah. Bangunan bersejarah di daerah ini termasuk Kompleks Grand Palace dan Wat Phra Keow yang di dalamnya ada Patung Emerald Budha. Lalu di seberang Kompleks Grand Palace ada Wat Pho, tempat diletakannya Patung Sleeping Budha raksasa.
Hingga sekarang bangunan-bangunan jaman dahulu kala ini masih berdiri megah. Bangunan bersejarah di daerah ini termasuk Kompleks Grand Palace dan Wat Phra Keow yang di dalamnya ada Patung Emerald Budha. Lalu di seberang Kompleks Grand Palace ada Wat Pho, tempat diletakannya Patung Sleeping Budha raksasa.
Waktu saya kesana, ternyata Raja nya sudah tidak di Grand Palace lagi. Beliau sudah pindah ke daerah Dusit semenjak kakek nya Raja yang sekarang. Mungkin karena lingkungan ini sudah terlalu crowded dan sulit mendapatkan privacy. Rattanakosin masih di jaga ke-ancient-an nya dan menjadi daerah wajib kunjung bagi turis-turis interlokal yang melancong ke Bangkok.Sedangkan kalau kita keluar dari daerah ini, kita bisa merasakan sisi Bangkok yang berbeda. Bangkok yang modern.
![]() |
Bangkok Streets |
![]() |
Night at City of Angels |
![]() |
Democracy Monument |
![]() |
Suvarnabhumi Airport |
Ke-kosmopolitan Kota Bangkok sudah mulai terlihat sejak menginjakan kaki di Suvarnabhumi Airport. Bandara ini dulu dibangun untuk dijadikan Internasional Hub, atau bandara penghubung internasional dari Afrika, Amerika dan Eropa ke negara Asia Tenggara. Jadi Semua pesawat dari seluruh belahan dunia kalau mau ke Asia Tenggara musti transit di Bandara ini. Semacam bandara di Hong Kong gitu. Tapi sih denger-denger karena issue safety yang masih belum memadai, maka bandara ini belum memenuhi syarat jadi International Hub.
Masalah macet atau Traffic jam, di Bangkok ini tidak jauh berbeda dari Jakarta. Eh, Jakarta masih menang dink macet nya hehehee.... Wajar kali ya bagi kota besar yang merupakan pusat bisnis kalau ada macet karena jumlah kendaraan nya yang banyak. Tapi setidaknya di kota ini disediakan alternatif transportasi umum untuk menghindari macet. Ada MRT yang jalannya di bawah tanah dan ada BTS yang jalannya diatas. Bahkan ada Express Boat melalui sungai Chao Praya. Indonesia kapan ya? Hmmm.... *mengkhayal*
Mau tau berapa budget saya keliling-keliling Bangkok dalam 3 hari? Klik disini
Mau tau berapa budget saya keliling-keliling Bangkok dalam 3 hari? Klik disini