Sebelumnya saya sudah cerita kalau misi saya, Pagit dan Mba Efa melihat Komodo dan Pink Beach sudah terlaksana dengan sukses, yang belum saya ceritakan adalah suka duka mencari tur yang murah yang sesuai dengan kantong kita-kita.
Saya juga sudah ceritakan sekilas tentang riset singkat saya sebelum berangkat menelpon Pak Hans dari salah satu agen tur yang menyediakan fasilitas ke Pulau Komodo. Melalui telepon Pak Hans sempat menjelas secara singkat mengenai jenis-jenis tur yang ditawarkan, ada tur 1 hari ke Pulau Komodo dan Pink Beach, dan ada tur 2 hari ke Pulau Komodo, Pink Beach, menginap di kapal atau di pulau seraya, ke Pulau yang banyak kelelawarnya dan terakhir ke pulau rinca. Tapi waktu itu saya hanya tanya-tanya aja dan bilang ke Pak Hans itu kalau nanti kita akan langsung berkunjung ke kantor tur nya ketika kita tiba di Labuan Bajo. Rencana kita (saya, mba efa dan pagit) mau langsung membandingkan dan kalau bisa memodifikasi sendiri perjalanan kita ke pulau komodo itu.
Saya sempat cerita juga sebelumnya, bahwa dihari kita mendarat di Labuan Bajo takdir mempertemukan kita dengan Wawan yang mengantarkan kita dari bandara ke Labuan Bajo dengan tarif 50 ribu rupiah setelah melalui proses tawar menawar yang sadis oleh Pagit.
Di hotel Gardenia yang berbukit-bukit itu di meja resepsionis saya kenalan sama seorang guide yang lagi bawa tamu orang asing, dia menawarkan trip ke Pulau Komodo untuk 2 hari. Jadi prinsipnya ikut tur ke pulau disini adalah semakin banyak peserta maka biaya per-orangnya jatuhnya lebih murah, jumlah yang wajar kalau menurut saya sih melihat besar rata-rata kapal disana maksimal 7 orang udah sumpek sih. Si guide itu sudah ada 2 peserta yang mau ikut tur untuk keesokan harinya, jadi kalau tambah kita 3 orang, total 5 orang - jadi untuk trip 2 hari (menginap di kapal) biaya per-orang nya hanya 500 ribu-an.
500 ribu untuk 2 hari jauh lebih murah dari pada biaya yang ditawarkan oleh Pak Hans, yaitu 800 ribu-an per orang untuk trip yang satu hari. Saya dan guide itu pun tukeran nomor henpon dan saya berjanji akan mengabari nya lagi sebelum matahari terbenam.
Ternyata kakak sepupu nya Wawan punya usaha tur juga. Kakak sepupu nya Wawan saat itu tidak ada di Labuan Bajo karena lagi ada pameran di Jakarta. Tapi kita akhirnya berkesempatan ketemu kakak nya Wawan - si pengusaha tur Labuan Bajo yang sukses itu, di bandara waktu kita mau pulang. Karena pesawat kita delay kita ngopi-ngopi di kantin bandara di temani wawan dan kakak sepupu nya itu. Pas lagi ngopi-ngopi tiba-tiba ada satu laki-laki flores datang memanggil Mba Efa, ternyata dia pria yang kita ketemu di pink beach yang nyuruh saya buka kacamata hitam untuk melihat warna pink pasirnya dan langsung aja ikut nimbrung ngobrol sama kita.
Kita pun dibawa ke kantor agen tur kakak nya itu dan dikenalkan dengan kawan nya bernama James yang kerja disitu. James juga menawarkan kita trip 2 hari bergabung dengan 2 orang lain yang sudah mendaftar. Tapi kita hanya punya waktu sebentar di Labuan Bajo, jadi kita hanya mau trip ke pulau 1 hari sedangkan 1 hari lagi kita mau trip di darat, lihat gua dan air terjun yang kita lihat di brosur di hotel - keren banget.
Akhirnya kita minta James mencarikan kita kapal yang bisa di charter sehari, ketika ditanyakan ternyata harganya 1,5 juta satu kapal per-hari (tujuan terserah kita) tapi kita dapat makan siang di atas kapal, dapat kopi/teh pagi-pagi dan air mineral sepuasnya. Untuk trip satu hari itu, karena kita hanya bertiga, jatuhnya jadi sama kayak trip 2 hari berlima, yaitu 500 ribu per pax.
"Kita pikir-pikir dulu deh James," kita mau berunding dulu ambil trip 2 hari atau trip 1 hari mengingat harga per orangnya yang sama dan mempertimbangkan kunjungan ke air terjun, "nanti sore kita kabarin lagi".
Kita masih punya satu alternatif, mengunjungi Pak Hans.
Kita tiba di depan agen tur Pak Hans, dekorasi kantor nya mencolok banget, dari kayu-kayu dan beratap daun kelapa kering. Sepertinya kantor turnya merangkap cafe dan tempat nongkrong turis-turis bule. Pak Hans sendiri ternyata orang asli Belanda yang sudah tinggal di Labuan Bajo selama 20 tahun dan sudah fasih berbahasa Indonesia walau kadang masih mikir-mikir untuk mencari padanan kata yang sesuai.
Pak Hans langsung membuka peta flores di meja di hadapan kita bertiga dan menjelaskan rute trip nya dengan menunjuknya langsung diatas peta. Dari penjelasan Pak Hans itu saya baru mengerti tata letak kepulauan komodo, apa saja yang bisa kita liat dan kita lakukan disana. Sebelum pergi kan saya minim riset, jadi tiba di Labuan Bajo bener-bener masih gelap tentang apa yang mau dilakuin disana. Pokoknya tujuan saya cuman mau liat komodo aja, ternyata banyak banget hal yang menarik selain komodo yang bisa dijelajahin mulai dari laut sekitar Labuan Bajo sampai ke kepulauan komodo itu.
Setelah kita mengutarakan keinginan kita untuk hanya sehari trip aja dia merekomendasikan untuk ke Pulau Komodo, lanjut ke Pink Beach, kemudian mampir di suatu teluk dekat situ dimana kita bisa snorkeling bersama Manta (semacam ikan pari tapi gak galak). Kalau kita mau rute itu ada satu orang bule yang lagi nunggu mau join. Biaya sewa kapal ternyata sudah standard di kalangan agen-agen tur itu, mungkin aja bisa dapat lebih murah kalau kita cari langsung ke dermaga, tapi kita sudah tidak punya waktu untuk itu. Yang mahal adalah biaya snorkeling bersama manta itu, karena harus bayar entrance fee ke pengelola konservasi itu 100 dollar per-orang.
Kita bertiga membelalak.
Melihat tampang kita bertiga yang stress, Pak Hans mulai ngitung-ngitung lagi kemudian dia menawarkan solusi. "oke, buat kalian bertiga saya beri keringanan untuk biaya masuk manta itu, nanti bisa saya atur." Tapi biayanya paling sedikit sekitar 700 ribu per orang dan itu gak termasuk makan siang di kapal.
Beberapa alternatif ini membuat kita bertiga galau. Tiap alternatif punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua menarik dan semuanya sebenarnya mepet sama budget kita yang miris ini. Akhirnya setelah melalui diskusi panjang, kita bertiga mufakat kalau kita akan sewa kapal + makan siang melalui James. Saya pun menelpon guide yang saya temui di Hotel Gardenia untuk memberi tahu kita tidak ikut trip dua hari itu. Kemudian menelpon Pak Hans untuk memberi tahu kita tidak jadi ambil trip sehari yang include berenang sama manta ray itu. Setelah menutup telepon Pak Hans sebenarnya hati saya merintih sedih, saya mau berenang sama Manta Ray hiks hiks....
Sementara Pagit menelpon James yang segera mengurus keberangkatan kita untuk keesokan subuhnya termasuk mencarikan kita seperangkat google dan kaki katak untuk snorkeling. Transaksi pembayaran dilakukan saat kita makan malam di warung kaki lima pinggir laut.
"Besok subuh jam 4 saya jemput di hotel ya, kak." seru James sebelum pergi meninggalkan kita malam itu.
![]() |
| Musyawarah di depan warung yang kayak seven eleven-nya labuan bajo |
![]() |
| James di depan kantor tur nya |








