Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Banda Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Banda Aceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2008

PLTD Apung yang terhempas Tsunami



Kapal PLTD apung seberat lebih dari 3000 ton ini terhempas gelombang tsunami sejauh 2 km.

Kapal yang dulunya berfungsi sebagai pembangkit listrik berkapasitas 10 Mega Watt tersebut merupakan bukti monumental kedashyatan bencana tsunami Desember 2004 silam. Menurut penduduk setempat, kapal apung PLTD yang sebelumnya tsunami berada di pelabuhan Ulee Lhue, terseret ke Desa Punge Blangcut, menghantam, menghancurkan dan menimpa perumahan penduduk yang dilewatinya.

Hiii.. aku bergidik ngeri membayangkannya. Bahkan hingga saat ini mungkin di bawah kapal tersebut masih terdapat korban-korban yang terhimpit pada saat kapal itu terdampar. Bagi yang belum pernah melihat secara langsung, coba saja bandingkan besarnya kapal tersebut dengan mobil avanza yang parkir di depannya.

Hampir empat tahun berselang setelah bencana tersebut, kapal PLTD apung ini menjadi objek wisata bagi turis lokal maupun interlokal. Di sekitar lokasi ini pun telah berdiri perkampungan baru. Dari atas kapal ini kita bisa menikmati pemandangan kota Aceh dari ketinggian 15 meter.




Senin, 01 Desember 2008

Masjid Raya Baiturrahman



Jujur, aku senang sekali ketika di tugaskan ke Aceh, karena kota ini salah satu kota yang ingin aku kunjungi. Walaupun kalau bukan karena pekerjaan, mungkin aku tidak akan pernah menginjakan kaki ke kota yang mendapat julukan Serambi Mekkah itu.



Perjalanan dengan pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh memakan waktu hampir 4 jam. Sebelum aku pergi kesana, banyak sekali wejangan-wejangan dari orang-orang, mengingat Kota Aceh ini adalah kota yang sangat ketat dalam menjalankan syariat Islam.

Aku pun berangkat berbekal pakaian yang menutup aurat komplit dengan kerudungnya. Secara di sana iklan di billboard saja dibuat khusus, dimana model wanitanya mengenakan kerudung, termasuk Dian Sastro di iklan Indosat.
Agak lega juga sebenarnya karena setelah tiba di kota tersebut ternyata keadaannya tidak se-kaku yang aku bayangkan. Orang-orang disana ternyata sangat welcome dan ramah terhadap pengunjung.


Pusat kegiatan keislaman di Serambi Mekkah ini adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid megah ini terletak di jantung kota Aceh.

Pertama dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), namun sempat di bakar oleh Belanda karena dianggap sebagai pusat perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Pembangunan kembali masjid dilakukan tahun 1879 oleh Belanda.


Ketika bencana tsunami di tahun 2004, banyak orang selamat karena berlindung di masjid ini. Bangunan kokoh ini tetap bertahan walaupun terkena gempa dan tsunami. Kerusakan yang terjadi hanya berupa retakan-retakan kecil dan segera di renovasi kembali.


Lihat juga
- Masjid Raya Surakarta


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...