Dalam cuaca yang tak menentu, melalui perjalanan panjang berliku, mendaki gunung dan melewati lembah. Menyusuri setiap jengkal desa Cemoro Lawang demi menemukan tempat berlindung di tengah kehiruk pikukan Long Wiken. Untuk kemudian beristirahat semalam dan memulai dini hari yang dingin berkabut, menyusuri jalan terjal dalam kegelapan menuju Pananjakan untuk melihat sunrise *bukan sunset*. Menyusuri Padang savana dan lautan pasir Bromo diatas Jeep 4WD. Berjuang memanjat tebing dan tangga yang curam demi mencapai puncak. Hingga akhirnya Kakek & Nenek Kere featuring The Janggut (yang juga kere) BERHASIL menaklukan Bromo.1. Menuju Bromo
Dari Bandara Djuanda - Surabaya, saya dan si kakek yang berbaju hitam *bukan abu-abu* memulai perjalanan dengan Bus Damri menuju Terminal Bungurasih, dimana kita akan bertemu The Janggut- Special Guest Star. Setelah tanya sana sini, si kakek memilih rute menuju Bromo melalui Probolinggo.
Secara saya disorientasi ya saya mah ngikut aja, walaupun kenyataannya si kakek juga ternyata dengan bangganya meng-klaim kalau "nyasar" adalah nama tengah nya. Kalaupun akhirnya kita bisa tiba di Bromo, itu semua adalah kuasa Tuhan. Special Guest Star kita juga tampaknya meragukan, secara di Terminal Bungurasih aja nyasar2 *menghela nafas*.
Dari Probolinggo, kita tinggal naik mobil angkutan ELF langsung ke Desa Cemoro Lawang, di Bromo situ. Turun dari bus juga banyak kog yang nawar-nawarin.
Damri Bandara Djuanda - Terminal Bungurasih : IDR 15.000
Tiket Peron : IDR 200
Bus AC Terminal Bungurasih - Probolinggo : IDR 23.000
ELF Probolinggo - Bromo (Cemara Lawang) : IDR 25.000
2. Penginapan
Beginilah kalimat si kakek sewaktu kita merencanakan perjalan,"ga usah khawatir, disana banyak penginapan kog..rumah-rumah penduduk di sewa-sewa-in (baca.guesthouse)"
Memang siy disepanjang jalan di Desa Cemoro Lawang itu berderet penginapan dan guest house. Tapi karena long wiken jadi penuh semua... Untungnya supir ELF kita berbaik hati mengantarkan kita (beserta penumpang lain yang adalah turis asing) mencari penginapan.
Akhirnya kita dapat penginapan paliiiiiing ujung, bentuknya cottage bernama Bromo Permai. Kebetulan tinggal sisa 3 kamar Ekonomi (utk 3pax, no breakfast, no hot water & kamar mandi luar), pas untuk kita dan turis-turis asing itu. Tadinya kita pikir harganya bakal mahal eh ternyata murah.
Penginapan IDR 110.000/kamar = IDR 37.000/pax.
Penginapan IDR 110.000/kamar = IDR 37.000/pax.

Dengan langkah bahagia kita berjalan di taman yang indah, menuju arah yang ditunjukkan petugas hotel. Dari depan kamar itu kita bisa langsung melihat pemandangan gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih.. indah sekali... Sembari membayangkan duduk di terasnya dan menikmati pemandangan, kami menebak-nebak.. Hmmm.. kamar kita yang mana ya?
Oh oh oh... itu petugas hotel berdiri di samping kamar pas banget di depan taman. Kita segera bergegas mendekati Petugas itu ternyata jari nya menunjuk ke lorong di belakang kamar yang kita sangka akan jadi kamar kita *ge-er-an*.
"Di belakang" kata petugas itu.
"Di belakang" kata petugas itu.

3. Jeep Mas T 1 YO
Pukul 3 subuh kita di bangunkan oleh gedoran di kamar. Tapi dasar pada turunan kebo semua, jam 4 baru kita keluar kamar. Setelah sedikit PeDeKaTe sama sepasang suami-istri asal sidoarjo, kita mengajak mereka untuk bareng men-charter Jeep. Hampir aja kita kehabisan jeep dari hotel karena tidak booking dulu malam sebelumnya, untungnya disaat kita sedang gundah Mas T1YO datang menawarkan Jeep-nya.
4. Total Budget
Not Include: Tiket Pesawat, makan, minum, oleh-oleh, ngasih pengamen, dan pengeluaran tak terduga lain.
IDR 223.400 per orang
Huhuuuy... menyenangkan....




