Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2008

Bolu Kemojo

Kota Pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, sangat kental dengan pengaruh budaya Melayu. Rumah adat, tari-tarian daerah, dan makanannya banyak berakar dari kebudayaan melayu.


Salah satu penganan khas Melayu yang banyak terdapat di Pekanbaru adalah Bolu Kemojo. Kue ini biasanya disajikan pada acara-acara khusus, seperti lebaran. Namun kue ini banyak dijual di toko yang menjual oleh-oleh khas Riau.


Rasa Bolu ini agak berbeda dari bolu yang biasanya. Rasa bolu ini lebih mirip kue lumpur tapi lebih padat. Kue ini tersedia dari bermacam-macam rasa, ada rasa original, rasa coklat, rasa jagung, rasa durian, dan ada rasa-rasa lain lagi (lupa.. he3..). Tapi hati-hati kalau mau menjadikan bolu ini sebagai oleh-oleh, karena dibuat secara alami dan tanpa bahan pengawet, kue ini hanya tahan 3 hari.


Toko oleh-oleh khas Pekanbaru yang aku singgahi berada di Jl. Riau. Karena kebetulan aku menginap di hotel gran elite di dekat situ, jadi sekalian singgah. Toko oleh-oleh ini komplit, menjual segala macam makanan ringan khas riau, seperti kue bangkit dan lempuk durian. Toko ini juga menjual makanan-makanan ringan dalam kemasan(seperti biskuit, coklat, chips ) yang di import dari malaysia dan singapore.

Jumat, 28 November 2008

Sate Rusa

Aduuuuh... kasian ya? aku juga ga pernah ngebayangin bakal tega makan daging rusa, soalnya kebayang mukanya yang lucu. Lagipula bukannya binatang itu salah satu binatang yang hampir punah ya? Tapi karena katanya rasa daging rusa uuueeenak nya bukan main, aku penasaran juga pingin nyobain.

Pergilah kita serombongan ke rumah makan yang menjual
sate dan sop rusa. Aku lupa nama rumah makan dan lokasinya, tapi kalau tanya orang Pekanbaru, pasti mereka tahu. Katanya rusa yang di masak di restoran ini di dapat dari hasil perburuan. Aduh, tambah kasihan lagi deh..

Terlepas dari kontroversi kasian atau tidak kasian. Punah atau tidak punah. Berburu atau tidak berburu. Jadi, bagaimana rasanya?

Menurut aku, dagingnya rasanya memang beda. Satenya sama sekali tidak terasa berlemak. Dagingnya lembut sekali, rasanya hampir seperti tidak ada serat nya. Tapi sate rusa ini diberi bumbu yang sangat manis sekali, katanya untuk menetralisir rasa anyir nya. Jadi, karena manis makan sedikit saja rasanya sudah kenyang. Tidak heran, seporsi sate rusa hanya terdiri dari 5 tusuk, itu pun aku tidak habis. Lain kalau aku makan sate kambing, 15 tusuk bisa sendiri huehe3..

Di rumah makan ini juga menjual dendeng rusa yang dijual kilo-an. Boleh juga tuh untuk oleh-oleh..

Ikan sungai enyak..enyak..enyak..

Di daerah Pekanbaru ini yang terkenal adalah jenis ikan-ikanan sungai, seperti ikan Patin dan ikan Baung. Ikan-ikan ini hidupnya di sungai yang dalam dan katanya asli hanya ada di Indonesia. Karena ikan-ikan tersebut merupakan jenis ikan pemalas, alias tidak banyak gerak, jadi daging ikannya mengandung lemak. Rasanya lebih gurih dibandingkan ikan air tawar lain, karena itu permintaan ikan jenis ini semakin banyak, dan mulai di budidayakan.

Ikan Patin mungkin banyak di temui dimana-mana, khususnya di rumah makan padang. Bahkan di jakarta ada rumah makan yang khusus menyediakan hidangan ikan patin. Tapi kalau ikan Baung, mungkin masih agak asing di telinga, tapi rasanya tidak kalah gurih dibanding ikan patin. Di pekanbaru, ikan jenis ini, dimasak macam-macam, ada gulai ikan baung, ikan baung asam pedas, dan lain-lain. Tapi favorit aku ikan Baung bakar. Slurp..jadi ngiler nih ngebayanginnya


Pertama-tama aku menginjakan kaki di Pekanbaru, jam makan siang, aku langsung mencari santapan siang khas Pekanbaru. Lalu aku dibawa oleh driver mobil yang aku sewa ke sebuah rumah makan di Jl. Jend. Sudirman bernama Pondok Gurih. Setiap tamu yang datang disambut dengan dentuman gong. Disitulah aku mencoba ikan Baung. Aku juga mencicipi ikan selais, satu lagi jenis ikan khas pekanbaru. Ikan ini kecil-kecil, hampir seperti baby fish, jadi kalau digoreng rasanya garing dan gurih. Setiap kali aku ada kesempatan ke Pekanbaru aku selalu menyempatkan diri untuk makan di sini, jadi tempat makan favorit ceritanya. Selain ikan patin, ikan baung, ikan selais, coba juga tumis pakis nya. Rasanya mirip tumis kangkung, tapi bahan bakunya adalah pakis muda.

Restoran lain di Jl. Jend Sudirman yang menyediakan hidangan ikan Baung adalah Pondok Asam Pedas Baung. Bedanya dari Pondok gurih, yang menunya dipesan, di Pondok Baung semua menu di hidangkan, mirip seperti di rumah makan padang. Selain itu ada juga Restoran Sri Mersing, di Jl. Mustafa Sari. Restoran ini letaknya agak di dalam, bukan di pinggir jalan raya. Menu makanannya dipesan dan mirip dengan Pondok Gurih. Tapi kalau soal rasa, aku lebih prefer rumah makan pondok gurih.

Selasa, 25 November 2008

Gedung Berbentuk Buku

Gedung berbentuk buku yang sedang terbuka disamping terletak di Jl. Sudirman, Pekanbaru. Bangunan unik yang megah tersebut adalah gedung arsip dan perpustakaan yang kini menjadi icon kota Pekanbaru.


Pekanbaru merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sedang berkembang. Semenjak peraturan otonomi daerah, tampaknya pemda wilayah yang kaya minyak bumi ini terus mengembangkan kotanya secara progresif.


Kalau dibandingkan dengan kota-kota lain di pulau sumatera yang pernah saya kunjungi, kota Pekanbaru ini merupakan kota yang paling bersih, bangunan-bangunannya tertata rapih, jalan-jalan utama nya besar dan disana juga sudah dibangun pusat-pusat perbelanjaan (aka mall). Bahkan Jco dan Breadtalk sudah beredar disana he3x..


Bentuk buku dari gedung perpustakaan dan arsip kota pekanbaru itu sangat jelas jika di lihat dari halaman Kantor Gubernur yang terletak di sampingnya. Karena sudah terlanjur ada di halaman gedung kantor gubernur yang tidak kalah mewahnya, sebagai banci foto sejati, harus donk mengabadikan momen ini.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...