Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Kotamobagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Kotamobagu. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

Clubbing di Tengah Sawah

Kata siapa di tengah sawah ga bisa clubbing

Kata siapa ga mungkin bikin party di tempat penggilingan beras?

Waktu saya pulang kampung tahun 2011 kemarin, kita sekeluarga bersilaturahmi ke keluarga-keluarga Papa Said yang ada di Manado, Kotamobagu dan sekitarnya. 

Sampai di Inobonto - suatu daerah yang terletak di antara Manado dan Kotamobagu, saudara-saudara Papa Said yang tinggal di daerah situ sengaja membuat pesta khusus menyambut kedatangan rombongan dari Jakarta.

Pesta nya di gelar di tempat penggilingan beras milik salah satu sepupu Papa Said, lengkap dengan satu set Organ dan Sound System nya. Kebetulan keluarga Papa Said banyak juga yang banci tampil, apalagi kalau urusan nyanyi - di pesta pernikahan, di restoran, di kafe, pokoknya setiap ada kesempatan untuk nyanyi pasti pada lupa diri. Nah, jadi jelas kan kelakuan saya yang banci tampil ini adalah faktor genetis.

Karena banyak sekali saudara yang harus dikunjungi, rombongan keluarga Papa Said dari Jakarta dan Manado yang terdiri dari 3 mobil baru tiba di lokasi pesta jam 9 malam. Tapi itu tidak menyurutkan niat untuk bernyanyi dan berjoget sambil menyantap hidangan berupa berbagai macam ikan laut yang sudah tersedia. Gerombolan nenek-nenek usia 70-an juga tidak mau kalah ikut clubbing sampai waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. 

Ini adalah kali pertama juga bagi saya clubbing di alam bebas, di tengah sawah, di bawah cahaya ratusan bintang dan bulan. 

Tariiiiikkkk Maaaaang.........

Sound System nya mantap

Bintang tamu dari Jakarta lagi pilih lagu

Duet sama seleb Manado

Konser tengah malem, jangkrik-jangkrik pasti pada budek wkwkwk...

Papa Said juga goyaaaaang *gaya robotik*

Gaya andalan Jempol Digoyang

Gaya Kupu-Kupu Terbang

Gaya Jaipong Kontemporer

Semakin malam semakin memanas... Ampoooon DiJeeeee

Lupa diri !

Selasa, 06 September 2011

Mudik Lebaran

Huwaaaaah.... baru  kali ini ngerasain yang namanya mudik lebaran. Badan capek kayak mau rontok tapi hepi. Acara lebaran tahun ini bener-bener full,  meriah dan heboh. Tahun-tahun yang lalu saya and The Said yang lainnya biasanya selalu lebaran di Jakarta. Hari pertama Sholat Ied trus ke rumah Eyang. Hari kedua biasanya terima tamu di rumah, malem nya ke rumah tante. Hari ketiga biasanya ke rumah tante yang di Bogor. Ya kurang lebih begitu lah rutinitas setiap tahunnya. Nah, kali ini kita semua berangkat ke Sulawesi Utara buat lebaranan disana.

Banyak yang protes, kenapa saya mudik ke Manado? secara diliat dari depan, belakang, samping kiri dan kanan ga ada potongan orang sana yang kebanyakan mirip-mirip orang Filipina. Ya sebenarnya memang baru 4 generasi keluarga Papa Said menetap di daerah utaranya pulau Sulawesi itu. Bokap nya kakek saya dulu itu ceritanya dateng dari Arab buat dagang. Kakek saya aja masih kelahiran Hadramut, kemudian nikah sama orang Tondano yang asal-usulnya masih keturunan orang Jawa.
Foto Kakek Badar waktu msh muda
Bokap sendiri, Papa Said, waktu muda nya merantau ke Bandung buat kuliah. Ketemu sama Nyokap yang keturunan Sunda tapi udah lahir dan gede di Jakarta. Nah selanjutnya jadilah saya, yang anehnya malah sering dikira orang India *bener-bener ga nyambung* -_-"

Aslinya Bokap kelahiran Bolangitan (lihat di peta kalo ga pernah denger nama daerahnya), kemudian waktu bokap masih kecil sekeluarga pindah ke daerah Kotamobagu (lihat di peta kalo ga pernah denger namanya). Kakek dan Nenek saya hingga akhir hayat nya menetap di Kotamobagu, makanya kalau ke Sulawesi mesti singgah di kota ini untuk ziarah ke makam Kakek & Nenek. Jaraknya sekitar 3,5 - 4 jam dari Manado.

Seringnya sih kalau ke Sulawesi kita lebih lama di Manado, karena sodara-sodara bokap udah pada menetap di Manado. Kebetulan Kakek juga punya rumah di daerah Kampung  Arab, jadi kalo main ke sana pool kita di rumah Kakek itu. Lebaran kemarin juga kita Sholat Ied di Kampung Arab. Habis Sholat Ied rame-rame keliling kampung. Seru banget. Lebaran hari kedua malahan lebih seru lagi, nanti saya akan posting khusus mengenai tradisi lebaran hari kedua di daerah Kampung Arab itu. 
Cousins

Selanjutnya, keluarga besar Bokap yang ada di Manado sebanyak 22 orang terdiri dari para Om, para Tante, dan sepupu-sepupu konvoi ke Kotamobagu untuk mengunjungi keluarga yang tinggal disana. Sekalian ziarah ke makam Kakek & Nenek.

with aunties at Kotamobagu

Ziarah Makam Kakek, Nenek & Buyut
Yang bikin berat perjalanan selama mudik kemarin, karena di setiap rumah yang dikunjungi wajib makan, jadi satu hari itu bisa-bisa 10 kali makan.... celana sempit huhuhuuuu... 

Sampai sekarang saya masih belum punya nyali buat Silaturahmi ke timbangan...

Jumat, 02 Januari 2009

Becak + Motor = Bentor


Bentor adalah transportasi umum yang merupakan modifikasi dari Becak yang di gabung dengan motor. Kendaraan ini cocok banget buat medan jalan di daerah sulawesi yang banyak tanjakan turunan, naik-turun bukit dan gunung.

Kalau pake becak biasa kebayang kan gimana si abang becak musti ngegenjot becaknya naik gunung.



Banyak dari bentor-bentor yang di temui di jalan di modifikasi dengan kreatif, di cat warna ngejreng, di pasangin spoiler dan speaker, jadi deh bentor gaul. Mungkin karena kecintaan masyarakat daerah sana terhadap musik, bentor-bentor umumnya dilengkapi dengan CD player, jadi full music gitu deh.

Di Kotamobagu, dengan tarif hanya 2000/org, kita bisa diajak keliling kota menikmati pemandangan kota.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...