Lokasinya rada jauh dari Jakarta, agak lewat sedikit dari kawasan Cibubur dan letaknya agak sedikit terpencil. Anehnya kog rame aja ya? Kebetulan waktu saya tiba disana belum jam makan siang jadi saya dapat meja tanpa harus mengantri, tapi yang datang setelah saya harus rela menunggu giliran mendapat meja dengan sabar.
Tapi jauh-jauh dibela-belain dateng kesini ga kecewa deh. Ikan Patin nya dibumbui dan dibakar di dalam bambu, disajikannya juga masih di dalam bambunya. Baunya saja sudah bikin perut berontak dan rasanya juga enak banget. Bumbunya gurih, ikannya lembut, nyam..nyam.. Harganya memang lumayan, Rp.100ribu per porsi Ikan Patin Bakar, tapi memang porsinya besar. Ikan patinnya beda dari ikan-ikan patin yang banyak di temui di rumah makan padang, yang ini rasanya mirip seperti ikan patin yang pernah saya cicipi di Pekanbaru, nyaris ga berasa seperti ikan air tawar.
Selain itu Sup Guramenya juga enak, di sajikan di mangkok yang besaaaaar. Bahkan Es Kelapa Mudanya pun dalam porsi gelas yang besar. Pokoknya disini semuanya porsi besar. Beberapa pengunjung juga memesan Ikan Patin Bakar ini untuk dibawa pulang. Dan uniknya Ikan Patin Bakar ini di kemas masih di dalam bambunya dan diikat dengan tali plastik buat tentengannya kalau kita pesan untuk dibawa pulang. Unik.
Selain itu Sup Guramenya juga enak, di sajikan di mangkok yang besaaaaar. Bahkan Es Kelapa Mudanya pun dalam porsi gelas yang besar. Pokoknya disini semuanya porsi besar. Beberapa pengunjung juga memesan Ikan Patin Bakar ini untuk dibawa pulang. Dan uniknya Ikan Patin Bakar ini di kemas masih di dalam bambunya dan diikat dengan tali plastik buat tentengannya kalau kita pesan untuk dibawa pulang. Unik.