Tampilkan postingan dengan label Saudi Arabia - Jeddah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saudi Arabia - Jeddah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Mendadak Umroh

Kadang sampai sekarang kalau lihat-lihat foto saya di depan Ka'bah, saya masih berasa itu mimpi. Soalnya perjalanan umroh saya ini bukan perjalanan yang direncanakan setahun sebelumnya atau bahkan hitungan bulan. Hanya hitungan waktu 2 minggu Papa Said memutuskan untuk mendaftar perjalanan Umroh, ikut dengan travel tempat salah satu om saya bekerja.

Waktu itu paspor saya dan Chacha yang expire bulan Oktober 2013 sudah tidak bisa digunakan untuk perjalanan luar negeri lagi karena sudah lewat batas waktu 6 bulan sebelum waktu kadaluarsa paspor. Dibantu sama travel penyelenggara umrohnya, kita berdua dibantu memperpanjang paspor express, sehari jadi. Kemudian langsung digunakan mengurus visa umroh.

Visa belum di dapat, tapi kita sudah di suruh suntik Meningitis - vaksinasi untuk menambah daya tahan terhadap virus yang menyerang otak. Harusnya kita sudah harus di vaksinasi 2 minggu menjelang keberangkatan, tapi waktu itu karena mendadak ya kita disuntik kurang dari 2 minggu menjelang keberangkatan.

Soal keberangkatan pun masih galau, karena kita belum punya tiket. Sementara itu saya juga sedang siap-siap untuk trip ke Pulau Komodo yang tiket JKT-DPS pulang-pergi-nya sudah ditangan sejak beberapa bulan sebelumnya. Kalau dari jadwal travel nya, saya berangkat ke Arab hanya beda waktu 2 hari dari kepulangan saya dari Pulau Komodo. Jadi bener-bener saya tidak ada persiapan apa-apa berangkat umrohnya. Buku panduan umrohnya aja baru say abaca sepulang saya dari Pulau Komodo, jadi masih pakai sistem kebut semalem a la anak SMP yang mau ulangan umum.

Ketika saya sedang di Pulau Komodo, Visa Umroh dari kedutaan Saudi Arabia sudah menempel manis di paspor, tapi kita bertiga - Saya, Chacha, dan Papa Said masih belum punya tiket. Katanya karena saat kita mau pergi itu waktu yang ramai buat orang-orang pergi umroh jadi susah dapat tiketnya. Sehari sebelum berangkat, malam-malam ketika dijalan pulang kerumah dari kantor, saya dan Chacha baru dikabari bahwa tiket sudah didapat dan kita berangkat umroh keesokan harinya.

Malam itu pun kita packing.

Pagi hari nya saya dan Chacha masih ke kantor, membereskan beberapa urusan di kantor. Oh iya, kalau belum pernah saya mention sebelumnya, saya dan Chacha - adik saya, bekerja di satu kantor. Waktu itu kebetulan ada Pagitta juga lagi "magang" di kantor kita. Jadi saya sangat bersyukur, disaat harus meninggalkan kantor dalam jangka waktu lama ada Neng Pagit yang bersedia menggantikan saya. Hatur nuhun ya, Neng Pagit.

Kita berangkat ke Bandara Soekarno Hatta pakai batik seragam (dan saya tetap dengan tas bekpek), dari kantor. Menjelang malam hari baru kita bertolak dari Jakarta menuju Dubai untuk transit, menggunakan pesawat Emirates. Pagi hari kita tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Langsung naik bus menuju Madinah.

Bandara King Abdul Aziz

Masjid Nabawi, Madinah

Orang-orang bilang kalau ke Tanah Suci itu adalah orang yang dapat "panggilan", tapi saya ga pernah menyangka kalau panggilan buat saya model instant begini. Mungkin ini sentilan, karena saya udah kemana-mana dan masih punya mimpi ke Eropa tapi belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Makanya jadi langsung deh saya diseret buat melapor ke markas besar Nya dulu, sebelum lanjut kemana-mana lagi.

Tapi selama disana itu berkesan banget, bisa melihat sendiri yang selama ini cuman saya baca di buku-buku, yang dijelasin dari kecil pas pelajaran agama, yang saya lihat di tivi setiap tayangan langsung Sholat Ied. Saya bahkan sempat pergi ke Goa Hira, tempat Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu, itu saya bener-bener takjub sampai merinding. Begitu pula ketika dari atas Masjidil Haram saya melihat arus manusia berputar mengelilingi Ka'bah, itu juga tiba-tiba saya merasa takjub banget sampai-sampai gak berasa udah mengeluarkan air mata terharu. Pesona dan kemegahannya membuat saya terpukau. Baru kali itu saya spechless dan hanya kepikiran satu kata buat mendeskripsikan semua itu. Subhanallah.

Masjidil Haram. Lagi ada renovasi perluasan Masjid jadi ada crane2 dibelakangnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...