Tampilkan postingan dengan label China - Hong Kong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China - Hong Kong. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Terjebak Candid


Pasti  banyak yang menyangka kalau saya cemen... tapi, asli! sumpah! itu bener-bener rollercoaster yang mengerikan. Kalau cuman naik yang model halilintar di dufan gitu sih saya berani. 

Kalau disuruh naik wahana baru di dufan yang namanya tornado saya ga akan berani hihihiii... liat iklan nya ada di TV udah ngeri. 

Kalau cuman main seluncuran di FX, dari lantai 7 ke lantai 1 sih saya berani. tapi kalau disuruh  bungee jumping dari lantai 7, pasti saya ngibrit duluan.. Atau dengan alasan standar seperti, "males ah panas", "ga ah, bayarnya mahal." Padahal sebenernya takut. hihiiii...

Anehnya semakin umur saya tambah, kayaknya kog saya malah makin jadi penakut ya ? Kalian gitu juga ga sih?  Dulu saya naik Halilintar dengan gagah berani, masih sempet-sempetnya bergaya macem-macem & ketawa-ketawa. Naik Kora-kora (wahana di dufan yang model perahu diayun-ayunin) saya berani naik di paling ujung, yang ayunan nya paling ekstrim. Sekarang, mana berani -_-"

Waktu ke Disneyland Hong Kong tahun lalu, saya masuk ke dalam salah satu attractions nya tanpa tahu di dalem nya itu ngapain. Waktu itu masih culun banget. Permainan nya indoor dan orang yang jaga di depan cuman bilang kalau ini permainan jetcoaster. 

Di tempat antrian ada peringatan bahwa attraction ini dilarang bagi penderita jantung, wanita hamil, etc...etc... saya pikir..ah, yang begini kan peringatan standart aja. Semakin mendekati tujuan, ada pintu EXIT yang disamping nya ada peringatan: "Ini kesempatan terakhir. Pastikan kalau anda berani. Bagi yang berubah pikiran dan memutuskan untuk ga jadi naik permainan ini bisa keluar lewat pintu disamping" (dalam bahasa inggris dan mandarin, ga ada bahasa Indonesia-nya). Gara-gara peringatan ini, yang tadi nya ga takut malah jadi ciut nih nyali.

Sementara, didalem itu mainan nya model apa saya masih tidak tahu sama sekali. Ketika sudah sampai di antrian terdepan jantung saya tiba-tiba berdegup cepat. Booooo'.... ini gw mau diapaiiiiiiin? *mendadakpanik.

Kereta pun datang, di dalam nya orang-orang masih sibuk merapikan rambut. Makin ngeri lah saya.... itu kenapa orang-orang rambutnya bisa pada acak-acakan gitu? jangan-jangan beneran parah nih di dalem.... 

Maaaaaakkk... toloooooong......

Tapi terlambat. Saya sudah tidak bisa mundur lagi. Kesempatan terakhir saya untuk mundur dari permainan ini sudah lewat. Huhuhuuu.... terpaksa deh dengan dengkul lemas saya melangkah masuk ke dalam kereta yang entah mau membawa saya kemana dan dengan cara apa.

Kereta mulai berjalan perlahan, makin lama makin gelap. Sampai akhirnya benar-benar gelap total. Cuman semilir angin dingin yang  bisa saya rasakan di tengkuk, tapi mata ini bener-bener ga bisa lihat apa-apa. Kereta masih melaju perlahan, tapi kali ini saya rasa makin lama makin naik..... makin tinggi, kemiringan pun makin curam. Dalam kegelapan saya berpikir, pasti ini kalau sudah sampai di puncak bakal terjun bebas gitu kayak jet coaster pada umumnya. Sialnya karena gelap saya ga bisa tau, ini ketinggian nya seperti apa. 

Kecepatan sudah semakin melambat, pertanda kereta sudah nyaris di puncak. Saya sudah siap-siapin mental buat terjun bebas........ ternyata salah! Tiba-tiba di hadapan saya seperti muncul bintang-bintang yang kerlap kerlip. di atas, dan sekeliling saya. Kereta pun meluncur cepat tapi ga serem, seolah-olah membawa saya terbang menembus antariksa diantara bintang-bintang. Baguuuuussss bangeeeettt.....

Ketika saya sedang terbuai "terbang" diantara bintang-bintang tiba-tiba lintasan kereta menjadi ekstrim. Menikung kiri kanan dengan mendadak seolah-olah menghindari hantaman meteor-meteor di depan kita. Naik, turun, melintir-melintir dengan kecepatan tinggi... seruuuuu.... 

Kemudian pantulan-pantulan cahaya yang ceritanya adalah meteor itu pun mereda. Laju kereta melambat. suasana kembali temaram agak gelap, kemudian tiba-tiba kereta berhenti. Saya pikir ini adalah akhir dari permainan ini. aaaaah.... akhirnya sampe juga. Ternyata ga serem-serem amat kog.

Tiba-tiba kereta seperti di dorong dari belakang. Kasar dan cepat. Cahaya menyilaukan mata, seolah-olah ada meteor besar yang menghantam dan saya terjatuh....... jauuuuuuuh..... kebawah dengan kecepatan cahaya *lebay*. Rasanya jantung saya ketinggalan di atas. Ngeri! Saya berteriak sekencang-kencang nya...... 

Aaaaaaaaaaaaaaaaa.........

Bruk! Tiba-tiba kereta berhenti mendadak !

Akhirnya permainan ini benar-benar berakhir.

Seperti orang-orang sebelumnya, saya dan orang-orang se-kereta pada sibuk benerin rambut yang acak-acak. Pasti nih orang yang mau naik kereta setelah giliran saya ini  pada mikir. "Gila! di apain tuh di dalem sampe rambutnya acak-acakan gitu."

Sambil menuju pintu keluar saya dengan sombong nya bilang, "ah... ternyata ga serem-serem amat". Saya terkejut ketika tiba-tiba menengok ke arah dinding dan jeng..jeng.. foto candid waktu lagi naik permainan itu terpajang.

Coba tebak yang mana saya -_-"

Kalo ada foto gini, ga bisa bohong ngaku2 ga serem -_-"

Notes: di USS saya pun mengalami hal yang serupa. Naik jetcoaster indoor.. pas keluar tiba-tiba udah ada foto aib macam beginian lagi. Jadi beware sama candid camera waktu naik wahana-wahana semacam ini.

Jumat, 20 Mei 2011

Made in China (Shop 'till you drop continued)

Setelah saya baca komen-komen di postingan saya sebelumnya : Shop 'till you drop, ternyata banyak juga nih yang punya bad habit shopping ga terkontrol pas lagi traveling. Jadi makin semangat untuk nulis postingan lain yang berhubungan sama shopping nih. 

Sama seperti penyakit "kaki gatel" saya yang turunan, selama ini saya berpikir kalo penyimpangan perilaku saya yang suka kalap mendadak  ketika shopping adalah genetis juga. Nyokap, kedua adik saya, bahkan bokap punya penyimpangan perilaku yang sama seperti saya. 

Mama Emma- nyokap saya, kalau seminggu ga pergi ke Mall bisa meriang. Adik saya yang pertama, bahkan bisa-bisanya khilaf shopping beli digital camera. Adik saya kedua - yang fans berat Justin Bieber, paling  kalap sama yang namanya sepatu. Karena itulah ketika merencanakan traveling keluarga, Papa Said memutuskan pergi ke Shanghai dan Hongkong. 
Misi Mama Emma saat itu adalah mencari Tas Branded Knock-off (palsu) buatan China. Di Jakarta  sih banyak barang semacam itu, harga nya masih selangit walaupun sudah setengah dari harga barang asli nya. Harga barang Knock-off nya pun bervariasi, berdasarkan kualitas nya. Menurut Mama Emma, yang kualitasnya paling mendekati aslinya di sebut dengan KW Super. Harga nya pun paling mahal. Barang ini rata-rata Made in China.

Ternyata barang tiruan berkualitas mirip aslinya ini sudah agak susah di jual bebas di daerah China sendiri. Menurut Miss. Sunny - guide kita di Shanghai, kalau ketahuan memproduksi barang tiruan bisa di tangkap. Jadi kita di bawa ke tempat khusus penjualan barang-barang knock-off yang tersembunyi. Tempatnya ada di semacam bangunan gedung, sepertinya itu stadium atau theater atau semacamnya. Kita langsung di giring ke lantai dua bangunan, ke sudut yang sangat sepi. Pintu menuju toko nya pun tersamar gitu, kalau sekilas mirip banget sama temboknya. Ternyata toko nya ada di balik tembok. Seru banget, kayak tempat transaksi tersembunyi di film-film mafia gitu.

Yang di pajang di etalase bagian luar ruangan adalah barang-barang tiruan yang kualitasnya lebih rendah. Harganya pun murah sekali. Barang tiruan ini cuman mirip model nya saja, tapi bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang lebih murah sehingga harga nya pun jauh lebih murah. 

Ketika Miss. Sunny menanyakan tiruan yang kualitasnya bagus, kita diajak masuk lagi ke dalam ruang rahasia di dalam ruang rahasia itu. pokoknya rahasia banget deh.  Nah disitu di pajang, tas- tas LV, Hermes, Dior dan Designer Brand lainnya yang dibuat dengan material yang sama persis dengan aslinya, leather nya asli, jahitannya rapi, bahkan detail-detail sama persis dengan aslinya. Harganya sudah pasti jauh lebih miring. Walaupun kalau di rupiahkan masih ada 7 digit, tapi jauuuuh lebih murah kalau beli KW Super di Jakarta.

Cara membeli nya, kita mengumpulkan tas-tas yang mau kita beli di meja. Kemudian kita tawar bukan per barang, tapi semuanya. Agak seru juga sih nawarnya. Saya dan mbak-mbak penjualnya menghabiskan hampir setengah jam untuk tawar-tawaran, padahal saya sendiri ga beli satu pun. Mama Emma yang sangat bahagia mendapatkan tas LV yang kulitnya bisa berubah warna kalau semakin lama dipakai dengan harga yang miring banget. Saya sendiri kurang ada chemistry sama tas-tas designer brand gitu, jadi buat saya lebih menarik kegiatan tawar-tawaran nya daripada beli tas nya.

Kita menghabiskan setengah hari di Nanjing Road, Shanghai. Daerah ini adalah pusat perbelanjaan tertua di Shanghai. Bangunan-bangunan ini setelah jamannya perang opium adalah British Settlement, lokasi nya tidak jauh dari The Bund. Setelah British tersingkir daerah ini mulai menjadi pusat pertokoan. Di awal abad ke-20 di bangun 8 Department Store pertama di Shanghai. Saat ini menurut info nya Miss. Sunny, terdapat lebih dari 600 toko, department store, restorant dan franchise di jalan dengan panjang kurang lebih 5 Km itu.

Bangunan jaman dulu masih di pertahankan

Suasana Nanjing Road yang selalu ramai pengunjung

Saya sebenarnya bukan orang yang fashionable apalagi fashionista (klo nista doang mungkin iya hehee). Kalau soal berbusana saya lebih suka yang casual-casual aja yang penting nyaman di pakai. Tapi kadang kalau lagi ada rejeki lebih seperti bonus dari kantor atau hibah dari bokap, saya kadang berperilaku normal seperti cewe-cewe sepantaran saya. Saya belanja MANGO, ZARA, Guess dan semacamnya. Tapi kalo dah beli biasanya suka sayang di pakai, jadi lebih sering nongkrong di lemari daripada di badan.


MANGO di Nanjing Road
Di Nanjing Road Shanghai, saya mencoba survei buat bandingin harga. Ternyata memang lebih murah sedikit, tapi karena lagi ada sale "further reduction" harganya jadi jauh bedanya. Jadilah penyakit kalap komplikasi dengan lupa ingatan saya kambuh. Di Hongkong bahkan penyakit saya menjadi semakin kronis. MANGO di Hongkong harga nya jauuuuh sama di Jakarta. Kalau di Jakarta cuman dapet dua lembar baju, di Hongkong dapet seplastik.
 
Saya dan adik saya yang pertama pun kalap di outlet Mango. Kita berdua berlari-lari kecil bolak-balik ruang ganti, sambil kadang membelalakan mata dan senyum-senyum sendiri. Bahagia banget deh pokoknya. Sementara itu adik saya yang bungsu kalap beli sepatu, dia pun sukses memborong 5 pasang sepatu diantaranya Nike & Adidas limited edition. Papa Said juga ga mau ketinggalan, pulang ke tanah air dengan memboyong tas LV yang di beli di outlet LV terbesar se Asia Tenggara yang ada di Hongkong.

Bener kan.... genetis -_-"

mejeng dulu sambil nunggu Papa Said Shopping

Kamis, 15 Juli 2010

Yipppii,,, I'm at Disneyland


Disneyland buat saya adalah Dreams Come True...!


Sebagai seorang yang masa kecilnya di dominasi oleh Miki Tikus dan Donal Bebek. Apalagi sebagai seorang anak perempuan yang sering berkhayal jadi Putri Cinderella di depan cermin, dan berharap ketemu sama Prince Charming trus Live happily ever after *korbandongengDisney*. Ketika memasuki gerbang Disneyland rasanya saya kembali ke 20 tahun yang lalu. Walopun udah bangkotan gini, kelakuan tiba-tiba jadi bocah... lari-lari-an, loncat-loncatan, jumpalitan kesana kemari.



Harga tiket masuk untuk dewasa sebesar HK$ 350 ( 1 HK$ = Rp. 1200-1300)



Di dalam Disneyland kita bisa menyaksikan berbagai macam show dari bintang-bintang kontrak ekslusif Disney, seperti Mickey, Donald, Disney Princess, Stich dan kawan-kawan. Selain show, ada juga permainan-permainan standard seperti komidi putar gitu. Tapi kalo soal wahana masih kalah bervariasi nya dari Dunia Fantasi di Ancol.


Tidak jauh dari pintu gerbang, jangan lupa mengambil brosur Peta Disneyland dan jadwal show, agar waktu kita selama sehari itu lebih efisien. Atau kalau mau lebih prepare, bisa mengunjungi website nya Disneyland Hong Kong dan mengunduh Park Map dan Jadwal Show.


So Babies... Park your stroller and start exploring the Disneyworld!





Yess sampe juga di Disneyland

Di depan Castle, pangeran kuh mana pangerankuh?

Di sore hari ada parade bintang-bintang Disney... semuanya ada beriringan menyemprot-nyemprot pengunjung sampai basah kuyup. Yaaah.. karena tidak tahu klo paradenya itu ada acara semprot-semprotan air, saya dengan PD nya mengambil posisi paling depan.. diantara anak-anak kecil yang bawa payung. Tadinya saya pikir anak-anak itu bawa payung karena kepanasan, soalnya temperatur saat itu mencapai 32 der C. Eh.. ga tau nya mereka prepare buat di semprot-semprot-in air Ternyata di brosurnya sudah ada peringatan kalau paradenya itu bakal basah-basahan, saya nya aja yang ga teliti baca hehehe.. but it's fun kog.. seru!

Mesin penyemprot airnya Buzz Lightyear


3 Babi yang di cerita 3 babi & serigala, serigalanya udah duluan di depan

Ga ngerti faedahnya gunting rumput disini

Semak-semak trendi

Mesin penyemprot air yang lebih rusuh

Princess

Goofy & Donald Duck

Woody yang di Toy Story sama ceweknya

Basah Kuyup
 Show 3D nya juga kereeeeeen abizzz... bener-bener berasa tiga dimensi nya. Ada semprot-semprot angin dan air juga kayak wahana 4 dimensi di ancol. Ga percuma deh saya lari-larian berebutan bangku sama anak-anak kecil.

Ada pertunjukan Theater tokoh Disney juga

Beauty and the Beast

Foto sama Stich

Tomorrow Land

Nunggu Pertunjukan Kembang Api

Setiap harinya Disneyworld akan ditutup dengan pertunjukan Fireworks yang cantik sekali. Wo hohohohoo Rasanya pengen lagi kesanaaaaaaa..

When you wish upon a star, your dreams come true
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...