Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia - Medan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Maret 2010

Mi Aceh Titi Bobrok

Masakannya memang asli Aceh, tapi Rumah Makannya terletak di Medan. Di Jalan Setiabudi sebelum jembatan, di pinggir sungai.

Rada aneh siy memang, masa ke Medan makan Mi Aceh. Tapi kalau sampai ke Medan ga nyobain yang satu ini.... rugi berat.
Pasalnya, rasa mi nya lebih enak dari mi aceh yang saya pernah makan di salah satu rumah makan di Aceh (yang katanya terkenal dan pernah masuk acara Wisata Kuliner Pak Bondan)
. Walaupun ada juga rumah makan mi aceh yang sempat saya cicipi di Aceh yang rasanya mantabhs.

Konon katanya di rumah makan Titi Bobrok di Medan ini, mi-nya di bikin sendiri jadi rasa kenyalnya khas. Bumbunya juga berasa banget, walaupun masaknya partai besar. Saya sempat lihat mi yang baru dimasak di baskom yang luar biasa besar baru dimasak, dibawa dari dapurnya untuk di sajikan ke piring-piring .

Sayangnya waktu saya ke Titi Bobrok, kepitingnya habis.. padahal paling enak makan Mi Aceh Kepiting Nyam..Nyam..Nyam..





Senin, 17 Agustus 2009

Istana Maimun



Istana Maimun terletak di ibukota Sumatera Utara, Medan. Lebih spesifik nya terletak di Jl. Brigjen Katamso. Mirip-mirip seperti keraton di Jawa, Istana ini masih ada penghuni nya dan masih digunakan untuk upacara adat.


Istana peninggalan Kerajaan Deli ini dibangun pada 26 Agustus 1888 (wuih kog sama tanggal nya kyk tanggal ultah yg nulis he3..) dan baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891, jadi berapa tahun tuh bangunnya? Hitung sendiri aja ya.

Yang memprakarsai berdirinya bangunan ini adalah Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9. Menurut daftar silsilah yang di pahat diatas marmer dan dipajang di halaman istana, Raja Deli yang pertama adalah Tuanku Panglima Gocoh Pahlawan (1632-1669). Sedangkan yang terakhir terpahat adalah nama Raja deli ke-12, Sultan Azmy Perkasa Alam sejak tahun 1967.

Arsitektur bangunan ini sangat menarik, perpaduan dari beberapa budaya tapi kesannya ga' tabrak-tabrakan. Konon menurut kabar arsitek bangunan ini adalah arsitek asal Italia. Arsitek yang sama dengan arsitek Masjid Raya nya yang terletak tidak jauh dari Istana Maimun. Dari luar kelihatan bernuansa India Islam. Tapi ketika masuk ke dalam perabotannya bernuansa Eropa, seperti lemari, kursi, lampu-lampu kristal. Sedangkan Singgasana nya sendiri bernuansa Melayu dengan warna kuning keemasan yang megah.





Sayangnya tidak seperti Keraton di Jawa, Istana Maimun ini kondisi nya kurang terawat. Untuk masuk ke Istana, kita hanya perlu membayar sumbangan sukarela. Di sini juga menyewakan pakaian adat Melayu apabila kita mau foto-foto dengan pakaian adat di Istana ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...